Rabu, 11 Maret 2026

G30S PKI

Kesaksian Ahli Forensik soal Korban G30S/PKI, 6 Jenderal Tewas Bukan karena Penyiksaan

Seorang ahli forensik, Dr Liauw Yan Siang, mengungkapkan fakta terkait kematian para jenderal dalam G30S/PKI.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kesaksian Ahli Forensik soal Korban G30S/PKI, 6 Jenderal Tewas Bukan karena Penyiksaan
Kolase Kompas.com
G30S/PKI -- Kolase foto Dr Liauw Yan Siang dan enam jenderal korban G30S/PKI. Dr Liauw Yan Siang mengungkapkan fakta kematian para jenderal. 

Kontras dengan Narasi Orde Baru

Hasil forensik ini sangat bertolak belakang dengan propaganda yang disebarkan pada masa Orde Baru.

Surat kabar militer seperti Angkatan Bersenjata dan Berita Yudha segera setelah penemuan jenazah (awal Oktober 1965) memuat laporan yang menggambarkan pembunuhan para jenderal dilakukan secara keji, lengkap dengan tanda-tanda penyiksaan yang tidak manusiawi dan mutilasi.

Pangkostrad Mayjen Soeharto turut menegaskan "kebiadaban" para pelaku setelah jenazah diangkat, yang kemudian ia ulangi dalam otobiografinya, memperkuat narasi adanya penganiayaan.

Narasi penyiksaan yang dramatis ini, yang kemudian divisualisasikan dalam film "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI", diyakini efektif membakar emosi massa.

Mantan anggota CIA Ralph McGhee menyebut berita penyiksaan ini sangat efektif dalam menciptakan iklim kondusif bagi militer untuk melancarkan aksi pembantaian terhadap anggota PKI dan simpatisannya.

Meskipun laporan resmi otopsi membantah penyiksaan, dokumen tersebut sayangnya tidak pernah ditunjukkan kepada publik, memungkinkan narasi penyiksaan oleh Orde Baru terus mendominasi sejarah.

Laporan otopsi tidak ditunjukkan ke publik 

Tak sampai di situ, pemberitaan soal penyiksaan para jenderal sebelum dilempar ke sumur semakin riuh seminggu setelah kejadian. 

Sejumlah media massa menyebut bahwa para jenderal ada yang diiris bagian tubuhnya, dipotong alat kelaminnya, serta dicongkel matanya, sebelum akhirnya ditembak hingga tewas. 

Dikutip dari Tragedi Nasional Percobaan KUP G30S/PKI di Indonesia tahun 1990, penyiksaan fisik dan perlakuan kejam terhadap para jenderal dan perwira pertama dibuktikan dari laporan visum et repertum dari lima dokter.

Kendati demikian, isi laporan et repertum tersebut tidak ditunjukkan kepada publik. 

Berbekal narasi pemberitaan tentang kekejaman pembunuhan para jenderal, tampaknya seniman film kemudian menggambarkan adegan penyiksaan seperti dalam film "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI".

Mantan anggota Badan Intelijen Pusat Amerika (CIA) yang bertugas di Jakarta saat itu Ralph McGhee, menyebut berita penyiksaan para jenderal sebelum tewas sangat efektif membakar emosi massa dan menciptakan iklim kondusif bagi militer untuk melancarkan aksi pembantaian terhadap anggota PKI dan simpatisannya.

Daftar Korban G30S/PKI

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved