Local Experience Gorontalo
Milu Siram, Kuliner Khas Gorontalo, Nikmati Racikan Kuah Binte Biluhuta di Rumah Makan Tondano
Uap panas mengepul dari semangkuk Milu Siram atau dalam bahasa lokalnya Binte Biluhuta di sebuah rumah makan sederhana di Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
Ringkasan Berita:
- Milu Siram di rumah makan sederhana di Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
- Rumah makan ini dikenal sebagai salah satu tujuan kuliner bagi pencinta Binte Biluhuta atau Milu Siram
TRIBUNGORONTALO.COM - Uap panas mengepul dari semangkuk Milu Siram atau Binte Biluhuta di sebuah rumah makan, Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Aroma jagung manis, kuah ikan yang gurih, dan daun kemangi segar langsung menyeruak, menggoda siapa pun yang melintas untuk singgah.
Di sinilah Rumah Makan Tondano melayani pembeli sejak pagi hingga malam.
Rumah makan ini dikenal sebagai salah satu tujuan kuliner bagi pencinta Binte Biluhuta atau Milu Siram, makanan khas Gorontalo yang selalu terasa pas disantap kapan saja, terlebih saat cuaca dingin atau musim hujan.
Kelurahan Bulotadaa Barat berada di wilayah Kecamatan Sipatana, tak jauh dari pusat Kota Gorontalo.
Kawasan ini dapat diakses melalui Jalan Tondano, salah satu jalur yang cukup dikenal warga. Meski rumah makan telah berpindah dari lokasi lama, pengunjung masih bisa masuk melalui Jalan Tondano, lalu menyusuri akses jalan kecil menuju area rumah makan.
Wawan, seorang pembeli mengaku Milu Siram di tempat ini punya rasa yang konsisten sejak dulu.
“Kalau rasa sih enak, pokoknya gurih lah, terbaik sekali di rumah makan ini," ungkap disela-sela menunggu makanannya, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, sensasi rasa akan makin lengkap saat ditambahkan dabu-dabu khas Gorontalo.
“Kalau ditambah dabu-dabu lebih enak, khas Gorontalo lagi,” jelasnya.
Ia juga menyebut Milu Siram paling nikmat disantap saat hujan turun. Kuah panasnya memberi efek hangat di tubuh.
“Apalagi kalau kita makan saat musim hujan tambah enak. Berkeringat lagi, dingin bisa hilang,” katanya.
Bahkan saat flu, semangkuk Milu Siram disebut Wawan bisa membantu badan terasa lebih ringan.
Racikan Kuah dan Jagung Jadi Kunci
Sementara itu Sofia, keluarga pemilik Rumah Makan Tondano, menjelaskan bahwa kunci kelezatan Milu Siram terletak pada racikan kuah dan pemilihan jagung.
“Lebih ke racikan kuah dan jagungnya harus manis dan muda. Memang kita sesuaikan juga tingkat pedasnya, karena orang Gorontalo suka pedas,” tegas Sofia.
Dalam satu mangkuk Milu Siram, pembeli akan menemukan jagung manis muda yang disiram kuah ikan panas, dilengkapi parutan kelapa segar, daun kemangi, serta suwiran ikan cakalang.
Kombinasi sederhana namun kuat rasa ini menjadi alasan banyak pelanggan datang kembali.
Tak hanya Milu Siram, Sofia menyebut menu lain juga tersedia.
“Di sini ada milu siram, ada tinutuan atau bubur Manado, mie cakalang, dan juga menu nasi,” bebernya.
Untuk menu nasi, tersedia nasi campur ikan tuna, nasi campur ayam, lengkap dengan oci dan ikan mujair.
Namun, menu best seller selain Milu Siram adalah nasi kuning dan ayam bakar iloni.
Gorengan Tak Pernah Absen
Satu hal yang hampir selalu menyertai Milu Siram di meja pembeli adalah gorengan.
“Biasanya orang pesan milu siram pasti pesan gorengannya. Suka juga dabu-dabu terasinya,” kata Sofia.
Gorengan renyah yang dicelup ke kuah panas Milu Siram akan menyerap kaldu, menciptakan rasa gurih yang lebih dalam.
Kebiasaan ini sudah menjadi ciri khas cara menikmati Milu Siram ala warga Gorontalo.
Harga Terjangkau, Rencana Turun Harga
Soal harga, Milu Siram di Rumah Makan Tondano dikenal ramah di kantong. Saat ini, satu porsi dibanderol Rp15 ribu. Namun, ke depan harga tersebut berencana diturunkan.
“Rencananya kita akan turunkan lagi dari Rp15 ribu ke Rp13 ribu,” ungkap Sofia.
Dengan harga tersebut, pembeli sudah mendapatkan seporsi Milu Siram lengkap dengan rasa gurih yang kuat dan porsi yang mengenyangkan.
Rumah Makan Tondano Buka dari Pagi hingga Malam
Rumah Makan Tondano beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 Wita hingga 23.00 Wita.
Waktu buka yang panjang ini membuat rumah makan kerap menjadi pilihan sarapan, makan siang, hingga makan malam.
Keberadaan rumah makan ini turut menjadi bagian dari denyut UMKM kuliner lokal di Kota Gorontalo.
Dengan mempertahankan cita rasa tradisional dan harga terjangkau, Milu Siram di Bulotadaa Barat terus menemukan penikmatnya dari berbagai kalangan.
Satu mangkuk Milu Siram, kuah panas yang gurih, jagung manis yang pas, dan suasana sederhana khas rumah makan lokal cukup untuk membuat siapa pun kembali lagi.(*/Jefri)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.