Ramadan 2026
Warga Sumatera Ini Kagum Liat Tradisi Kokoo saat Ramadan di Gorontalo
Suara tabuhan alat musik tradisonal bertalu-talu memecah kesunyian dini hari di Jalanan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Ringkasan Berita:
- Suara tabuhan alat musik tradisonal bertalu-talu memecah kesunyian dini hari di Jalanan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
- Di Gorontalo, ribuan warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampak memadati Bundaran Saronde.
- Mereka mengikuti acara Kokoo, tradisi turun-temurun warga Gorontalo dalam menjalani bulan suci Ramadan
Laporan Mahasiswa Magang Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo, Putri Salsabilah
TRIBUNGORONTALO.COM - Suara tabuhan alat musik tradisonal bertalu-talu memecah kesunyian dini hari di Jalanan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Kamis (19/02/2026) subuh.
Kamis dini hari adalah hari pertama umat muslim melakukan puasa Ramadan 2026. Di Gorontalo, ribuan warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampak memadati Bundaran Saronde.
Bundaran Saronde berada tepat dipusat Kota Gorontalo. Jalan utama Kota Gorontalo yakni Jalan Nani Wartabone dan Jalan HB Jassin atau Jalan Agus Salim menyatu di bundara ini.
Mereka mengikuti acara Kokoo, tradisi turun-temurun warga Gorontalo dalam menjalani bulan suci Ramadan.
Koko’o adalah jenis alat musik yang terbuat dari bambu menyerupai kentongan dan dimainkan dengan cara dipukul.
Warga Gorontalo mengunakan alat musik Koko’o untuk membangunkan warga sambil berkeliling kampung pada waktu sahur. Menariknya karena hal ini dilakukan dalam skala besar dan mengelilingi Kota Gorontalo.
Secara harfiah, Koko'o berasal dari bahasa Gorontalo yang berarti "ketuk sahur", sering juga disebut sebagai bunyi ketukan bambu.
Saat ini, tradisi Kokoo dikolaborasikan dengan alat musik modern, drumben, dan salawat.
Tradisi bertahun-tahun inilah menciptakan magnet bagi warga Gorontalo terutama saat subuh pertama puasa. Tradisi ini menjadi pemandangan ikonik setiap malam Ramadan di Gorontalo, ribuan warga ikut dalam pawai kentongan.
Tak hanya warga Gorontalo, warga daerah lain pun ikut menyaksikan tradisi Koko'o
Amatan TribunGorontalo.com, warga mulai berdatangan di lokasi pada pukul 00.30 hingga 03.00 Wita. Warga yang datang diperkirakan mencapai 2 ribun orang
Sri Desi Anjani Laiya, warga asal Sumatera Utara mengaku baru saja menetap di Gorontalo. Dia terperangah melihat antusias warga yang begitu besar. Dia mengungkapkan kekagumannya dengan tradisi Gorontalo tersebut.
"Saya orang baru di Gorontalo dan berasal dari Sumatera Utara, jadi sempat culture shock melihat tradisi ini. Ini pertama kalinya saya melihat Kokoo secara langsung. Saya benar-benar terkejut karena masyarakat sangat antusias dan ikut serta dalam jumlah banyak," ujar Desi saat ditemui di lokasi acara, Kamis (19/2/2026) dini hari.
Desi datang bersama rekan-rekannya, dia berharap ke depan Kokoo bisa lebih tertib. Selain itu, keamanan pejalan kaki dan pengendara motor yang melintas di tengah kerumunan agar tetap terjaga.
Tradisi Kokoko Gorontalo 2026 Usung Konsep Moderen
Ketua Panitia, Fiqram Idrus mengatakan konsep penyelenggaraan Kokoo tahun ini membawa perubahan signifikan.
Dia menjelaskan selain desain, panggung yang lebih modern. Panitia menambah berbagai item pendukung untuk memeriahkan suasana tradisi Kokoo.
Fiqram menegaskan Kokoo dilaksanakan sebagai upaya pelestarian budaya Gorontalo. Tradisi ini sengaja terus dibangun agar generasi muda memahami jati diri dan tradisi daerahnya.
Selain itu, tingginya euforia masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan membuat event ini selalu dinanti-nantikan setiap tahunnya.
"Meskipun jadwal sempat tertunda karena menunggu hasil keputusan sidang Isbat pemerintah, kegiatan ini akhirnya tetap terlaksana dengan sukses," katanya.
Dia berjanji akan menghadirkan gebrakan-gebrakan baru agar tradisi ini semakin meriah dan tertata dengan baik pada tahun mendatang. (*/Magang)
Ramadan 2026
Ramadhan
Ramadan 1447 H
Bundaran Saronde
Jalan Nani Wartabone
Jalan HB Jassin
Kota Gorontalo
| Tradisi Baca Qunut Witir di Separuh Akhir Ramadan, Begini Penjelasan Ulama |
|
|---|
| Jangan Terlewat! Ini Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah Kota Gorontalo hingga Popayato Barat per 5 Maret 2026 |
|
|---|
| Bacaan Niat Salat Tarawih dan Doa Setelah Witir Lengkap Arab-Latin |
|
|---|
| Hikmah Ramadan: Berlatih Untuk Diam |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.