Tips and Lifestyle
Peneliti Temukan Protein Baru Penyebab Penyakit Jantung, Bukan Hanya Kolesterol dan Tekanan Darah
Selama bertahun-tahun, dokter berupaya mencegah penyakit jantung dengan mengendalikan diabetes, menurunkan tekanan darah,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JANTUNG-Penyakit-jantung-tak-melulu-dipicu-koleterol-dan-darah-tinggi-Begini-penelitiannya.jpg)
Tim peneliti juga meneliti data genetik ribuan orang dan menemukan bahwa gen bernama PLAUR mengontrol produksi suPAR dalam tubuh.
Orang dengan variasi gen tertentu menghasilkan suPAR lebih tinggi dan memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit arteri.
Temuan ini kemudian diperkuat melalui analisis genetik terhadap sekitar 500.000 peserta dari basis data kesehatan besar di Inggris, UK Biobank. Hasil analisis menunjukkan bahwa suPAR bukan sekadar berkaitan dengan penyakit jantung, tetapi dapat menjadi penyebab langsungnya.
Uji Coba pada Hewan Perkuat Bukti
Eksperimen pada tikus juga memperkuat hasil penelitian tersebut. Tikus dengan kadar suPAR tinggi mengalami penumpukan plak lebih banyak di arteri dibandingkan tikus dengan kadar normal.
Hal ini membuktikan bahwa protein tersebut secara langsung berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah.
Penemuan ini dinilai penting karena terapi penyakit jantung saat ini belum menargetkan suPAR. Obat penurun kolesterol seperti statin tidak memengaruhi kadar protein tersebut.
Para ilmuwan kini tengah mengembangkan strategi untuk menurunkan kadar suPAR sebagai pendekatan baru dalam pencegahan penyakit jantung.
Terapi ini berpotensi membantu pasien yang tetap mengalami masalah jantung meski sudah mengikuti anjuran medis.
Studi ini juga menemukan kaitan antara penyakit jantung dan penyakit ginjal, karena kadar suPAR tinggi dikaitkan dengan kedua kondisi tersebut.
Banyak pasien mengalami keduanya secara bersamaan, sehingga terapi yang menargetkan suPAR bisa memberikan manfaat lebih luas.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Salim Hayek dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Clinical Investigation ini menjadi langkah besar dalam memahami penyebab tersembunyi penyakit jantung.
Dengan mengungkap peran faktor imun di balik kerusakan arteri, para ilmuwan berharap dapat mengembangkan cara yang lebih efektif untuk mencegah serangan jantung dan stroke di masa depan. (*)