Senin, 23 Maret 2026

Berita Nasional

Pabrik Besi Tua Diduga Jadi Sumber Radioaktif, Kawasan Industri Diinspeksi Ketat

Pemerintah memperketat pengawasan di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, menyusul temuan paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137)

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pabrik Besi Tua Diduga Jadi Sumber Radioaktif, Kawasan Industri Diinspeksi Ketat
Dok. kemenlh.go.id
PAPARAN - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengambil langkah cepat dan tegas dalam menangani cemaran radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Pemerintah memperketat pengawasan di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, menyusul temuan paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di sejumlah titik.

Dugaan sementara mengarah pada sebuah pabrik besi tua milik investor asing sebagai sumber kontaminasi.

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BTN) bersama tim lintas kementerian telah melakukan pemindaian menyeluruh di area tersebut.

Hasil awal menunjukkan 10 titik dengan tingkat radiasi tinggi, termasuk di sekitar fasilitas milik PT Peter Metal Technology (PMT), perusahaan penggilingan logam non-ferrous yang berdiri dua tahun lalu.

Kontaminasi pertama kali terdeteksi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dalam pengiriman udang beku asal Indonesia pada Agustus 2025.

Temuan serupa kembali muncul pada kiriman cengkeh akhir September, memicu peringatan regulasi dan investigasi lintas negara.

Meski kadar paparan masih di bawah ambang batas keamanan, dua kasus tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi kontaminasi lingkungan di sumber produksi.

PT PMT disebut sebagai salah satu titik yang terdeteksi memiliki paparan radionuklida Cs-137.

Zat ini umumnya berasal dari aktivitas nuklir seperti uji coba atau kecelakaan reaktor, sebagaimana yang terjadi di Chernobyl dan Fukushima.

Kawasan industri tempat pabrik tersebut berada masih beroperasi, namun kini berada di bawah pengawasan ketat.

Pemerintah juga telah memberikan pembaruan informasi kepada badan pengawas nuklir global dan pemerintah Amerika Serikat.

Sebagai respons, Indonesia meluncurkan pemeriksaan kesehatan bagi pekerja dan warga sekitar, memperketat inspeksi pelabuhan, serta menempatkan kawasan industri terdampak dalam status pengawasan khusus.

Pemerintah berupaya meyakinkan mitra dagang bahwa ekspor makanan laut dan rempah-rempah dari Indonesia tetap aman dan sesuai standar internasional.

Apa Itu Cesium-137 dan Bahayanya bagi Manusia?

Cesium-137 (Cs-137) adalah isotop radioaktif hasil peluruhan uranium dan plutonium, yang biasanya muncul dari aktivitas nuklir seperti uji coba senjata atau kecelakaan reaktor.

Zat ini dikenal sebagai salah satu kontaminan utama dalam insiden besar seperti Chernobyl (1986) dan Fukushima (2011).

Dalam lingkungan, Cs-137 bisa menyebar melalui udara, tanah, dan air, lalu masuk ke rantai makanan melalui tanaman, hewan, atau produk laut.

Karena sifatnya yang larut dalam air dan mudah diserap oleh organisme, Cs-137 sangat berisiko jika masuk ke tubuh manusia.

Dampak Kesehatan Paparan Cs-137

Paparan Cesium-137 dapat menyebabkan:

Kerusakan sel dan jaringan akibat radiasi gamma yang dipancarkan.
Risiko kanker, terutama kanker tiroid, hati, dan darah (leukemia), jika terpapar dalam jangka panjang.

Gangguan sistem imun dan reproduksi, tergantung dosis dan durasi paparan.

Efek akut seperti mual, muntah, dan kelelahan jika terpapar dalam jumlah tinggi.

Paparan bisa terjadi melalui inhalasi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, atau kontak langsung dengan bahan yang mengandung Cs-137.

Pemeriksaan kesehatan rutin bagi pekerja dan warga sekitar lokasi terpapar.

Pengawasan ketat terhadap produk ekspor, terutama makanan laut dan rempah-rempah.

Penutupan atau pembatasan aktivitas di zona terdampak hingga dinyatakan aman.

Edukasi publik tentang cara menghindari paparan dan pentingnya pelaporan gejala.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved