Demo DPR RI
Gelombang Demo di Indonesia Picu Peringatan dari Kedubes Asing: Warga Diminta Hindari DPR
selain sebagai salah satu negara demokrasi yang menjunjung tinggi solidaritas dan toleransi, Indonesia di mata dunia adalah negara yang tenang, indah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kedutaan-Negara-Asing-Keluarkan-Peringatan-xmcn.jpg)
2. Malaysia
Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, melalui akun Instagram resmi @myembjkt, mengeluarkan imbauan pada 29 Agustus 2025. Pihak kedutaan menyatakan tengah memantau secara ketat perkembangan situasi menyusul serangkaian demonstrasi khususnya di wilayah Senayan, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.
"Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta memantau rapi perkembangan terkini susulan beberapa siri demonstrasi di Senayan yang bermula pada 25 Ogos 2025 dan mempengaruhi aliran pergerakan trafik dengan penutupan beberapa lokasi khususnya di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Kedutaan Besar Malaysia menasihatkan agar warganegara Malaysia yang bermastautin di Jakarta dan warganegara Malaysia yang berkunjung untuk urusan pelancongan, perniagaan dan sebagainya supaya sentiasa memantau perkembangan terkini lokasi aktiviti demonstrasi melalui pengumuman pihak berkuasa dan media tempatan. Warganegara Malaysia juga dinasihatkan untuk menghindari lokasi demonstrasi dan tidak melibatkan diri dalam apa jua tindakan yang menyalahi undang-undang tempatan. Untuk bantuan konsular, sila hubungi Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta di talian +6281380813036."
3. Prancis
Melalui akun @francenindonesie, Kedutaan Besar Prancis mengimbau warganya untuk berhati-hati seiring dengan merebaknya protes di berbagai kota.
"Pesan kepada orang Prancis yang hadir di Indonesia - 30/08/2025. Karena protes yang sedang berlangsung di berbagai kota di Indonesia, warga negara Prancis yang hadir di wilayah Indonesia diundang untuk waspada dan berhati-hati dalam perjalanan mereka, mengikuti instruksi yang diberikan oleh pemerintah daerah dan menghindari area risiko dan pembatasan."
4. Jepang
Dalam peringatan resmi di Facebook pada 30 Agustus, Kedutaan Jepang menyebutkan bahwa demonstrasi telah berubah menjadi aksi kekerasan di beberapa wilayah, termasuk pembakaran dan penyerangan terhadap gedung DPR serta fasilitas umum.
Oleh karena itu, Jepang meminta warganya yang berada di Indonesia untuk berhati-hati, berikut peringatannya:
"Informasi Demonstrasi Skala Besar (Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Barat, dll.: 30 Agustus)
“Unjuk rasa berlanjut hingga larut malam di Jakarta. Laporan menyebut massa kembali berkumpul di depan gedung DPR hari ini,” tulis pernyataan tersebut.
-
- Kemarin, 29 Agustus, protes di seluruh Indonesia semakin intensif, mengakibatkan pembakaran dan vandalisme yang menargetkan gedung-gedung pemerintah, DPRD, DPRD, dan fasilitas kepolisian, yang mengakibatkan kematian dan cedera.
- Di Jakarta, demonstrasi berlanjut hingga larut malam, dengan serangan terhadap Gedung DPR dan fasilitas kepolisian, serta pembakaran dan vandalisme di fasilitas umum seperti stasiun MRT dan halte TransJakarta, yang menyebabkan kerusakan parah.Ada laporan bahwa massa telah berkumpul di depan Gedung DPR dan lokasi lainnya hari ini.
- Demonstrasi protes juga diadakan di luar Jakarta di Bandung di Jawa Barat, Semarang dan Solo di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Pontianak di Kalimantan Barat.
- Mengingat banyaknya unggahan di media sosial yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam demonstrasi protes, kita tidak menutup kemungkinan bahwa demonstrasi serupa akan kembali terjadi di masa mendatang.
- Mohon terus hindari kegiatan di luar rumah yang tidak perlu, dan jika memungkinkan, usahakan untuk menjauh dari fasilitas kepolisian dan area di sekitar Parlemen dan gedung DPR setempat. Jika Anda menjumpai demonstrasi, harap segera tinggalkan area tersebut."
5. Amerika Serikat
Melalui akun Instagram @usembassyjkt, Kedutaan Besar AS mengeluarkan “Demonstration Alert”, meminta warganya mendaftar di Smart Traveler Enrollment Program (STEP).
“Warga diminta tetap waspada, hindari area unjuk rasa, dan pantau informasi dari sumber resmi.”
6. Filipina