Update Demo
Rumah Ketua DPR RI Puan Maharani Digeruduk Massa Usai Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio Dijarah
Gelombang demo makin memanas, ribuan massa geruduk rumah Ketua DPR RI Puan Maharani dan mendesak agar ia keluar menemui warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/rumah-Puan-Maharani.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Gelombang unjuk rasa di Jakarta kembali memanas.
Setelah sejumlah rumah pejabat dan anggota DPR digeruduk massa, kini giliran kediaman Ketua DPR RI Puan Maharani yang menjadi sasaran.
Ribuan orang berkumpul di sekitar lokasi sejak Sabtu malam (30/8/2025) hingga Minggu dini hari.
Massa yang datang membawa poster dan orasi lantang menuntut agar Puan keluar menemui mereka.
Situasi kian ramai seiring bertambahnya jumlah warga yang berdatangan, membuat kawasan di sekitar rumah Puan padat dan sulit dikendalikan aparat keamanan.
Aksi ini merupakan rangkaian dari demonstrasi besar-besaran yang dipicu kekecewaan publik terhadap kinerja DPR serta kasus tewasnya pengemudi ojek online saat aksi sebelumnya.
Serbuan massa ke rumah Puan menandai eskalasi terbaru dari gelombang protes yang belum mereda.
Dilansir dari Tribunnews.com, makin malam, massa pun semakin ramai berkumpul di depan rumah Puan Maharani dan meminta politikus PDI-P itu untuk keluar menemui mereka.
Namun hingga berita ini tayang, belum ada informasi lebih lanjut apakah massa berhasil masuk ke dalam rumah atau tidak.
Sebelumnya, rumah Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani dilaporkan rusak usai digasak massa.
Aksi tersebut buntut pecahnya protes publik sejak 25 Agustus 2025 tekait isu kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI.
Publik juga dibuat makin geram setelah viralnya Kader Partai Amanat Nasioanal (PAN) Eko Patrio dan Uya Kuya karena berjoget ria dalam Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada 15 Agustus 2025 lalu.
Kemudian, kemarahan memuncak setelah seorang pengemudi ojek online tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demonstrasi berlangsung pada 28 Agustus.
Di tengah situasi yang masih belum kondusif, Puan Maharani akhirnya muncul ke publik.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas kinerja legislatif yang saat ini dinilai belum sepenuhnya berjalan baik.