Pemkot Gorontalo
Mulai Pekan Depan, ASN Pemkot Gorontalo Diwajibkan Bersih-Bersih Lingkungan Kantor Sebelum Kerja
Pemerintah Kota Gorontalo akan memberlakukan kebiasaan baru bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai pekan depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/APEL-Wali-Kota-Gorontalo-Adhan-Dambea-saat-pidato.jpg)
Ringkasan Berita:
- Rutinitas kerja aparatur di Gorontalo akan mengalami perubahan dengan adanya kebiasaan baru sebelum aktivitas dimulai.
- Langkah ini bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi diarahkan untuk membentuk pola pikir dan disiplin baru di lingkungan pemerintahan.
- Di balik itu, ada upaya mendorong perubahan budaya kerja yang lebih peduli terhadap lingkungan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemerintah Kota Gorontalo akan memberlakukan kebiasaan baru bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai pekan depan.
Seluruh ASN diwajibkan melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sebelum memulai aktivitas di kantor.
Kebijakan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI, program nasional yang difokuskan pada penanganan persoalan sampah di daerah.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan kegiatan tersebut akan dilaksanakan setiap hari Selasa.
Baca juga: Terungkap Identitas Remaja Meninggal Kecelakaan di Bone Bolango Pesisir Gorontalo
"Indonesia ASRI mulai dilaksanakan pekan depan, tiap hari selasa. Sebenarnya dengan Jumat, tapi krn ada edaran WFA dari pusat, tinggal hari Selasa," ujarnya saat memimpin apel kerja pasca libur Lebaran, Rabu (25/3/2026).
Wajib Turun Langsung, Tak Sekadar Instruksi
Berbeda dari kegiatan seremonial, pelaksanaan program ini menuntut keterlibatan langsung ASN di lapangan.
Mereka diminta membersihkan lingkungan sekitar kantor sebelum memulai pekerjaan rutin.
"Semua wajib turun bekerja, dan akan saya pantau," tegas Adhan.
Penegasan tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya bersifat imbauan, tetapi menjadi bagian dari disiplin kerja ASN.
Dorong Budaya Baru di Lingkungan Pemerintahan
Gerakan ini sekaligus diarahkan untuk membentuk kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja.
Pemerintah daerah berharap langkah ini mampu memberikan dampak nyata terhadap penanganan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif ASN.
Di sisi lain, Wali Kota juga menyinggung capaian kinerja pemerintah daerah yang berhasil meraih 24 penghargaan tingkat nasional dalam setahun terakhir.
"Penghargaan yang diraih selama satu tahun kepemimpinan saya dengan Pak Indra bukan hanya karena kerja kami berdua, tapi berkat teman-teman semua yang sudah berdedikasi untuk daerah," pungkasnya.
Program Presiden
Presiden Prabowo Subianto menempatkan isu kebersihan sebagai prioritas dalam agenda pembangunan nasional melalui gerakan bertajuk ASRI.
Gerakan ini menjadi simbol dorongan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari desa hingga kota besar.
“Termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan buktikan,” ujar Presiden dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Sampah Ditargetkan Tuntas dari Level Terbawah
Dalam implementasinya, Presiden menekankan pendekatan baru dalam pengelolaan sampah, yakni menyelesaikan persoalan langsung dari sumbernya.
Ia mendorong penggunaan teknologi pengolahan sampah skala kecil yang ramah lingkungan agar setiap wilayah mampu mandiri tanpa bergantung pada tempat pembuangan akhir.
“Tidak merusak, tidak menimbulkan bau, yang cukup dalam skala-skala kecil. Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita. Di setiap kecamatan kita. Sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga. Yang besar-besar ya kita terpaksa cari teknologi yang terbaik dan kita sudah mulai,” ujarnya.
Gerakan Nasional yang Mulai Dijalankan
Presiden memastikan Gerakan ASRI bukan sekadar konsep, melainkan sudah mulai dijalankan dan akan diperluas secara bertahap ke seluruh daerah.
“Ini sudah mulai bekerja. Saya juga berharap kita akan lakukan gentengisasi seluruh desa, kecamatan, dan seluruh kota-kota besar Indonesia,” tambahnya.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin mendorong perubahan pola pengelolaan lingkungan yang lebih cepat, merata, dan berbasis partisipasi dari tingkat paling bawah.
Gerakan ASRI diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus membangun budaya bersih di tengah masyarakat. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.