Jumat, 20 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Gorontalo Masuk 10 Besar Pertumbuhan Ekonomi, Namun Tantangan Kemiskinan Masih Membayangi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gorontalo pada Triwulan III 2025

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gorontalo Masuk 10 Besar Pertumbuhan Ekonomi, Namun Tantangan Kemiskinan Masih Membayangi
TribunGorontalo.com
EKONOMI GORONTALO -- Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Senin (10/11/2025). Gusnar menjelaskan soal posisi pertumbuhan ekonomi Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Provinsi Gorontalo mencatat prestasi dalam kinerja ekonomi skala nasional. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gorontalo pada Triwulan III 2025 mencapai 5,49 persen, menempatkannya di posisi ke-7 dari 10 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Dalam daftar tersebut, Maluku Utara memimpin dengan pertumbuhan mencapai 39,1 persen, disusul Sulawesi Tengah sebesar 7,79 persen, dan Kepulauan Riau sebesar 7,48 persen. Sementara Bali (5,88 persen), Sulawesi Barat (5,83 persen), dan Sulawesi Tenggara (5,65 persen) berada di atas Gorontalo.

Capaian ini menjadi catatan positif di yang berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika nasional. 

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor pertanian, perikanan, perdagangan, serta daya tahan pelaku usaha mikro. 

Namun di tengah capaian menggembirakan itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menilai Gorontalo masih memiliki PS besar untuk menurunkan angka kemiskinan.

Ia membandingkan kondisi Gorontalo dengan sejumlah daerah kaya sumber daya mineral yang tumbuh pesat secara ekonomi.

"Kita lihat ada Maluku Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat juga ada," ujarnya, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, meski Gorontalo belum memiliki sumber daya pertambangan seperti daerah lain, capaian tersebut menunjukkan arah pembangunan yang tepat.

"Itu merupakan spirit untuk melangkah maju," ujarnya.

Gusnar menyebut capaian itu tidak lepas dari arah kebijakan pembangunan daerah yang berbasis perencanaan matang.

"Track pembangunan yang dipilih adalah penyusunan RPJMD yang benar sehingga mendatangkan hasil yang seperti itu," jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan. 

Fokus utama pemerintah, kata dia, adalah menurunkan angka kemiskinan.

"Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi kita baik, tetapi tugas utama kita adalah menurunkan angka kemiskinan yang kalau dua kali rilis terakhir turunnya nol koma nol koma, belum terlalu signifikan," bebernya.

Melihat tren tersebut, Gusnar berharap pertumbuhan ekonomi yang kuat akan berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Saya berharap pertumbuhan ekonomi akan berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan," pungkasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved