Banjir di Aceh Utara
Jeritan Bupati Aceh Utara Minta Bantuan: Jangan Biarkan Rakyat Kami Mati Kelaparan
Pasalnya, tak satu pun menteri dari Kabinet Merah Putih yang terlihat mendatangi langsung lokasi bencana dalam 12 hari terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-Badan-Amil-Zakat-Nasional-BAZNAS-menyalurkan-logistik-untuk-korban-banjir.jpg)
Nasib serupa juga dialami oleh masyarakat di Aceh Tengah.
Akibat sulitnya mobilitas kendaraan di tanah berlumpur, para korban banjir harus berjalan kaki selama dua hari penuh demi mendapatkan makanan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV pada Rabu (3/12/2025).
"Jauh sekali, itu medannya cukup berat," ungkap Bupati.
Aksi nekat warga ini, jelas Haili, merupakan dampak langsung dari bencana yang telah melumpuhkan total wilayah tersebut.
Akses di Aceh Tengah terputus seluruhnya akibat timbunan longsor dan kerusakan infrastruktur.
"Daerah Aceh Tengah ini kan putus semua, tidak ada hubungan dengan darat, tidak ada, hanya satu-satunya jalan udara," ucap Haili.
Kondisi Aceh Tengah saat ini digambarkan Haili benar-benar lumpuh.
Tak hanya akses darat, bencana juga merusak infrastruktur vital seperti jaringan listrik dan internet.
"Jadi, semuanya lumpuh," ujar Bupati.
Keterbatasan bahan pokok inilah yang kemudian memicu kecemasan di kalangan masyarakat.
Haili mengungkapkan bahwa ribuan warga bahkan sempat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati.
Mereka menyuarakan keluhan karena sebagian besar sudah tidak memiliki stok makanan (beras) dan bahan bakar minyak (BBM).
Menghadapi situasi ini, Haili berupaya menenangkan warga dengan menjelaskan bahwa ini adalah bencana dan musibah bersama yang juga dialami beberapa daerah lain.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan TribunJambi.com