Reshuffle Kabinet
Menteri Keuangan Sri Mulyani Diganti, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Bukan Dicopot atau Mundur
Sri Mulyani resmi diganti dari jabatan Menteri Keuangan. Mensesneg Prasetyo Hadi tegaskan pergantian bukan karena dicopot atau mundur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-r4t5y6y.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Menteri Keuangan Sri Mulyani resmi diganti dari jabatannya dalam reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025).
Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pergantian Sri Mulyani bukan karena dicopot atau mengundurkan diri.
Ia menyebut keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kabinet.
“Ya bukan mundur, bukan dicopot. Presiden memiliki hak prerogatif dan atas hasil evaluasi beliau memutuskan untuk melakukan perubahan formasi,” kata Prasetyo di Istana Negara, Jakarta.
Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa yang kini resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan.
Baca juga: Gaji Pensiunan PNS September Belum Cair? Ini Penyebab Keterlambatan dan Penjelasan Resmi PT Taspen
Sementara itu, Prasetyo meminta publik menghormati keputusan Presiden Prabowo serta tidak memperdebatkan istilah pencopotan.
Dilansir dari Tribun-Timur.com, lebih jauh Sri Mulyani membeberkan penjelasan detail.
“Pertimbangannya banyak. Itu kan ini presiden,” ujarnya.
Ia meminta publik menghormati keputusan Presiden Prabowo.
Ia pun meminta awak media tidak mempersoalkan mengenai diksi mundurnya Sri Mulyani.
“Pertanyaan kenapa bukan mundur atau enggak? Bismillah gitu loh apa yang menjadi keputusan bapak presiden, kita doakan bersama-sama. Semoga itu menjadi keputusan yang membawa kebaikan bagi kita semua,” ucapnya.
Prasetyo Hadi juga menegaskan bahwa reshuffle kabinet kali ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan Presiden.
Baca juga: Bansos PKH BPNT Cair! Ini Cara Mudah Cek Status Pencairannya Lewat Web dan Aplikasi Resmi
“Tidak ada kemudian karena suatu hal yang sangat spesifik. Ini semua kan bagian dari evaluasinya menyeluruh,” ucapnya.
Tugas Menkeu
Tugas utama Menteri Keuangan adalah mengelola keuangan negara.
Posisi ini sangat penting karena ia bertanggung jawab penuh atas kebijakan fiskal, pengelolaan anggaran, dan kekayaan negara.
Tanggung Jawab dan Wewenang
Secara rinci, tugas Menteri Keuangan meliputi:
Penyusunan Anggaran Negara (APBN).
Merumuskan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bersama Presiden. Ini mencakup memperkirakan pendapatan negara dari pajak dan non-pajak, serta merencanakan alokasi pengeluaran untuk pembangunan dan operasional pemerintahan.
Baca juga: Gaji Pensiunan PNS September Belum Cair? Ini Penyebab Keterlambatan dan Penjelasan Resmi PT Taspen
- Manajemen Fiskal dan Moneter.
Menentukan kebijakan fiskal, seperti tarif pajak, cukai, dan utang negara.
Ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi, menstabilkan ekonomi, dan mendorong pertumbuhan.
- Pengelolaan Kekayaan Negara.
Mengelola aset-aset negara, termasuk BUMN, kekayaan alam, dan properti pemerintah. Ini juga termasuk manajemen utang pemerintah dan investasi.
- Bea Cukai dan Perpajakan
Memimpin Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ini memastikan penerimaan negara dari pajak dan cukai tercapai untuk membiayai pembangunan.
- Perbendaharaan Negara.
Mengelola penerimaan dan pengeluaran kas negara. Menteri Keuangan memastikan bahwa dana pemerintah digunakan secara efisien dan akuntabel sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Prabowo Lantik 4 Menteri dan 1 Wakil Menteri
Baca juga: Dana Bansos PIP Sudah Cair tapi Belum Masuk Rekening? Simak Cara Cek dan Solusi Lengkapnya
Presiden Prabowo Subianto melantik empat menteri dan satu wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/92025).
Mereka yang dilantik di antaranya:
- Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani
- Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI): Mukhtarudin menggantikan Abdul Kadir Karding
- Menteri Koperasi: Ferry Joko Juliantono menggantikan Budi Arie Setiadi
- Menteri Haji dan Umrah: Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan
- Wakil Menteri Haji dan Umrah: Dahnil Anzar Simanjuntak
Pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran menteri Kabinet Merah Putih lainnya.
Adapun, pelantikan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Prabowo yang kemudian diikuti oleh para menteri yang baru dilantik.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," ujarnya.
Baca juga: Terungkap Alasan Kenapa Prabowo Ganti Kabinet Merah Putih hingga Bentuk Kementerian Baru
Dalam pelantikan tersebut dibacakan surat Keputusan Presiden mengenai pemberhentian dengan hormat Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, serta Menkopolkam Budi Gunawan.
Namun pejabat pengganti keduanya belum diumumkan.
Sri Mulyani Sempat Hadiri Rapat Bersama DPD RI
Sri Mulyani sempat dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).
Terlebih setelah rumah Sri Mulyani di Bintaro Tangerang Selatan menjadi sasaran penjarahan massa pada Minggu (31/8/2025) dini hari.
Namun, isu tersebut mereda setelah Sri Mulyani hadir secara daring rapat bersama Komite IV DPD RI pada Selasa (2/9/2025).
Rapat tersebut membahas Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) tahun 2026.
Sri Mulyani saat itu hadir bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.