Berita Viral
Disangka Intel, Rusdamdiansyah Sopir Ojol Tewas Dikeroyok Massa saat Demo
Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Rusdamdiansyah alias Dandi (25) tewas dikeroyok massa di depan kampus UMI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dandi-ojol-di-makassar.jpg)
Ia sempat dilarikan ke RSUP Dr. Sardjito, namun nyawanya tak tertolong.
Ayahnya, Yoyon Surono, menemukan luka-luka mencurigakan pada jenazah putranya, seperti dugaan patah leher kiri, bekas pijakan sepatu di perut, serta luka lecet dan sayatan.
Hingga kini, keluarga belum menerima penjelasan resmi terkait penyebab pasti kematiannya.
2. Affan Kurniawan
Seorang pengemudi ojek daring berusia 21 tahun, Affan Kurniawan, meninggal pada 28 Agustus 2025. Ia terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, saat sedang mengantarkan pesanan makanan di tengah kerusuhan.
Affan, yang bukan bagian dari massa aksi, terpeleset saat mencari jalur alternatif dan ditabrak serta terlindas oleh kendaraan Barracuda Brimob. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.
3. Muhammad Akbar Basri
Dikenal dengan sapaan Abay, Muhammad Akbar Basri adalah staf Humas dan fotografer protokoler DPRD Kota Makassar.
Ia meninggal dunia dalam tragedi pembakaran Gedung DPRD Makassar pada Jumat malam, 29 Agustus 2025.
Abay terjebak di dalam ruangan saat massa membakar gedung dan tidak sempat menyelamatkan diri. Jenazahnya ditemukan hangus terbakar setelah api berhasil dipadamkan.
4. Andika Lutfi Falah
Seorang pelajar kelas 11 SMK Negeri 14 Kabupaten Tangerang, Andika Lutfi Falah, meninggal dunia setelah mengalami luka berat dalam kerusuhan di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada 28 Agustus 2025.
Andika, yang pergi ke Jakarta tanpa sepengetahuan orang tua, mengalami benturan benda tumpul di bagian belakang kepala yang membuatnya koma. Ia sempat dirawat intensif namun meninggal dunia pada 30 Agustus 2025.
5. Iko Juliant Junior
Iko Juliant Junior, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes), meninggal dunia pada 31 Agustus 2025 dalam kondisi yang memicu kejanggalan.
Ia sempat memberi kabar akan menjemput temannya yang ditahan usai demonstrasi.
Pada Minggu pagi, Iko ditemukan dalam kondisi kritis dan diantar ke rumah sakit dengan kendaraan Brimob.
Ia mengalami kerusakan limpa dan pendarahan hebat. Sebelum meninggal, Iko sempat mengigau, berkata: “Ampun Pak, tolong Pak, jangan pukulin saya lagi.”