Gorontalo Hari Ini
Jalan Kalimantan dan Arif Rahman Hakim Gorontalo Macet Parah Jelang Buka Puasa
Hujan yang mengguyur Kota Gorontalo pada Senin sore (23/02/2026) seolah menjadi pemicu kemacetan di sejumlah ruas jalan utama.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Arus lalu lintas di kawasan pertigaan Jalan Kalimantan–Jalan Madura dan Jalan Arif Rahman Hakim dilaporkan lumpuh total menjelang waktu berbuka puasa akibat tingginya volume kendaraan dan faktor cuaca pascahujan
- Selain beban kendaraan di jam sibuk, kemacetan diperparah oleh banyaknya pedagang takjil musiman serta parkir liar kendaraan di bahu jalan yang menyebabkan penyempitan ruang gerak di jalur utama
- Upaya Petugas dan Jalur Alternatif: Personel Dishub dan kepolisian telah turun tangan
TRIBUNGORONTALO.COM – Hujan yang mengguyur Kota Gorontalo pada Senin sore (23/02/2026) seolah menjadi pemicu kemacetan di sejumlah ruas jalan utama.
Menjelang waktu berbuka puasa, arus kendaraan meningkat tajam hingga menyebabkan beberapa titik lumpuh total, terutama di kawasan pertigaan Jalan Kalimantan dan Jalan Madura.
Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan sekitar pukul 16.00 WITA, sesaat setelah hujan reda, volume kendaraan mulai merayap naik. Sepeda motor, bentor (becak motor), hingga mobil pribadi tampak memadati jalan dari berbagai arah secara bersamaan.
Situasi kian padat saat jarum jam menunjukkan pukul 16.50 WITA. Di pertigaan Jalan Kalimantan–Jalan Madura, kendaraan dari arah utara, selatan, dan timur saling mengunci sehingga tidak ada ruang untuk bergerak. Klakson bersahutan dari para pengendara yang tampak gelisah; sebagian bahkan turun dari kendaraan untuk mencari celah jalan, namun hasilnya nihil.
Kendaraan roda dua, roda tiga, hingga roda empat tertumpuk di tengah pertigaan, menyebabkan arus lalu lintas sempat berhenti total selama beberapa menit.
Kondisi ini menguji kesabaran para pengendara yang sedang berpuasa dan diburu waktu untuk berbuka di rumah.
"Jalan Madura dan Jalan Kalimantan ini memang langganan macet. Bukan hanya saat Ramadan, pada hari biasa pun terkadang macet," ujar Fikran Mahmud, warga sekitar, kepada TribunGorontalo.com.
Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan akses utama warga sehingga beban lalu lintas sangat tinggi, terutama pada jam sibuk sore hari.
Kemacetan, lanjut Fikran, diperparah oleh maraknya pedagang takjil di sepanjang bahu jalan. Banyak pengendara yang berhenti mendadak untuk membeli hidangan berbuka, sementara kendaraan lain terpaksa melambat karena ruang jalan menyempit.
"Salah satu penyebab macet adalah kendaraan yang parkir sembarangan di pinggir jalan karena ingin membeli takjil," jelasnya.
Situasi serupa terjadi di Jalan Arif Rahman Hakim. Jalur ini mengalami peningkatan arus kendaraan yang signifikan, baik yang mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman maupun ke Jalan John Aryo Katili. Kendaraan dari pusat kota dan kawasan pemukiman bertemu di ruas ini, menciptakan antrean panjang yang bergerak lambat.
"Sudah biasa macet di area sini karena kendaraan dari pusat kota pasti banyak yang lewat, jadi volumenya meningkat drastis," ungkap Jefri Ismail sambil menunjuk arus kendaraan yang terus berdatangan.
Berbeda dengan kondisi tersebut, pantauan TribunGorontalo.com di Jalan Nani Wartabone menunjukkan arus lalu lintas yang relatif lengang.
Sementara di Jalan Jenderal Sudirman, meski terjadi peningkatan jumlah kendaraan, tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang. Arus terpantau tetap mengalir, meski dengan kecepatan lebih rendah dibandingkan siang hari.
Baca juga: Parkir Liar Picu Kemacetan di Jalan HOS Cokroaminoto, Polantas Gorontalo Gencarkan Patroli
Di sejumlah titik padat, petugas Dinas Perhubungan Kota Gorontalo bersama personel kepolisian tampak berjaga untuk mengatur lalu lintas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-kemacetan-di-Jalan-Arif-Rahman-Hakim-Kota-Gorontalo.jpg)