Berita Internasional
Korea Utara Hapus Jejak Kim Jong Un di Beijing, Kursi Langsung Dilap, Gelas Disingkirkan
Pertemuan dua pemimpin dunia, Kim Jong Un dan Vladimir Putin, di Beijing berlangsung hangat dan penuh simbol persaudaraan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MENGHAPUS-JEJAK-Tak-ada-satupun-jejak-Kim-Jong-Un.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Pertemuan dua pemimpin dunia, Kim Jong Un dan Vladimir Putin, di Beijing berlangsung hangat dan penuh simbol persaudaraan.
Namun di balik suasana diplomatik itu, Korea Utara menunjukkan protokol pengamanan yang luar biasa ketat: setiap benda yang disentuh oleh Kim Jong Un langsung dibersihkan secara menyeluruh oleh stafnya, bahkan gelas minum dan sandaran kursi tak luput dari penghapusan jejak.
Dalam video yang dibagikan reporter Kremlin, Alexander Yunashev, dua staf Korea Utara terlihat mengelap kursi dan meja tempat Kim duduk selama lebih dari dua jam pembicaraan dengan Putin.
Gelas minum Kim disingkirkan, dan setiap permukaan yang bersentuhan dengan tubuhnya dibersihkan dengan teliti.
“Setelah negosiasi selesai, staf yang mendampingi kepala DPRK dengan hati-hati menghancurkan semua jejak keberadaan Kim,” kata Yunashev, merujuk pada Korea Utara.
Langkah ini bukan sekadar tindakan kebersihan. Menurut laporan dari surat kabar Jepang Nikkei, Korea Utara secara konsisten menerapkan protokol pengamanan biologis dalam setiap kunjungan luar negeri Kim Jong Un.
Salah satu caranya adalah dengan membawa toilet pribadi di kereta hijau khas yang digunakan untuk perjalanan diplomatik.
Tujuannya? Menyembunyikan jejak biologis seperti urin dan feses agar tidak bisa dianalisis oleh badan intelijen asing.
“Toilet khusus dan kantong sampah khusus berisi sampah, limbah, dan puntung rokok disediakan agar badan intelijen asing, bahkan yang bersahabat sekalipun, tidak mengambil sampel dan mengujinya,” ujar Michael Madden, pakar kepemimpinan Korea Utara dari Stimson Center.
“Ini akan memberikan wawasan tentang kondisi medis apa pun yang memengaruhi Kim Jong Un. Ini bisa termasuk rambut dan kutil kulit,” tambahnya.
Protokol Lama, Strategi Baru
Tindakan ekstrem ini bukan hal baru. Sejak era Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un, Korea Utara telah menerapkan strategi penghapusan jejak sebagai bagian dari sistem keamanan negara.
Pada pertemuan puncak di Hanoi tahun 2019, pengawal Kim bahkan membersihkan kamar hotelnya selama berjam-jam, termasuk mengganti kasur dan menyeka seluruh permukaan ruangan.
Saat bertemu Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 2018, petugas keamanan Korea Utara menyemprot dan mengelap kursi serta meja sebelum Kim duduk.
Semua dilakukan untuk mencegah pengambilan sampel DNA atau petunjuk kesehatan lainnya.
Meski Presiden Xi Jinping menyambut Kim dengan hangat di Beijing, Korea Utara tetap menunjukkan sikap waspada.
Bagi Pyongyang, perlindungan terhadap jejak biologis pemimpin bukan hanya soal privasi, tapi bagian dari strategi geopolitik dan pertahanan negara.
Setelah pertemuan resmi, Kim dan Putin menikmati teh bersama dan mengucapkan salam perpisahan yang hangat.
Namun jejak Kim di ruangan itu telah lenyap, dibersihkan, disingkirkan, dan dijaga agar tak ada satu pun informasi yang bisa bocor ke dunia luar. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.