Pemkot Gorontalo
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo Salat Idul Fitri di Lokasi Berbeda
Pelaksanaan Salat Idulfitri oleh jajaran Pemerintah Kota Gorontalo berlangsung di dua lokasi berbeda pada Sabtu pagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SALAT-ID-Momen-Wali-Kota-Gorontalo-Adhan-Dambea-didampingi.jpg)
Letaknya strategis di kawasan jalan protokol dan berhadapan langsung dengan Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, sehingga mudah diakses dari berbagai penjuru kota.
Kepadatan jamaah membuat sebagian area salat meluas hingga ke badan Jalan Nani Wartabone. Meski demikian, barisan tetap tertata rapi dan suasana ibadah berjalan tertib.
Tak sekadar menjadi momen berkumpul, pelaksanaan salat Id juga diwarnai pesan reflektif melalui khutbah yang disampaikan Sukamto Mooduto, Kabag Kesra Kota Gorontalo.
Dalam khutbahnya, Sukamto mengingatkan bahwa berakhirnya Ramadan bukan berarti berakhir pula komitmen beribadah.
“Allah tetaplah Allah, tidak berubah setelah Ramadan berlalu. Salat tetap wajib, sedekah harus terus ditunaikan, dan hawa nafsu harus tetap dikendalikan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menegaskan, Idul Fitri tidak seharusnya dimaknai sebatas perayaan kemenangan, melainkan menjadi titik evaluasi diri.
“Yang lebih penting adalah merenungkan apa yang akan kita lakukan setelah Ramadan, serta bagaimana mempertahankan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Dalam bagian lain khutbah, Sukamto juga menyinggung soal rezeki yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Ia mengajak jamaah untuk tidak khawatir berlebihan terhadap urusan duniawi.
“Rezeki tidak akan tertukar. Jika memang ditetapkan untuk kita, pasti akan sampai. Sebaliknya, jika bukan, maka tidak akan kita peroleh,” katanya.
Di akhir khutbah, jamaah diajak menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal perubahan ke arah yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Pelaksanaan Salat Idul Fitri di kawasan yang dikenal sebagai titik nol kilometer Gorontalo ini berlangsung lancar hingga selesai.
Selain berada di pusat kota, lokasi lapangan juga berjarak sekitar 950 meter dari Masjid Agung Kota Gorontalo yang turut menjadi titik pelaksanaan salat Id.
Secara spasial, lapangan ini dikelilingi ruas-ruas jalan utama kota. Di sisi utara, lapangan berhadapan langsung dengan Rumah Dinas Gubernur, sementara di sisi barat dan selatan terhubung dengan jalan-jalan aktif seperti Jalan Nani Wartabone yang kerap menjadi akses kegiatan besar.
Di dalam kawasan lapangan terdapat Taman Tilongolo dan Monumen Nani Wartabone yang menjadi penanda sekaligus ruang publik warga.
Dengan posisi yang berada di pusat sirkulasi kota dan dikelilingi fasilitas pemerintahan, Lapangan Taruna Remaja kerap menjadi titik utama berbagai kegiatan masyarakat berskala besar. (*)