Gempa Bumi
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Maluku Tenggara, Tidak Berpotensi Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gempa-Mag53-11-Sep-25-160628-WIB-Lok550-LS13177-B.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Maluku Tenggara, Kamis (11/9/2025) pukul 16.06 WIB.
Pusat gempa terletak pada koordinat 5,50 LS dan 131,77 BT, atau sekitar 108 km barat laut Maluku Tenggara, dengan kedalaman 100 km.
BMKG menegaskan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Dengan kedalaman yang cukup besar, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa menengah dan diperkirakan tidak menimbulkan kerusakan signifikan.
Baca juga: Gempa Bumi SR 3.3 Menguncang Wilayah Pulau jawa, Indonesia BMKG: Kedalaman 10Km
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan dampak kerusakan maupun korban dari pemerintah daerah maupun warga sekitar.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diingatkan untuk selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Mengapa Indonesia Sering Diguncang Gempa?
Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas kegempaan tertinggi di dunia. Hal ini karena wilayah Nusantara berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), zona yang dikelilingi oleh banyak gunung api aktif dan pertemuan lempeng tektonik raksasa.
Secara geologi, Indonesia berada di titik temu empat lempeng besar dunia:
Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara,
Lempeng Eurasia yang relatif stabil,
Lempeng Pasifik yang bergerak ke barat, dan
Lempeng Filipina yang bergerak ke barat laut.
Tabrakan dan gesekan antar lempeng ini memicu terbentuknya patahan, subduksi, hingga aktivitas vulkanik yang menjadi sumber utama gempa bumi.
Gempa di Indonesia bisa terjadi karena dua faktor:
Gempa tektonik, akibat pergeseran atau tumbukan lempeng.
Gempa vulkanik, akibat aktivitas magma gunung berapi.
Kondisi inilah yang membuat gempa bumi dengan berbagai magnitudo sering dirasakan masyarakat, dari gempa kecil yang nyaris tak terasa hingga gempa besar yang berpotensi tsunami.
(*})