Jumat, 13 Maret 2026

Gerhana Bulan Total

7 Fakta Unik Harus Kamu Ketahui Tentang Gerhana Bulan Total September 2025 yang Disebut Blood Moon

Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Gerhana Bulan Total ini akan terjadi pada Minggu (7/9/2025) malam Senin

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto 7 Fakta Unik Harus Kamu Ketahui Tentang Gerhana Bulan Total September 2025 yang Disebut Blood Moon
Gemini.Ai
GERHANA BULAN -- Gerhana Bulan Total adalah fenomena langit ketika matahari, bumi dan bulan dalam posisi sejajar, bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti bumi (umbra). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Langit Indonesia akan dihiasi oleh fenomena langit yang menakjubkan! Gerhana Bulan Total atau yang sering disebut Blood Moon diprediksi akan terjadi mulai Minggu malam, 7 September 2025, hingga dini hari Senin, 8 September 2025.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Observatorium Bosscha, fenomena langit ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke tanpa perlu alat bantu optik khusus.

Gerhana Bulan Total adalah fenomena langit ketika matahari, bumi dan bulan dalam posisi sejajar, bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti bumi (umbra).
 
Hal tersebut menyebabkan cahaya Matahari terhalangi oleh Bumi dan tidak sampai ke Bulan.

Demikian hal tersebut menyebabkan bulan tampak berwarna gelap kemerahan hingga disebut Blood Moon.

Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Gerhana Bulan Total ini akan terjadi pada Minggu (7/9/2025) malam Senin (8/9/2025) dini hari.

Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Hari ini 08 Sept 2025: Cinta, Karier, hingga Keuangan

Berikut ini Tribunjabar.id rangkum 7 fakta menarik tentang Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada malam ini 7-8 September 2025.

1.  Jadwal dan Durasi 

Dilansir dari Observatorium Bosscha, Gerhana Bulan Total ini akan berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin dini hari. 

Berikut jadwal lengkapnya dalam waktu Indonesia Barat (WIB): 

  • 22.28 WIB: gerhana penumbra dimulai 
  • 23.25 WIB: gerhana sebagian dimulai 
  • 01.11 WIB: gerhana total dimulai 
  • 02.33 WIB: gerhana total berakhir 
  • 03.39 WIB: gerhana sebagian berakhir 
  • 03.55 WIB: gerhana penumbra berakhir.

Fase totalitas saat Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan Bumi, akan berlangsung sekitar 1 jam 22 menit.

Demikian, secara keseluruhan durasi Gerhana Bulan Total ini berlangsung selama 3 jam 29 menit.

2. Disaksikan di Seluruh Wilayah Indonesia

Kali ini, fenomena langit Gerhana Bulan Total pada 7-8 September 2025 ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut BMKG, puncak gerhana bisa disaksikan di Indonesia pada 01.11 WIB, 02.11 WITA, dan 03.11 WIT.

Dikutip dari National Geographic, selain di Indonesia, Gerhana Bulan Total ini juga bisa dilihat di seluruh Asia, Australia, sebagian Eropa, dan Afrika timur.

Sedangkan Amerika Utara tidak dapat melihat Gerhana Bulan Total ini karena berada di siang hari saat gerhana terjadi.

Baca juga: Gerhana Bulan di Gorontalo Tertutup Kabut, Fenomena Langka Tak Terlihat Jelas

3. Disebut Blood Moon

Fenomena Gerhana Bulan Total yang terjadi di bulan September ini disebut Blood Moon karena saat totalitas Bumi menghalangi cahaya langsung ke Bulan, namun sebagian sinar Matahari masih mencapai Bulan melalui atmosfer Bumi.

Cahaya biru tersebar, sedangkan cahaya merah terbias dan menerangi Bulan, sehingga muncul warna kemerahan dan kekuningan hingga disebut Blood Moon atau Bulan Darah.

Itulah mengapa dijuluki sebagai "Bulan Darah", karena warnanya yang memang mirip dengan darah.

Dikutip dari Infoastronomy.org, Blood Moon atau "Bulan Darah" hanya terjadi ketika puncak peristiwa Gerhana Bulan Total.

4. Gerhana Bulan Total ke-2 di Tahun 2025

Fenomena Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 7-8 September 2025 ini merupakan Gerhan Bulan Total ke-2 yang terjadi di tahun 2025.

Sebelumnya, Gerhana Bulan Total juga terjadi pada 14 Maret 2025.

Namun, Gerhana Bulan Total pada Maret 2025 lalu ini hanya melintasi wilayah Lautan Pasifik, Amerika, Eropa, dan Asia.

5. Fenomena Langit Langka

Fenomena Gerhana Bulan Total ini termasuk fenomena langit langka.

Hal ini terjadi lantaran tidak setiap bulan terjadi dan tergantung pada perputaran rotasi bumi, pola orbit bulan dan pola siklus gerhana.

Banyak gerhana hanya sebagian atau penumbral, demikian tidak semua gerhana bulan itu total. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Gerhana Bulan Total atau Blood Moon di Gorontalo

Fenomena Gerhana Bulan Total berikutnya baru akan terjadi di Indonesia pada 2033.

6. Jadi Fenomena Langit Terbaik Dekade Ini

Secara keseluruhan durasi Gerhana Bulan Total pada 7-8 September 2025 ini akan berlangsung selama 3 jam 29 menit.

Menurut National Geographic, durasinya yang cukup panjang dan distribusi visibilitasnya yang luas, peristiwa ini menjadi salah satu pertunjukan langit terbaik dalam dekade ini.

7. Gerhana Bulan dalam Islam

Dalam Islam, Gerhana Bulan Total merupakan salah satu kejadian atau tanda-tanda kebesaran Sang Maha Pencipta, Allah SWT.

Bagi umat Islam, Gerhana Bulan Total dimaknai sebagai pengingat pada Sang Maha Kuasa.

Oleh karena itu saat gerhana bulan terjadi dianjurkan memperbanyak dia, zikir, taubat, sedekah, salat gerhana bulan (salat khusuf) dan mengerjakan amalan kebaikan lainnya.


Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved