Bansos 2025
Cair September 2025, Ini 8 Jenis Bansos dari Pemerintah, Termasuk BSU Guru dan PIP Siswa
Di bulan September 2025, pemerintah cairkan 8 bansos sekaligus. Ada PKH, BPNT, PIP hingga BSU guru PAUD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/bansos-pkh-pakai-ikd.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Memasuki bulan September 2025, pemerintah kembali menyalurkan sejumlah bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat.
Tidak hanya PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) tahap 3, ada pula beberapa bansos lain yang cair bersamaan bulan ini.
Bansos tersebut mencakup berbagai kelompok penerima, mulai dari keluarga miskin, siswa sekolah, anak yatim piatu, hingga guru non-ASN dan pendidik PAUD nonformal.
Tujuannya adalah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di tengah meningkatnya beban ekonomi.
Secara total, ada 8 jenis bansos yang disalurkan pada September 2025, di antaranya PKH, BPNT, BLT Dana Desa, PIP, hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi guru PAUD.
Masing-masing memiliki mekanisme pencairan dan besaran bantuan yang berbeda sesuai sasaran program.
Dilansir dari Tribunnews.com, selengkapnya, inilah 8 bansos yang akan cair pada bulan September 2025:
1. PKH
PKH akan cair pada September 2025 dan pencairannya memasuki tahap 3 untuk periode Juli-September.
PKH diberikan secara bertahap dalam satu tahun melalui Bank/Pos Penyalur berupa uang secara tunai maupun non tunai.
Kategori penerima PKH umumnya mencakup keluarga yang tergolong sangat miskin dan memiliki beberapa kategori.
Misalnya ibu hamil/nifas, anak-anak sekolah (SD, SMP, SMA/sederajat), penyandang disabilitas berat, dan lansia.
Penerima manfaat harus memenuhi persyaratan dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau yang sudah diubah menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Berikut besaran bantuan PKH tahap 3 tahun 2025 sesuai kategori:
- Ibu Hamil:
- Indeks/tahun Rp3.000.000
- Indeks/3 bulan Rp750.000
- Indeks/2 bulan Rp500.000
- Indeks/bulan Rp250.000 - Anak Usia 0 sd 6 tahun:
- Indeks/tahun Rp3.000.000
- Indeks/3 bulan Rp750.000
- Indeks/2 bulan Rp500.000
- Indeks/bulan Rp250.000 - Anak Sekolah SD
- Indeks/tahun Rp900.000
- Indeks/3 bulan Rp225.000
- Indeks/2 bulan Rp150.000 - Anak Sekolah SLTP
- Indeks/tahun Rp1.500.000
- Indeks/3 bulan Rp357.000
- Indeks/2 bulan Rp250.000
- Indeks/bulan Rp125.000 - Anak Sekolah SLTA
- Indeks/tahun Rp2.000.000
- Indeks/3 bulan Rp500.000
- Indeks/2 bulan Rp333.333
- Indeks/bulan Rp166.666 - Disabilitas berat
- Indeks/tahun Rp2.400.000
- Indeks/3 bulan Rp600.000
- Indeks/2 bulan Rp400.000
- Indeks/bulan Rp200.000 - Lansia 60 Tahun ke atas
- Indeks/tahun Rp2.400.000
- Indeks/3 bulan Rp600.000
- Indeks/2 bulan Rp400.000
- Indeks/bulan Rp200.000 - Korban Pelanggan HAM Berat
- Indeks/tahun Rp10.800.000
- Indeks/3 bulan Rp2.700.000
- Indeks/2 bulan Rp1.800.000
- Indeks/bulan Rp900.000
2. BPNT
Selanjutnya, ada BPNT atau yang dulu bernama bansos Sembako. Pada bulan ini, penyaluran BPNT juga memasuki tahap 3.
Nilai BPNT sejumlah Rp 200 ribu per per KPM per bulan dan yang disalurkan secara tunai dan/atau non tunai oleh Bank/Pos Penyalur.
Waktu penyaluran BPNT dilaksanakan setiap periode atau sesuai dengan kebijakan pemerintah. Misal dua atau tiga bulan sekaligus.
Penyaluran Program Sembako dapat dilaksanakan bersamaan dengan penyaluran Bantuan Sosial lainnya di Kementerian Sosial.
Segmentasi penerima BPNT meliputi:
- Penyandang disabilitas tunggal;
- Lanjut usia tunggal;
- KPM memiliki anggota lanjut usia dan/atau penyandang disabilitas;
- KPM tanpa lanjut usia dan/atau penyandang disabilitas yang kepala keluarga berusia 40 (empat puluh) tahun ke atas sampai
dengan usia di bawah 60 (enam puluh) tahun; dan/atau - KPM tanpa lanjut usia dan/atau penyandang disabilitas dengan kepala keluarga berusia di bawah 40 (empat puluh) tahun
Bansos lain yang akan cair pada September 2025 adalah BLT Dana Desa alias BLT DD.
Penerima BLT Dana Desa akan mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan pada September 2025.
Proses pencairan BLT Dana Desa tergantung pada kebijakan setiap desa. Ada yang per 2 atau 3 bulan sekali.
Nantinya, penerima BLT Dana Desa akan mendapatkan undangan dari pihak desa/kelurahan untuk menerima BLT Dana Desa 2025.
Anak-anak yatim piatu juga akan mendapatkan bansos dari pemerintah dalam program Asistensi Rehabilitasi Sosial Yatim Piatu (Atensi YAPI).
Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua.
Bantuan Yatim Piatu dikhususkan kepada anak-anak dari keluarga yang berstatus fakir miskin, rentan, disabilitas, dan tidak mampu, yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
Besaran Bantuan Yatim Piatu yang diterima anak-anak adalah Rp 200 ribu per bulan.
Bantuan disalurkan secara transfer melalui bank himbara dan kantor pos.
5. Bantuan Iuran BPJS Kesehatan
Pemerintah juga menyalurkan bantuan dalam bentuk dana untuk iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Bantuan ini sebesar Rp 42.000 per orang per bulan dan langsung dialokasikan ke rumah sakit atau pusat layanan kesehatan.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu membayar biaya ketika berobat menggunakan BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).
6. Bantuan Insentif bagi Guru Non-ASN
Bagi para guru non-ASN juga akan mendapatkan bansos yaitu bantuan insentif sebesar Rp 2,1 juta.
Bantuan Insentif disalurkan sekaligus dalam satu waktu yaitu pada September 2025 kepada guru non-ASN yang memenuhi syarat.
Di antaranya terdaftar aktif di Dapodik, memiliki NUPTK, dan tidak menerima bantuan serupa lainnya.
"Guru penerima bantuan insentif diberi kesempatan melakukan aktivasi rekening sampai tanggal 30 Januari 2026.'
"Kalau lewat dari waktu itu, uangnya akan dikembalikan ke kas negara," kata Subkordinator Aneka Tunjangan Puslapdik, Sri Lestariningsih dikutip dari puslapdik.kemendikdasmen.go.id.
Penerima dapat memeriksa status kelayakannya di portal resmi Info GTK melalui tautan https://info.gtk.dikdasmen.go.id/.
7. BSU bagi Pendidik PAUD Nonformal
Bansos lain yang akan disalurkan untuk guru adalah Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi guru PAUD Nonformal.
BSU tersebut diberikan kepada 253.407 pendidik PAUD di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, seperti di Kelompok Bermain(KB), Tempat Penitipan Anak (TPA) dan Satuan PAUD Sejenis.
Besaran BSU yang diterima adalah Rp 600 ribu dan akan dibayarkan sekaligus pada September 2025.
Syarat penerima BSU bagi guru PAUD Nonformal adalah:
- tidak berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN)
- tidak memiliki sertifikat pendidik
- tidak menerima bantuan insentif, bantuan subsidi upah dan gaji dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
- tidak menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial, seperti Program Keluarga Harapan dan Kartu Keluarga Sejahtera.
- tidak menerima BSU ketenagakerjaan dari Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS)
- terdata sebagai Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga 30 April 2025 pada kategori pekerja penerima upah
8. PIP
Pada bulan September 2025, juga akan cair bansos Program Indonesia Pintar (PIP).
PIP diberikan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu dalam mengakses pendidikan.
PIP diperuntukkan untuk siswa di kelas berjalan, yaitu siswa kelas 1-5 SD, 7-8 SMP, dan 10-11 SMA/sederajat.
Berikut besaran PIP untuk siswa SD hingga SMA:
- Siswa SD/SDLB/Paket A: Rp 450.000 per tahun
- Siswa SMP/SMPLB/Paket B: Rp 750.000 per tahun
- Siswa SMA/SMK/SMALB/Paket C: 1 juta per per tahun.
- Siswa yang duduk di kelas akhir juga akan menerima PIP. Hanya saja besarannya berbeda.
Berikut besaran pencairan PIP 2025 untuk siswa kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA/SMK:
- Siswa SD: Rp 225.000
- Siswa SMP: Rp 375.000
- Siswa SMA/SMK: Rp 900.000. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.