Pemkot Gorontalo
Lomba Desain Kantor Wali Kota Gorontalo Resmi Dimulai, Total Bonus Rp 250 Juta
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan, pembangunan kantor wali kota baru menjadi salah satu target utama Pemerintah Kota Gorontalo
Penulis: WawanAkuba | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KANTOR-WALI-KOTA-GORONTALO-000.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Gorontalo resmi membuka Sayembara Desain Kantor Wali Kota Gorontalo 2026 yang digelar secara nasional.
- Wali Kota Adhan Dambea menegaskan, kantor wali kota baru menjadi target Pemkot Gorontalo pada periode kepemimpinannya dan harus mencerminkan ciri khas Gorontalo sebagai kota bernuansa Madinah.
- Sayembara ini diharapkan menghasilkan desain terbaik sesuai aspirasi masyarakat.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pemerintah Kota Gorontalo resmi membuka Sayembara Desain Kantor Wali Kota Gorontalo 2026.
Sayembara dibuka sebagai upaya menghadirkan kantor wali kota baru yang merepresentasikan identitas kota dan kebutuhan pemerintahan ke depan.
Sayembara ini dilaksanakan Pemkot Gorontalo bersama Ikatan Arsitek Indonesia Gorontalo.
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan, pembangunan kantor wali kota baru menjadi salah satu target utama Pemerintah Kota Gorontalo pada masa kepemimpinannya saat ini.
Karena itu, Pemkot memilih mekanisme sayembara nasional untuk menjaring desain terbaik dari para arsitek Indonesia.
Baca juga: Diserang Soal Sampah, Pemkot Gorontalo Balik Pertanyakan Kontribusi HMI
“Pada periode saya ini, Pemerintah Kota Gorontalo harus sudah memiliki kantor wali kota yang baru. Ini menjadi target kami,” kata Adhan saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Jumat (20/2/2026).
Menurut Adhan, desain bangunan kantor wali kota yang akan dibangun tidak sekadar memenuhi fungsi administratif, tetapi juga harus mencerminkan karakter dan jati diri Kota Gorontalo.
“Yang pertama, desain kantor wali kota ini harus bisa menggambarkan bahwa Kota Gorontalo memiliki ciri khas sebagai kota bernuansa Madinah. Itu yang kami harapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkot Gorontalo sengaja membuka sayembara ini secara nasional agar mendapatkan ragam gagasan dan konsep yang lebih luas, sekaligus memastikan kualitas rancangan yang akan dipilih.
“Kami harapkan ini dilombakan secara nasional, sehingga desain yang terpilih benar-benar terbaik dan sesuai dengan karakter Gorontalo,” ucap Adhan.
Lebih lanjut, Adhan menyampaikan bahwa rencana pembangunan kantor wali kota merupakan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat dan menjadi kebutuhan bersama dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Ini adalah salah satu usulan dari banyak pihak, dari masyarakat. Karena itu Pemkot Gorontalo ingin hasil desainnya mencerminkan harapan bersama,” katanya.
Baca juga: Harga Bahan Pokok di Minimarket Kota Gorontalo per 23 Februari 2026
Melalui sayembara ini, Pemkot Gorontalo mengundang arsitek profesional dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi.
Peserta merupakan tim atau kelompok yang diketuai arsitek berkewarganegaraan Indonesia dengan keanggotaan aktif Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) serta Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) yang masih berlaku hingga 2026.
Rangkaian sayembara diawali dengan launching dan kick-off pada 20 Februari 2026, dilanjutkan pendaftaran pada 2 Maret 2026 dan aanwizjing secara hybrid pada 9 Maret 2026.
Batas akhir pendaftaran dan pemasukan karya ditetapkan pada 1 Mei 2026, sementara seleksi administrasi dilakukan pada 8 Mei 2026.
Tahapan penjurian dilaksanakan dalam dua tahap. Penjurian tahap pertama pada 9 Mei 2026 akan memilih 10 karya terbaik, kemudian dilanjutkan penjurian tahap kedua pada 14 Mei 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan awarding ceremony dan pameran karya pada 15 Mei 2026.
Pemkot Gorontalo menyiapkan hadiah Rp150 juta untuk juara pertama, Rp70 juta bagi juara kedua, dan Rp30 juta untuk juara ketiga.
Seluruh proses pendaftaran sayembara ini tidak dipungut biaya.
Tahapan Pembangunan
Sebelumnya dalam TribunPodast yang digelar pada Kamis, 05 Feburari 2026, Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Meydi Novie Selangen, menjelaskan bahwa tahun ini difokuskan pada tahapan awal, mulai dari studi kelayakan (feasibility study), appraisal dan pembebasan lahan, hingga penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Baca juga: Petak-petak Pedagang Pasar Senggol Kota Gorontalo Mulai Diukur di Hari ke-4 Ramadan 2026
“Perintah Pak Wali jelas, pembangunan kantor wali kota ini harus dilaksanakan. Tahun ini kita mulai dari seluruh tahapan persiapan agar fisiknya bisa segera jalan,” ujar Novi.
Pemkot Gorontalo merencanakan kawasan kantor wali kota berada di wilayah Kecamatan Sipatana, tepatnya di lahan bekas Terminal 42 Andalas.
Total kebutuhan lahan mencapai sekitar 4,5 hektare, namun tahap awal difokuskan pada 1,8 hektare untuk pembangunan gedung induk.
Menurut Novi, skema ini dipilih agar pembangunan bisa berjalan realistis dan tidak membebani anggaran secara sekaligus.
“Untuk tahap awal kita siapkan lahan gedung induk dulu. Ini supaya bangunan utama bisa selesai dan langsung dimanfaatkan,” jelasnya.
Berbeda dari proyek pada umumnya, desain kantor wali kota baru akan ditentukan melalui sayembara arsitektur tingkat nasional.
“Sayembara ini penting supaya kita mendapatkan desain terbaik dan bisa melihat gambaran bangunan sejak awal, sebelum masuk ke DED,” kata Novi.
Proses sayembara diperkirakan berlangsung selama 40 hingga 70 hari, sebelum hasilnya digunakan sebagai dasar perencanaan teknis.
Konsep Terbuka dan Ramah Rakyat
Dalam arahannya, Wali Kota Gorontalo menginginkan kantor wali kota yang terbuka untuk masyarakat, tidak kaku, dan mudah diakses publik.
Bangunan induk direncanakan tiga lantai dan dibangun tuntas, bukan bertahap setengah jadi.
“Kantor wali kota ini harus menjadi pusat, simbol pemerintahan yang dekat dengan rakyat. OPD lain nanti menjadi pendukung di kawasan yang sama,” jelas Novi.
Terapkan Standar Green Building
Pemkot Gorontalo juga menargetkan kantor wali kota baru memenuhi prinsip green building, dengan efisiensi energi, pencahayaan alami, dan pengelolaan air yang ramah lingkungan.
Konsep ini akan diterapkan sejak tahap perencanaan, bukan sekadar estetika bangunan.
“Green building itu bukan soal cat hijau, tapi bagaimana gedung ini efisien, hemat energi, dan berkelanjutan,” tegas Novi.
Target Groundbreaking
Dengan seluruh tahapan perencanaan ditargetkan rampung sebelum akhir 2025, Pemkot Gorontalo membidik groundbreaking pembangunan fisik pada akhir tahun 2025 atau awal 2026.
“Target Pak Wali jelas, tidak boleh molor. Maka seluruh tahapan tahun ini harus selesai tepat waktu,” pungkas Novi. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.