MBG di Gorontalo
1.109 Siswa SMPN 1 Gorontalo Antusias Terima MBG, Makanan Ringan Jadi Andalan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 2026.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-siswa-SMPN-1-Gorontalo-sumringah-menerima-paket-MBG.jpg)
Ringkasan Berita:
- Selama bulan puasa, SMPN 1 Gorontalo mengganti menu MBG dari makanan berat menjadi snack kering seperti kue, susu, buah, roti, tempe goreng, dan abon
- Paket MBG dibagikan setiap hari sebelum pukul 10.00 Wita kepada 1.109 penerima, termasuk siswa, guru, satpam, dan tenaga tata usaha
- Siswa antusias menerima paket MBG, umumnya disimpan untuk berbuka. Mereka menilai penyesuaian menu lebih sesuai dengan kondisi Ramadan, meski berharap variasi dan kandungan gizi lebih diperhatikan
TRIBUNGORONTALO.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 2026.
Namun, ada yang berbeda dari biasanya. Jika pada hari-hari normal siswa menerima makanan berat, selama Ramadan menu yang dibagikan disesuaikan menjadi makanan ringan (snack) kering.
PIC MBG SMP Negeri 1 Kota Gorontalo, Lusiana Agus, memastikan pembagian tetap rutin setiap hari.
“Setiap hari pasti ada selama Ramadan ini,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, para siswa sudah mulai masuk sekolah sejak Senin, 23 Februari 2026. Proses penerimaan MBG dilakukan sebelum pukul 10.00 Wita.
“Misalnya hari ini, MBG sudah siap sejak pukul 09.00 Wita,” jelasnya.
Baca juga: Sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo: Adik Leting Eks Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di STKS Bandung
Sebelum Ramadan, menu MBG berupa makanan berat seperti nasi, sayur, ikan, susu, dan buah. Namun khusus Ramadan, menu diubah menjadi snack kering.
“Snack kering itu seperti kue, susu, buah, telur, roti, tempe goreng, abon, pokoknya berganti-ganti,” kata Lusiana.
Makanan tersebut dikemas dalam kotak dan dimasukkan ke totebag. Nantinya, totebag dikembalikan ke SPPG sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah.
Jumlah penerima MBG di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo mencapai 1.109 orang, termasuk guru dan petugas sekolah.
“Itu sudah termasuk guru, satpam, dan tata usaha,” ungkapnya.
### Respons Positif dari Siswa
Perubahan menu selama Ramadan mendapat respons positif dari para siswa. Salah satunya datang dari Affan Setiawan Thalib, siswa kelas IX.
Ia mengakui bahwa selama Ramadan, menu yang paling dominan adalah makanan ringan.
“Menurut saya sudah tepat karena menghargai yang berpuasa juga,” ujarnya.
Affan menilai, jika tetap diberikan makanan berat, kemungkinan hanya siswa yang tidak berpuasa yang akan langsung mengonsumsinya di sekolah.
“Kalau dibawa pulang, nanti ribet. Makanan berat juga berisiko basi kalau menunggu waktu berbuka,” katanya.
Meski mengakui menu sebelum Ramadan terasa lebih mengenyangkan, ia memahami penyesuaian yang dilakukan.
“Teman-teman juga senang, tetap antusias menerima makanan,” ucapnya.
Umumnya, paket MBG disimpan siswa untuk berbuka puasa di rumah. Pada hari itu, menu yang diterima terdiri dari kurma, kue, susu, dan tempe goreng.
Affan pun memberi masukan agar penyelenggara lebih menekankan aspek gizi dan variasi menu.
“Karena ini MBG, sebaiknya gizinya lebih dipertimbangkan dan menunya lebih variatif,” sarannya.
Sekitar pukul 10.00 Wita, para siswa dipanggil melalui pengeras suara menuju aula sekolah. Di sana, ratusan paket makanan telah tertata rapi di atas meja.
Guru dan wali kelas kemudian mengarahkan perwakilan tiap kelas untuk mengambil paket MBG sekaligus mendokumentasikan proses penerimaan.
Suasana terlihat tertib dan penuh antusiasme. Meski hanya berupa snack kering, program MBG selama Ramadan tetap menjadi momen yang dinantikan siswa. Penyesuaian menu pun dinilai relevan dengan kondisi bulan puasa.
MBG di SMK Tridharma Gorontalo
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Tridharma Gorontalo tetap berjalan lancar selama bulan suci Ramadan.
Pihak sekolah mengambil inisiatif strategis dengan melakukan penyesuaian pola penyaluran yang inovatif.
Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan paket MBG dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan sebagai menu berbuka puasa oleh para siswa.
Kebijakan ini diambil mengingat siswa SMK Tridharma sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Kepala Sekolah SMK Tridharma Gorontalo, Nurfajriyati Massa, menjelaskan bahwa mekanisme ini diterapkan untuk mempermudah siswa.
"Setelah MBG sampai dari dapur SPPG, kami tunggu sampai jam pulang sekolah," ujar Nurfajriyati saat diwawancarai, Jumat (27/2/2026).
Jam pulang sekolah yang lebih awal selama Ramadan dimanfaatkan dengan baik oleh pihak sekolah.
Biasanya anak-anak pulang jam satu siang, bertepatan dengan waktu transit makanan sebelum dibawa pulang.
"Baru setelah itu MBG diserahkan," jelasnya lebih lanjut mengenai teknis pembagian.
Skema ini memastikan makanan tetap aman dan rapi saat dibawa pulang oleh para siswa.
Kondisi makanan dijamin tetap higienis hingga waktu berbuka puasa tiba di rumah masing-masing.
Selain waktu, menu yang disajikan selama Ramadan pun disesuaikan oleh pihak pengelola.
Menu diubah menjadi jenis makanan kering agar lebih tahan lama dan tidak mudah basi.
Paket MBG kering ini terdiri dari kue, buah, telur, serta susu yang bergizi.
Komposisi menu dibuat bervariasi dari hari ke hari agar siswa tidak bosan. Pihak sekolah memastikan menu hari pertama berbeda dengan menu hari kedua dan seterusnya.
Meski sempat ada penyesuaian teknis di awal Ramadan, Nurfajriyati memastikan penyaluran kini berjalan normal.
Pada tiga hari pertama, distribusi sempat dirapel atau disalurkan sekaligus.
Kebijakan rapel tersebut diambil untuk mengantisipasi kendala teknis distribusi di minggu pertama puasa.
"Untuk Senin, Selasa, dan Rabu dirapel di hari Senin," papar Nurfajriyati mengenai skema awal.
Namun, setelah masa penyesuaian tersebut, penyaluran kembali berjalan normal setiap hari sesuai jadwal.
Kendala teknis hanya terjadi pada hari pertama Ramadan saja.
"Setelah itu, alhamdulillah sejak kemarin sampai hari ini penyaluran aman," ungkap Kepala Sekolah.
Koordinasi antara sekolah dan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan sangat lancar. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.