Senin, 16 Maret 2026

Kebakaran di Kota Gorontalo

Penampakan Rumah Warga Bulotadaa Gorontalo Pascakebakaran, Pagar Terkunci dan Terpasang Garis Polisi

Kondisi rumah milik Ramli Yahya (60) di Kelurahan Bulotadaa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, terpantau rusak berat pasca-kebakaran

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Penampakan Rumah Warga Bulotadaa Gorontalo Pascakebakaran, Pagar Terkunci dan Terpasang Garis Polisi
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
KEBAKARAN RUMAH -- Kondisi rumah milik Ramli Yahya di kawasan Mess Haji, Kota Gorontalo, yang hangus terbakar pada Minggu (15/3/2026) dini hari. 
Ringkasan Berita:
  • Kebakaran melanda rumah Ramli Yahya (60) di kawasan Mess Haji, Bulotadaa, pada Minggu (15/3/2026) dini hari menjelang waktu sahur
  • Bangunan mengalami kerusakan berat dengan atap yang ludes terbakar dan perabotan yang menjadi rongsokan. Saat ini, lokasi telah dipasang garis polisi (police line) untuk penyelidikan lebih lanjut
  • Korban disarankan untuk segera melakukan langkah darurat, mulai dari mencari tempat tinggal sementara

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kondisi rumah milik Ramli Yahya (60) di Kelurahan Bulotadaa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, terpantau rusak berat pascakebakaran pada Minggu (15/3/2026) dini hari.

Hingga Minggu siang ini, puing-puing material bangunan masih berserakan di lokasi kejadian.

Bangunan yang terletak di kawasan Mess Haji tersebut kini dalam keadaan tertutup dan terkunci rapat pada bagian pagar. Garis polisi juga masih terpasang di beberapa sudut pagar dan bangunan. 

Langkah ini diambil untuk mengamankan lokasi dari warga yang tidak berkepentingan setelah api melalap habis sebagian besar struktur rumah.

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di beberapa titik strategis bangunan. Garis kuning tersebut melintang di sepanjang pagar depan hingga beberapa sudut dinding yang masih berdiri untuk kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kerusakan paling parah terlihat pada bagian atap rumah.

Hampir seluruh kerangka atap dan seng ludes terbakar, menyisakan rongga besar yang memperlihatkan isi bagian dalam rumah yang hangus.

Sejumlah perabotan rumah tangga seperti kursi, meja, dan lemari tampak telah berubah menjadi rongsokan hitam. Material plastik dan kain di dalam ruangan dipastikan tidak ada yang terselamatkan akibat suhu panas ekstrem saat kebakaran berlangsung.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Gorontalo mencatat laporan pertama masuk pada pukul 01.17 Wita. Laporan tersebut segera direspons oleh Regu 03 yang sedang bertugas di posko induk.

Personel yang dikerahkan dipimpin langsung oleh Komandan Regu (Danru) Irwan Laiya. Ia didampingi oleh Wakil Komandan (Wadan) Tahir Rais beserta tim pemadam lengkap dengan armada tangki air.

Tim pemadam berangkat dari posko tiga menit setelah menerima panggilan darurat. Jarak tempuh menuju lokasi kebakaran di Jalan Poowo diperkirakan sejauh 7,5 kilometer.

Armada Damkar tiba di titik lokasi pada pukul 01.30 Wita. Saat tiba, kondisi api dilaporkan sudah membesar dan membumbung tinggi, mengingat material bangunan yang mudah terbakar.

Petugas langsung melakukan pemblokiran area agar api tidak merembet ke rumah penduduk lainnya. Fokus utama pemadaman adalah sisi barat dan selatan bangunan yang berbatasan langsung dengan rumah warga lain.

Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari satu jam. Petugas berjibaku melokalisir titik api di tengah kerumunan warga yang memadati lokasi kejadian menjelang waktu sahur tersebut.

Api baru berhasil dikendalikan sepenuhnya setelah dilakukan pendinginan hingga pukul 03.07 WITA. Petugas memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan di bawah reruntuhan.

Setelah penanganan dinyatakan selesai, personel Damkar meninggalkan lokasi pada pukul 03.15 WITA. Mereka tiba kembali di markas komando pada pukul 03.27 Wita untuk melakukan pengisian ulang air dan pengecekan peralatan.

Pemilik rumah, Ramli Yahya, diketahui merupakan seorang wiraswasta yang sudah lama berdomisili di Kelurahan Bulotadaa. Saat kejadian, ia dan keluarganya sedang bersiap-siap untuk melaksanakan makan sahur.

Saksi mata di lokasi, Abilia Mangkau, menyebutkan kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30 WITA atau menjelang pukul 01.00 WITA. Keadaan saat itu sangat mendadak sehingga memicu kepanikan massal di lingkungan sekitar.

Warga yang melihat api pertama kali segera berteriak meminta tolong. Sebagian warga lainnya spontan mengambil peralatan seadanya seperti ember dan selang air untuk membantu memadamkan api sebelum petugas tiba.

"Iya Pak, tadi malam kejadiannya sekitar jam 12 lewat atau setengah satu begitu," kata Abilia Mangkau saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Minggu (15/3/2026).

Akibat musibah ini, rumah tersebut kini tidak lagi bisa ditempati. Seluruh penghuninya telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko bangunan runtuh.

Abilia menambahkan bahwa saat ini Ramli Yahya beserta keluarganya sudah mengungsi sementara waktu. Mereka memilih tinggal di rumah salah satu anaknya yang juga berada di wilayah Gorontalo.

"Pemiliknya sudah pergi ke rumah anaknya," ujarnya.

Terkait kerugian materiil, hingga saat ini belum ada angka pasti yang dirilis oleh pihak berwenang.

Baca juga: 7 Fakta Kecelakaan Maut Kakak Beradik PNS Gorontalo, Panggilan Terakhir Fanni Jadi Sorotan

Langkah-langkah yang Dilakukan Korban Kebakaran Rumah

Potret kekacauan warga saat kebakaran rumah
KEBAKARAN RUMAH -- Potret kekacauan warga saat kebakaran rumah di kawasan Mess Haji, Kota Gorontalo, yang hangus terbakar pada Minggu (15/3/2026) dini hari. (Tangkapan layar video Abilia Mangkau)

Pascakebakaran, ada beberapa langkah teknis yang disarankan bagi korban untuk segera dilakukan seperti dilansir TribunGorontalo.com dari Kompas.com, Minggu (15/3/2026).

Pertama adalah memastikan tempat tinggal sementara yang layak bagi seluruh anggota keluarga dan hewan peliharaan.

Kedua, bagi pemilik rumah yang memiliki perlindungan asuransi, disarankan segera menghubungi agen asuransi. Langkah ini penting untuk mempercepat proses klaim kerusakan properti dan aset di dalamnya.

Ketiga, melaporkan kejadian secara resmi ke polsek terdekat tetap diperlukan meski api sudah padam. Hal ini untuk menjamin keamanan sisa-sisa aset dari tindakan pencurian oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Keempat, korban disarankan untuk segera melakukan penataan ulang rencana keuangan. Termasuk memutus sementara layanan publik seperti listrik, air, atau internet di rumah yang terbakar agar tagihan tidak membengkak.

Kelima, pendataan barang berharga yang rusak sangat krusial untuk keperluan administrasi.

Dokumen negara seperti KTP, ijazah, atau sertifikat tanah yang terbakar harus segera dilaporkan ke instansi terkait agar mendapatkan penggantian.

 

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved