Tips and Lifestyle
Peneliti Temukan Protein Baru Penyebab Penyakit Jantung, Bukan Hanya Kolesterol dan Tekanan Darah
Selama bertahun-tahun, dokter berupaya mencegah penyakit jantung dengan mengendalikan diabetes, menurunkan tekanan darah,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JANTUNG-Penyakit-jantung-tak-melulu-dipicu-koleterol-dan-darah-tinggi-Begini-penelitiannya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Selama bertahun-tahun, dokter berupaya mencegah penyakit jantung dengan mengendalikan diabetes, menurunkan tekanan darah, serta mengurangi kadar kolesterol.
Obat-obatan seperti aspirin dan statin telah menyelamatkan banyak nyawa. Namun, penyakit jantung tetap menjadi penyebab kematian nomor satu di Amerika Serikat dan banyak negara lainnya.
Bahkan orang yang sudah disiplin mengontrol faktor risiko masih bisa mengalami serangan jantung atau stroke.
Kondisi ini mendorong para ilmuwan mencari penyebab tersembunyi lain di balik penyakit jantung.
Baca juga: Kajari Gorontalo Utara Dukung Program Pemkab Gorut, Bupati Thariq : Ini Babak Baru Bagi Kita
Kini, peneliti dari University of Michigan menemukan faktor baru yang diduga menjadi pemicu utama penyakit jantung. Faktor tersebut adalah protein dari sistem kekebalan tubuh bernama suPAR.
SuPAR dan Perannya dalam Penyumbatan Arteri
Protein suPAR berperan besar dalam proses aterosklerosis, yaitu kondisi ketika pembuluh darah arteri menyempit dan mengeras akibat penumpukan plak.
Ketika arteri tersumbat, aliran darah terganggu sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Aterosklerosis memengaruhi lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit jantung.
Selama ini, dokter mengetahui bahwa kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, dan tekanan darah tinggi berkontribusi terhadap pembentukan plak.
Namun riset terbaru ini menunjukkan bahwa peradangan akibat sistem imun juga menjadi faktor penting.
SuPAR diproduksi di sumsum tulang dan membantu mengatur aktivitas sistem kekebalan tubuh.
Baca juga: Bangun Jam 5 Pagi Bikin Sukses? Ternyata tak Semua Orang Cocok, Ini Fakta Ilmiahnya
Jika kadarnya terlalu tinggi, sistem imun tetap berada dalam kondisi siaga terus-menerus.
Peradangan kronis inilah yang dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat penumpukan plak.
Studi pada Ribuan Orang Dewasa
Untuk membuktikan kaitan tersebut, para ilmuwan menganalisis data kesehatan lebih dari 5.000 orang dewasa yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung.
Hasilnya, individu dengan kadar suPAR lebih tinggi terbukti lebih berisiko mengalami aterosklerosis, meski kadar kolesterol dan tekanan darah mereka normal.
Tim peneliti juga meneliti data genetik ribuan orang dan menemukan bahwa gen bernama PLAUR mengontrol produksi suPAR dalam tubuh.
Orang dengan variasi gen tertentu menghasilkan suPAR lebih tinggi dan memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit arteri.
Temuan ini kemudian diperkuat melalui analisis genetik terhadap sekitar 500.000 peserta dari basis data kesehatan besar di Inggris, UK Biobank. Hasil analisis menunjukkan bahwa suPAR bukan sekadar berkaitan dengan penyakit jantung, tetapi dapat menjadi penyebab langsungnya.
Uji Coba pada Hewan Perkuat Bukti
Eksperimen pada tikus juga memperkuat hasil penelitian tersebut. Tikus dengan kadar suPAR tinggi mengalami penumpukan plak lebih banyak di arteri dibandingkan tikus dengan kadar normal.
Hal ini membuktikan bahwa protein tersebut secara langsung berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah.
Penemuan ini dinilai penting karena terapi penyakit jantung saat ini belum menargetkan suPAR. Obat penurun kolesterol seperti statin tidak memengaruhi kadar protein tersebut.
Para ilmuwan kini tengah mengembangkan strategi untuk menurunkan kadar suPAR sebagai pendekatan baru dalam pencegahan penyakit jantung.
Terapi ini berpotensi membantu pasien yang tetap mengalami masalah jantung meski sudah mengikuti anjuran medis.
Studi ini juga menemukan kaitan antara penyakit jantung dan penyakit ginjal, karena kadar suPAR tinggi dikaitkan dengan kedua kondisi tersebut.
Banyak pasien mengalami keduanya secara bersamaan, sehingga terapi yang menargetkan suPAR bisa memberikan manfaat lebih luas.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Salim Hayek dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Clinical Investigation ini menjadi langkah besar dalam memahami penyebab tersembunyi penyakit jantung.
Dengan mengungkap peran faktor imun di balik kerusakan arteri, para ilmuwan berharap dapat mengembangkan cara yang lebih efektif untuk mencegah serangan jantung dan stroke di masa depan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.