Berita Nasional
Kronologi Lengkap Penemuan 5 Jasad Satu Keluarga di Indramayu
Warga Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, diguncang peristiwa mengerikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KELUARGA-BERDUKA-Suasana-duka-menyelimuti-Masjid-Madania-DesaKecamatan-Sindang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Warga Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, diguncang peristiwa mengerikan.
Lima anggota keluarga ditemukan tewas terkubur di halaman rumah mereka, Senin (1/9/2025) sore.
Penemuan ini bermula dari kecurigaan tetangga yang merasa ada kejanggalan sejak beberapa hari sebelumnya.
Sejak Kamis pekan lalu, Ayu, kerabat korban, tak lagi mendapat kabar dari Euis (37), menantu Haji Sahroni (70).
Biasanya, komunikasi mereka lancar lewat pesan dan telepon. Ayu kemudian menceritakan hal itu kepada Sohib (42), tetangga korban.
“Awalnya Ibu Ayu cerita ke saya. Katanya sudah beberapa hari WA ke Bu Euis nggak dibalas, telepon juga nggak diangkat. Rumah pun kelihatan sepi tanpa aktivitas,” ujar Sohib.
Ayu lalu menghubungi Ema (55), kerabat dekat keluarga Sahroni, untuk memeriksa rumah.
Dari luar, pintu terkunci rapat dan suasana rumah sunyi.
Pintu Dirobek, Bau Busuk Menyengat
Sekitar pukul 17.30 WIB, Ema bersama warga memutuskan mendobrak pintu.
Di dalam, rumah tampak rapi tanpa tanda keributan. Namun, bau busuk menyengat tercium dari arah halaman samping.
“Pas lihat lebih dekat, ternyata ada kaki manusia yang muncul dari gundukan tanah di bawah pohon nangka. Itu jasad Haji Sahroni. Saya langsung lemas dan teriak minta tolong,” kenang Ema dengan suara bergetar.
Warga segera melapor ke polisi. Sekitar pukul 19.30 WIB, aparat tiba dan melakukan penggalian.
Dari lubang yang sama, ditemukan empat jasad lain: Budi (43), anak Sahroni; Euis (37), menantu; Ratu (7), cucu; dan seorang bayi berusia delapan bulan.
“Jumlahnya lima orang, semuanya masih satu keluarga. Yang pertama kelihatan Pak Sahroni, baru polisi menemukan jasad lainnya,” kata Sohib.