CPNS 2026
Belum Ada Kepastian Seleksi CPNS 2026, Kemenpan-RB Fokus Tuntaskan Seleksi CASN 2024
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) belum mengumumkan kepastian jadwal pendaftaran CPNS tahun depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Informasi-CPNS-2026-xn-snn.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Masyarakat yang menanti pembukaan seleksi CPNS 2026 tampaknya harus bersabar lebih lama.
Hingga saat ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) belum mengumumkan kepastian jadwal pendaftaran CPNS tahun depan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB, Mohammad Averrouce.
Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini masih memprioritaskan penyelesaian proses seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024, termasuk pengangkatan PPPK Paruh Waktu.
Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB, Mohammad Averrouce, menerangkan terkait kabar seleksi CPNS 2026.
Baca juga: Aturan Resmi Pakaian Dinas PPPK Paruh Waktu 2025, Sesuai Permendagri Nomor 11 Tahun 2020
Pihak Kemenpan-RB menyatakan belum ada kepastian. Sebab pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian seleksi CASN 2024 dan PPPK.
"Hingga Oktober 2025, kami masih menyelesaikan persoalan tenaga non-ASN."
"Kebutuhan CASN tahun 2024 saja mencapai 1,26 juta orang, jumlah terbesar 10 tahun terakhir," ujar, pada Senin (29/9/2025) mengutip laman Kompas.com.
Pembahasan rekrutmen CPNS 2026 masih memerlukan kajian mendalam, termasuk terkait ketersediaan anggaran.
Lalu mekanisme teknis pelaksanaan, serta koordinasi antar kementerian dan lembaga, terkait seleksi CPNS 2026 mendatang.
"Pengadaan CASN tidak hanya merupakan kebijakan Kemenpan-RB semata."
"Namun mempertimbangkan kemampuan keuangan negara serta kesiapan kementerian, lembaga dan pemerintah daerah," jelasnya.
Averrouce juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi.
Isu seperti ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu sebagai modus penipuan.
"Masyarakat disarankan untuk selalu mencari informasi resmi melalui kanal komunikasi pemerintah," bebernya.
Sebagai informasi, pemerintah telah membuka seleksi CPNS 2025 melalui jalur Sekolah Kedinasan.
Total formasi 3.252 kursi tersebar di beberapa kementerian dan lembaga. Menunjukkan proses pengadaan ASN tetap berjalan sesuai perencanaan.
Meskipun pendaftaran CPNS 2026 belum diumumkan. Hingga Selasa (30/9/2025), Kemenpan-RB belum merilis pengumuman resmi terkait seleksi CPNS 2026.
Baca juga: PLN Journalist Awards 2025 Dibuka! Apresiasi Bagi Pewarta yang Menggerakkan Literasi Energi Nasional
Namun, peluang rekrutmen tahun depan diperkirakan diumumkan setelah seluruh rangkaian seleksi CPNS 2024 dan PPPK selesai.
Proses pengadaan CPNS dan PPPK tahun ini sudah selesai sepenuhnya, kecuali pengangkatan PPPK paruh waktu.
Dijadwalkan berakhir 30 September 2025 sesuai Surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 13834/B-KS.04.01/SD/D/2025.
Meski demikian, tentu ada harapan bagi calon pelamar. Jika rekrutmen CPNS 2026 benar-benar dibuka.
Mereka yang memenuhi persyaratan patut mencoba kembali mengikuti seleksi tersebut.
Calon pelamar disarankan mempelajari pola pembukaan formasi pada tahun-tahun sebelumnya sebagai referensi.
Dalam seleksi CPNS 2024, terdapat 10 instansi pemerintah pusat dengan jumlah pelamar paling sedikit.
Sembilan 9pelamar yang jumlahnya melebihi kuota formasi yang tersedia, sedangkan satu instansi saja memiliki pelamar yang lebih sedikit dibandingkan kebutuhan.
Informasi ini bisa menjadi acuan berharga bagi para calon pelamar CPNS 2026 dalam menentukan strategi mendaftar dan memilih instansi yang sesuai.
Daftarnya yakni Setjen Komnas HAM, formasi 38, jumlah pendaftar 459 orang, Sekretariat Jenderal MPR, formasi 25, jumlah pendaftar 505 orang
Kemenko PMK, Formasi 65, jumlah pendaftar 380 orang, Kemenpan-RB, formasi 61, jumlah pendaftar 440 orang.
Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Pertahanan Nasional (Setjen Wantannas), formasi 64, jumlah pendaftar 885 orang.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), formasi 194, jumlah pendaftar 972 orang, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), formasi 500, jumlah pendaftar 486.
Baca juga: Terungkap Status Sebenarnya Verrell Bramasta dan Fuji Setelah Ramai Isu Kedekatan Mereka
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), formasi 53, jumlah pendaftar 842, Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (Setjen KY), formasi 145, pendaftar 1.034 dan Badan Informasi Geospasial formasi 82, pendaftar 1.184 orang. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.