Berita Nasional
Purbaya Resmi Gantikan Sri Mulyani, Ternyata Ini Alasan Prabowo Ganti Sosok Menkeu
Alasan Presiden Prabowo Subianto mencopot Sri Mulyani dari kursi Menteri Keuangan akhirnya terbaca, terlalu memanjakan pejabat dan tidak pro rakyat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/serah-terima-jabatan-Sri-Mulyani-ke-Menkeu-baru.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Alasan Presiden Prabowo Subianto mencopot Sri Mulyani dari kursi Menteri Keuangan akhirnya terungkap.
Keputusan ini disebut tidak lepas dari penilaian bahwa kebijakan anggaran di era Sri Mulyani lebih condong memanjakan pejabat, bukan berpihak pada rakyat.
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, menyebut sudah waktunya Presiden memilih menteri yang benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting sebuah lembaga survei dan kajian politik ini juga menilai selama menjabat, Sri Mulyani terlalu fokus pada anggaran untuk pejabat negara dibanding program yang menyentuh masyarakat luas.
Prabowo resmi menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan baru menggantikan Sri Mulyani.
Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/9/2025).
Baca juga: Tiga Bansos Cair di September 2025! Ini Jadwal Pasti Pencairan KJP Plus, PKH, dan BPNT Cara Ceknya
Menurut pria yang berhasil menempuh pendidikannya dari S1 hingga S3 di jurusan Ilmu Politik, langkah ini juga tak lepas dari gelombang demonstrasi besar-besaran di berbagai daerah beberapa waktu terakhir yang mencerminkan kekecewaan publik.
Ia menambahkan, banyak pekerjaan rumah yang kini menanti Purbaya, terutama soal perombakan kebijakan anggaran agar lebih berpihak pada rakyat kecil.
Menurut Pangi, Presiden hanya memperoleh informasi 'yang baik-baik saja' dari bawahannya terkait kinerja Sri Mulyani sebagai 'penjaga anggaran negara'.
"Prabowo mendapatkan fakta kemarahan rakyat kemarin. Meskipun sebelumnya, inner circle info empirik dan obyektif nggak sampai ke telinga Prabowo karena banyak inner circle menjilat," ujarnya.
"Kabinet beliau nggak seperti pidato sebelumnya (yang menyebut) kabinet baik, solid, kabinet kompak, dan kabinet bekerja untuk rakyat tetapi faktanya kabinet yang menyusahkan rakyat dan bahkan statement-nya menyakitkan hati rakyat," sambung Pangi.
Pangi menilai banyak PR yang harus segera dikerjakan Purbaya setelah dilantik menjadi Menkeu.
Salah satunya menggeser anggaran jumbo bagi pejabat negara agar dialihkan untuk program yang menyejahterakan rakyat.
Baca juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair di September 2025, Begini Cara Cek Nama Penerima Secara Online
Untuk mencapai hal tersebut, Pangi menyarankan agar Purbaya merombak total kebijakan anggaran yang sudah sempat dilakukan di era Sri Mulyani.
"Rombak ulang program yang pelit selama ini pada rakyat, kebijakan yang boros pada gaji dan tunjangan pejabat."