Banjir Sumatera
Pernyataan Kepala BNPB Tuai Kritik, LSM Aceh Sebut Tak Punya Empati di Tengah 303 Korban Tewas
Pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, yang menyebut banjir di Sumatera
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BNPB-BANJIR-KRITIK-Banjir-bandang-di-Batangtoru-Tapanuli-Selatan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, yang menyebut banjir di Sumatera hanya tampak mencekam karena viral di media sosial, memantik gelombang kritik dari masyarakat Aceh.
LSM Generasi Aceh Peduli menilai ucapan tersebut tidak menunjukkan empati, apalagi di tengah tingginya angka korban jiwa yang kini telah mencapai 303 orang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ketua LSM Generasi Aceh Peduli, Burhanuddin Alkhairy, menegaskan bahwa kondisi di lapangan jauh lebih parah dari apa yang dibayangkan.
Ia menyebut komentar Suharyanto justru melukai hati para penyintas yang masih berjuang pulih dari musibah.
Baca juga: 5 Pelaku Pelecehan Gadis 13 Tahun Ditahan Polisi Gorontalo, Hanya 2 Diduga Setubuhi Korban
“Kami warga Aceh sangat tidak bisa menerima pernyataan tersebut. Keadaan di lapangan sudah meluas, berbahaya, dan membutuhkan penanganan menyeluruh,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip dari SerambiNews, Minggu (30/11/2025).
Trauma Warga Masih Dalam, Penjarahan Terjadi di Beberapa Lokasi
Meski air telah surut di banyak daerah, warga disebut masih menghadapi dampak berat: kedukaan, trauma, hingga kehilangan rumah dan harta benda.
Burhanuddin juga menyoroti terjadinya penjarahan di sejumlah swalayan. Ia menduga peristiwa itu dipicu lambannya respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.
“Penjarahan ini muncul karena pihak terkait lamban dan bias dalam menyikapi kebutuhan paling urgen di lapangan,” katanya.
Ucapan Kepala BNPB yang Dipersoalkan
Dalam konferensi pers Jumat (28/11/2025), Suharyanto menjelaskan bahwa kondisi banjir di Sumatera perlahan membaik, terutama setelah ia meninjau langsung lokasi terdampak.
“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan,” ujar Suharyanto, dikutip dari Kompas.
Ia juga menegaskan pemerintah belum menaikkan status menjadi bencana nasional karena parameternya belum terpenuhi. Pemerintah daerah dinilai masih berfungsi dan mampu menangani situasi dengan dukungan pusat.
303 Korban Tewas di Tiga Provinsi
BNPB merilis data terbaru jumlah korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera:
Sumatera Utara
• 166 korban meninggal dunia
• 143 masih hilang