Sosok Inspiratif
Siapa Pemilik Cinema XXI? Kisah Benny Suherman dan Harris Lasmana Bangun Jaringan Bioskop Terbesar
Di balik megahnya Cinema XXI ada Benny Suherman dan Harris Lasmana, duo visioner yang membangun jaringan bioskop terbesar di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/cinema-XXI.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Cinema XXI kini dikenal sebagai jaringan bioskop terbesar dan paling dominan di Indonesia.
Bioskop adalah ruang pertunjukan film yang menjadi sarana hiburan sekaligus budaya populer.
Lebih dari sekadar tempat menonton, bioskop menghadirkan pengalaman kolektif—suara, visual, dan suasana yang tak tergantikan oleh layar rumah.
Sejak awal kemunculannya, bioskop selalu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dari layar hitam putih hingga layar digital berteknologi tinggi.
Kini, bioskop juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, tempat berkumpul sekaligus menikmati karya sinema terbaik dunia maupun lokal.
Namun, di balik layar lebar megah, kursi empuk, hingga teknologi IMAX yang memanjakan penonton, ada dua sosok penting yang menjadi arsitek lahirnya kerajaan hiburan ini: Benny Suherman dan Harris Lasmana.
Perjalanan panjang keduanya dimulai ketika era bioskop modern di Indonesia masih dikuasai Cinema 21.
Tonggak penting terjadi pada tahun 1999, saat Sudwikatmono, sepupu Presiden Soeharto sekaligus pemilik awal jaringan tersebut, melepas sahamnya.
Dari momen inilah Benny dan Harris mengambil alih, lalu menyulap Cinema 21 menjadi Cinema XXI dengan wajah baru yang lebih modern.
Dengan strategi jitu, mereka membawa inovasi dari sistem tiket elektronik, kursi premium, hingga menghadirkan brand khusus seperti The Premiere dan IMAX XXI.
Tak hanya itu, ekspansi besar-besaran membuat Cinema XXI kini menguasai lebih dari 1.300 layar di seluruh Indonesia, menjadikannya ikon hiburan layar lebar nasional.
Kini, lewat induk perusahaan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA) yang melantai di bursa saham, kiprah Benny dan Harris semakin menancapkan dominasi.
Tak berlebihan jika banyak yang menyebut, tanpa keduanya, industri perfilman Indonesia tak akan sama seperti hari ini.
Dilansir dari TribunManado.co.id, Meski sempat terpukul pandemi COVID-19, Cinema XXI berhasil bangkit.
Pada 2023, induk usahanya, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA), resmi melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO senilai Rp 2,25 triliun.
Langkah ini menunjukkan ambisi Benny Suherman dan Harris Lasmana untuk memperkuat bisnis sekaligus membuka peluang investasi publik dan lapangan kerja baru di sektor hiburan.
Menurut Forbes, kekayaan Benny Suherman pada Februari 2024 tercatat mencapai Rp 1,75 triliun.
Bisnis ini pun dijalankan secara kekeluargaan. Putranya, Suryo Suherman, kini menjabat sebagai Presiden Direktur, disusul Arif Suherman sebagai Direktur, dan Melia Suherman yang duduk di kursi Komisaris.
Kini, Cinema XXI bukan hanya tempat menonton film, melainkan juga simbol hiburan modern Indonesia mengakar dari sejarah panjang, tumbuh dengan inovasi, dan terus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban.
Sosok Benny Suherman dan Harris Lasmana
Nama Benny Suherman sudah lama melekat dengan dunia hiburan tanah air.
Ia adalah co-founder sekaligus pemegang saham mayoritas PT Nusantara Sejahtera Raya (NSR), perusahaan yang mengelola jaringan Cinema XXI, salah satu bioskop terbesar dan terpopuler di Indonesia.
Lahir di Jakarta pada tahun 1948, Benny mengawali kiprahnya bukan langsung di dunia bioskop, melainkan di bidang distribusi dan impor film.
Pada periode 1969–1972, ia menjabat sebagai direktur impor, distribusi, dan produksi di CV Sejahtera Film.
Setelah itu, ia mendirikan PT Suptan Film yang beroperasi di bisnis impor film hingga 1996.
Dari situlah ia semakin mengakar dalam industri perfilman nasional.
Perjalanan panjang Benny akhirnya berbuah besar ketika bersama rekannya, ia mendirikan jaringan Cinema 21 yang kini dikenal sebagai Cinema XXI.
Di bawah kendalinya, jaringan bioskop ini berkembang pesat hingga menguasai pasar hiburan layar lebar di Indonesia.
Atas dedikasi dan kontribusinya, Benny dijadwalkan menerima CineAsia ICON Award 2023, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada tokoh berpengaruh dalam industri bioskop Asia.
Dari sisi bisnis, kepemilikan Benny di NSR sangat dominan. Melalui perusahaan holding PT Harkatjaya Bumipersada, ia menguasai sekitar 54 persen saham.
Namun, meskipun sempat masuk daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes, posisinya belakangan menurun seiring dengan performa bisnis bioskop yang tidak selalu stabil.
Dalam restrukturisasi setelah IPO, nama Harris Lasmana, rekan lama sekaligus figur penting dalam sejarah berdirinya NSR, sudah tidak tercatat sebagai pemegang saham langsung.
Meski begitu, kepemimpinan dan kendali perusahaan masih erat dikaitkan dengan keluarga Suherman dan lingkaran terdekatnya.
Harris Lasmana tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang berdirinya jaringan bioskop terbesar di Indonesia, Cinema XXI.
Bersama Benny Suherman, ia dikenal sebagai rekan pendiri PT Nusantara Sejahtera Raya (NSR) yang menaungi Cinema 21 dan kemudian berkembang menjadi Cinema XXI.
Perannya semakin menonjol setelah Sudwikatmono, sepupu Presiden Soeharto sekaligus pemilik awal, melepas sahamnya pada 15 Juli 1999.
Saat itu, Harris dan Benny resmi menjadi pemilik utama jaringan bioskop tersebut.
Langkah ini menjadi titik balik penting yang mengantarkan Cinema XXI menguasai pasar layar lebar nasional.
Dalam struktur resmi perusahaan, nama Harris tercatat sebagai komisaris di NSR (kode saham CNMA di Bursa Efek Indonesia).
Kehadirannya sebagai tokoh eksekutif industri bioskop juga beberapa kali disorot dalam publikasi internasional, termasuk oleh Variety, yang menempatkannya sebagai figur penting perfilman Asia.
Meski begitu, dalam perkembangan terkini khususnya setelah IPO dan restrukturisasi nama Harris jarang disebut sebagai pemegang saham langsung.
Walau demikian, jejak kontribusinya dalam membangun pondasi jaringan bioskop modern di Indonesia tetap diakui, dan perannya tercatat kuat dalam sejarah pertumbuhan Cinema XXI bersama Benny Suherman. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id
| Upik Suleman Harumkan Nama Gorontalo di Turki, Raih Emas Sepak Takraw di Ajang Dunia |
|
|---|
| Sosok Munawir Razak, Kepala Lembaga Layanan Pedidikan Tinggi Wilayah XVI |
|
|---|
| Cerita Ilyas Ismail Belajar Foto Urban hingga Jadi Wedding Photographer Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Julianur Husain, Wanita Gorontalo yang Mengabdikan Diri untuk Sesama |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.