Profil Pejabat Gorontalo
Sosok Kasim Pilobu, Camat di Kota Gorontalo Terinspirasi Gaya Adhan Dambea
Nama Kasim Pilobu kini menjadi salah satu figur Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipercaya memegang tongkat kepemimpinan di wilayah Kota Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Kasim-Pilobu-dan-Kantor-Camat-Sipatana.jpg)
Semangat belajarnya tak berhenti di situ, ia kemudian menempuh studi di Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar hingga meraih gelar Sarjana Teknik.
Baca juga: Sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo: Adik Leting Eks Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di STKS Bandung
Perjalanan Karier Kasim Pilobu
Karier Kasim di dunia pemerintahan dimulai pada April 2006 saat ia pertama kali diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Dinas Perhubungan.
Pengalaman pertamanya di wilayah kelurahan dimulai saat ia menjabat sebagai Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan di Kelurahan Tomulabutao Induk.
Setelah itu, ia banyak menghabiskan waktu di Dinas Tata Kota Kota Gorontalo, di mana ia pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Pengukuran.
Kemampuannya dalam bidang teknis membuatnya dipercaya menjadi Kepala Bidang Penataan Bangunan selama kurang lebih dua tahun di dinas tersebut.
Tak hanya itu, Kasim juga sempat memimpin Bidang Penerangan Jalan Umum selama lima tahun, sebuah posisi yang menuntut respons cepat terhadap keluhan warga.
Sebelum menjadi camat, ia juga pernah mengabdi di Dinas Lingkungan Hidup sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Domestik selama lebih dari lima tahun.
Rentetan pengalaman di berbagai dinas teknis inilah yang membentuk pemahaman Kasim mengenai kompleksitas permasalahan infrastruktur di Kota Gorontalo.
Kini, sebagai pemimpin di dua kecamatan, Kasim harus berhadapan dengan karakteristik wilayah yang sangat kontras antara satu dengan yang lainnya.
Kecamatan Hulonthalangi dikenal memiliki bentang alam yang menantang, terdiri dari kawasan pesisir pantai dan perbukitan yang cukup curam.
Tantangan utama di Hulonthalangi adalah ancaman bencana alam seperti angin kencang dan potensi tanah longsor yang sering menghantui saat cuaca ekstrem.
Di sisi lain, Kecamatan Sipatana memiliki tipologi wilayah yang didominasi oleh kawasan pemukiman padat penduduk serta lahan persawahan yang luas.
Kondisi ini menuntut Kasim untuk lebih detail dalam merencanakan pembangunan agar seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Karena baru menjabat sekitar satu bulan sebagai Plt Camat Sipatana, ia kini gencar melakukan pemetaan potensi dan mempelajari karakteristik sosial warga setempat.
Salah satu fokus utamanya di Hulonthalangi adalah memperjuangkan pembangunan kantor camat yang definitif agar pelayanan publik bisa lebih maksimal.