Harga Bahan Pokok
Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Gorontalo Mulai Turun Pasca-Lebaran, Ini Daftarnya
Pasca-Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, sejumlah harga bahan pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo mulai mengalami penurunan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-di-Pasar-Sentral-Kota-Gorontalo-Selasa-2432026-pagi.jpg)
Ringkasan Berita:
- Cabai rawit turun ke Rp120.000/kg (dari Rp150.000), tomat turun ke Rp10.000/kg, namun cabai keriting naik dua kali lipat
- Ayam potong tetap di kisaran Rp65.000–Rp75.000 per ekor, daging sapi Rp135.000–Rp150.000/kg, minyak kelapa Rp12.000–Rp30.000, telur Rp72.000 per rak, dan beras berbagai varietas masih normal (Rp14.500–Rp15.500/kg).
- Suasana Pasar Sentral Kota Gorontalo masih lengang, jumlah pembeli belum signifikan, pedagang berharap pemerintah ambil langkah strategis
TRIBUNGORONTALO.COM – Pasca-Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, sejumlah harga bahan pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo mulai mengalami penurunan. Meski demikian, harga tersebut dinilai masih tergolong tinggi dibandingkan kondisi normal pada hari-hari biasa.
Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan pada Selasa (24/3/2026), aktivitas jual beli di Pasar Sentral terpantau belum sepenuhnya pulih. Suasana pasar masih relatif lengang dengan jumlah pembeli yang belum signifikan.
Salah satu pedagang bahan pokok, Apris Mahmud, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit saat ini berada di angka Rp120.000 per kilogram. Angka tersebut memang menurun dibandingkan saat puncak Lebaran yang sempat menembus Rp150.000 per kilogram.
“Sekarang Rp120.000 per kilogram. Memang masih tinggi, tapi sudah turun dari kemarin saat Lebaran sempat Rp150.000,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Berbeda dengan cabai rawit, harga cabai keriting justru mengalami kenaikan cukup signifikan. Saat ini, cabai keriting dijual seharga Rp80.000 per kilogram, naik dua kali lipat dari harga sebelumnya yang hanya Rp40.000.
Sementara itu, harga tomat mengalami penurunan dari Rp15.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.
“Tomat masih terbilang normal, tidak naik dan tidak juga turun drastis,” tambah Apris.
Untuk komoditas bawang merah, harga justru melonjak menjadi Rp60.000 per kilogram dari sebelumnya Rp40.000.
“Bawang merah naik jadi Rp60.000. Memang komoditas ini sering fluktuatif,” katanya.
Baca juga: Kesempatan Emas! Pertamina dan BRI Buka Lowongan Kerja di Gorontalo, Cek Persyaratannya
Sedangkan bawang putih cenderung stabil meski ada kenaikan tipis. Saat ini dibanderol sekitar Rp50.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp40.000.
Di sisi lain, pedagang ayam potong, Rasyid Muslim, menyebut harga ayam relatif stabil sejak sebelum hingga sesudah Lebaran. Ayam ukuran besar dijual di kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000 per ekor, sementara ukuran kecil sekitar Rp65.000 per ekor.
Hal senada disampaikan pedagang daging sapi, Amin Ahyari. Ia menyebut harga daging sapi masih bertahan di kisaran Rp135.000 hingga Rp150.000 per kilogram.
“Daging sapi ini fluktuasinya tipis, naik sedikit lalu turun sedikit. Tapi masih di kisaran itu,” ucapnya.
Untuk minyak kelapa, harga terpantau stabil. Kemasan botol mineral kecil dijual sekitar Rp12.000, sedangkan ukuran besar berkisar Rp28.000 hingga Rp30.000.
Untuk komoditas telur, harga bervariasi tergantung kualitas. Pedagang telur, Anti Ria, mengatakan saat ini harga telur berada di kisaran Rp72.000 per rak atau sekitar Rp2.300 hingga Rp2.400 per butir.
Adapun untuk beras, harga masih berada di level normal dengan berbagai varietas. Berikut rinciannya:
- Beras Yenti: Rp13.000/liter (±Rp15.000/kg)
- Beras Ciherang: Rp12.500/liter (±Rp14.500/kg)
- Beras BRS Kepala: Rp13.500/liter (±Rp15.500/kg)
- Beras Super Win: Rp13.000/liter (±Rp14.500/kg)
- Beras Membramo: Rp12.500/liter (±Rp14.500/kg)
- Beras Serayu: Rp13.500/liter (±Rp15.500/kg)
Sepinya aktivitas pasar menjadi keluhan utama para pedagang. Mereka berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis agar aktivitas di Pasar Sentral—yang merupakan pusat perdagangan utama di Kecamatan Kota Selatan—kembali bergairah seperti sediakala. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.