Air Danau Singkarak Tetap Jernih Saat Banjir Sumatera, Ini Penjelasan Ahli Geologi
Warganet dibuat heran oleh satu fenomena tak biasa, yakni air Danau Singkarak tetap jernih di tengah banjir yang melanda sejumlah wilayah di
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DANAU-JERNIH-SUMATERA-BANJIR.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Warganet dibuat heran oleh satu fenomena tak biasa, yakni air Danau Singkarak tetap jernih di tengah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.
Foto dan video yang memperlihatkan kondisi tersebut bahkan viral di media sosial dan memicu banyak pertanyaan.
Ahli Geologi Sumatera Barat, Ade Edwar, menyebut kejernihan air Danau Singkarak di tengah banjir sebagai fenomena unik yang tidak terjadi di banyak danau lain.
Baca juga: Gempa Bumi Pagi Ini Rabu 03 Desember 2025, Terjadi di Sulawesi Kedalaman Hanya 11 Km
“Secara umum, ketika banjir, air akan berubah keruh. Tapi Danau Singkarak justru tetap jernih karena kawasan di sekitarnya memiliki kandungan batu kapur yang sangat tinggi,” ujar Ade saat dihubungi, Rabu (3/12/2025).
Batu Kapur Jadi “Filter Alami”
Ade menjelaskan bahwa aliran sungai yang bermuara ke Danau Singkarak terlebih dahulu melewati wilayah berbatu kapur.
Material tersebut memiliki sifat mengikat partikel kotoran, sehingga air yang masuk ke danau sudah tersaring secara alami.
“Sungai-sungai yang menjadi hulu Danau Singkarak membawa air yang sudah bersih. Itu sebabnya meski daerah sekitarnya banjir, air danaunya tidak ikut keruh,” tuturnya.
Keunggulan Lama yang Kembali Terbukti
Menurut Ade, karakteristik ini bukan hal baru. Sejak dahulu, aktivitas geologi di sekitar Singkarak memang membuat kawasan danau memiliki kualitas air jernih yang stabil.
“Keunggulan Danau Singkarak adalah airnya yang selalu bening. Karena aliran yang masuk ke danau sudah jernih sejak dari hulu,” jelasnya.
Berbeda dengan Danau Lain
Ia menambahkan, tidak semua danau memiliki kondisi serupa. Daerah yang tidak memiliki kandungan batu kapur umumnya akan menerima aliran air banjir yang berwarna coklat pekat karena membawa sedimen dalam jumlah besar.
“Kalau tidak ada batu kapur, saat banjir air pasti coklat dan keruh,” kata Ade.
Fenomena ini kembali menegaskan peran geologi kawasan Singkarak dalam menjaga kualitas air danau, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri di tengah bencana yang melanda di sekitarnya. (*)
| Natal 2025: Prabowo dan Gibran Ajak Masyarakat Doakan Korban Bencana Sumatera |
|
|---|
| Marak Penggalangan Dana di Jalanan Gorontalo, Kepala Dinas Sosial Ingatkan Soal Perizinan |
|
|---|
| Organisasi Mahasiswa Gorontalo Kompak Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera |
|
|---|
| Banjir dan Longsor Parah, Gubernur Aceh Buka Pintu Bantuan Asing |
|
|---|
| Aceh, Sumut, dan Sumbar Ajukan Pembangunan Huntara, BNPB Lakukan Verifikasi Lokasi |
|
|---|