Senin, 23 Maret 2026

Pemkot Gorontalo

Terungkap! 70 Persen Dana Kelurahan di Kota Gorontalo Dialihkan untuk Tangani Sampah

Penanganan sampah menjadi fokus utama pembangunan lingkungan di Kota Gorontalo. Kebijakan ini bahkan menyentuh langsung pengelolaan anggaran

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Terungkap! 70 Persen Dana Kelurahan di Kota Gorontalo Dialihkan untuk Tangani Sampah
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
PENANGANAN SAMPAH : Petugas pengangkut sampah di Kota Gorontalo, Rabu (12/3/2025). Penanganan sampah di Kota Gorontalo. 
Ringkasan Berita:
  • Setiap kelurahan menerima alokasi dana yang difokuskan untuk program kebersihan lingkungan dan pengangkutan sampah.
  • Pemerintah kelurahan diminta mengalokasikan sebagian besar dana pengembangan wilayah untuk program kebersihan lingkungan.
  • Sisa anggaran sekitar 30 persen atau sekitar Rp63 juta dialokasikan untuk perbaikan fasilitas umum

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Penanganan sampah menjadi fokus utama pembangunan lingkungan di Kota Gorontalo. Kebijakan ini bahkan menyentuh langsung pengelolaan anggaran di tingkat kelurahan.

Lurah Biawao, Nurhadi Taha, mengungkapkan pemerintah kelurahan diminta mengalokasikan sebagian besar dana pengembangan wilayah untuk program kebersihan lingkungan.

“Jadi kebijakan hari ini, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, terkait kebijakan dana pengembangan kelurahan, kami diminta oleh Pak Wali Kota untuk mengalokasikan anggaran dari Rp200 juta dana pengembangan kelurahan itu diminta 70 persen,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (16/2/2026).

Ia menjelaskan, alokasi tersebut setara sekitar Rp147 juta yang difokuskan pada penanganan saluran air dan pengangkutan sampah di lingkungan permukiman.

TRUK SAMPAH - Deretan truk sampah baru yang akan mulai dioperasikan Pemkot Gorontalo di masing-masing kecamatan. Mobil ini adalah bantuan dari bank plat merah untuk pemkot. (Sumber Foto: Wawan Akuba/TribunGorontalo.com)
TRUK SAMPAH - Deretan truk sampah baru yang akan mulai dioperasikan Pemkot Gorontalo di masing-masing kecamatan. Mobil ini adalah bantuan dari bank plat merah untuk pemkot. (Sumber Foto: Wawan Akuba/TribunGorontalo.com) (TribunGorontalo.com/Wawan Akuba)

“Itu untuk penanganan saluran, jadi pembersihan saluran, kemudian perbaikan sarana dan prasarana saluran dan juga soal penanganan sampah, pengangkutan sampah yang ada di berbagai tempat, baik itu di selokan kemudian di tempat-tempat yang biasanya bertumpuknya sampah,” jelasnya.

Sementara itu, sisa anggaran sekitar 30 persen atau sekitar Rp63 juta dialokasikan untuk perbaikan fasilitas umum yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.

Program Gator Masuk Lorong Tekan Penumpukan Sampah

Untuk meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah, pemerintah juga menambah armada pengangkut skala lingkungan.

Nurhadi menyebut, pengadaan gerobak motor listrik atau gator telah diterapkan di puluhan kelurahan untuk menjangkau kawasan permukiman padat yang tidak bisa dilalui truk sampah.

Baca juga: Darurat Sampah Nasional Bergema, Pantai Pohe Gorontalo Terkepung Limbah Kiriman

“Kami diminta untuk melakukan penanganan atau menambah infrastruktur sampah dengan kita mengadakan gator. Nah sekarang sudah ada gator di 50 kelurahan,” ujarnya.

Menurutnya, program yang dikenal sebagai “gator masuk lorong” berhasil mengurangi penumpukan sampah di kawasan permukiman warga.

EVALUASI SAMPAH -- Potret armada pengangkut sampah. Permasalahan sampah di Kota Gorontalo jadi sorotan DPRD (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)
EVALUASI SAMPAH -- Potret armada pengangkut sampah. Permasalahan sampah di Kota Gorontalo jadi sorotan DPRD (Foto: TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

“Program gator masuk lorong ini mendapat apresiasi dari berbagai warga yang tadinya sampah di lorong-lorong itu sampai tiga sampai empat hari belum diangkat, tapi sekarang kalau masuk lorong sudah tidak ada penumpukan sampah,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan jadwal pengangkutan sampah secara terstruktur mulai pukul 06.00 Wita hingga pengangkutan akhir ke Tempat Pembuangan Akhir Talumelito.

Peran Masyarakat Jadi Kunci

Selain penguatan anggaran dan infrastruktur, pemerintah juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Nurhadi menegaskan kesadaran warga dalam memilah sampah serta disiplin membuang sampah sesuai jadwal menjadi faktor penting keberhasilan program kebersihan lingkungan.

“Penanganan sampah ini saya kira tidak hanya saja tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab bersama. Maka sangat penting masyarakat perlu memilah sampah, baik sampah kering, sampah basah maupun sampah berbahaya,” pungkasnya.

Terkait anggaran sampah ini juga sebelumnya diungkapkan oleh Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Meydi Novie Silangen dalam program Tribun Podcast yang digelar Tribun Gorontalo, Kamis (5/2/2026) lalu.

Dalam podcast tersebut, Novie menegaskan bahwa penanganan sampah menjadi perhatian serius pemerintah daerah selain persoalan banjir.

“Ada dua poin sebenarnya Pak Wali menekankan yaitu untuk persampahan. Persampahan prioritasnya ya ini persampahan dan banjir,” ujar Novie.

Menurutnya, keseriusan pemerintah terlihat dari berbagai kebijakan yang ditempuh untuk menekan persoalan sampah di Kota Gorontalo.

“Sehingga bagaimana kita melihat getolnya beliau terkait dengan persampahan. Bagaimana akhirnya kerja sama dengan sampai harus meninggalkan BSG untuk pindah ke BTN karena semangat beliau untuk memerangi sampah di Kota Gorontalo,” jelasnya.

Anggaran Sampah hingga Tingkat Kelurahan

Upaya penanganan sampah juga diperkuat melalui dukungan anggaran langsung ke tingkat kelurahan.

Novie mengungkapkan setiap kelurahan menerima alokasi dana yang difokuskan untuk program kebersihan lingkungan dan pengangkutan sampah.

“Dari 200 juta setiap kelurahan dibagi hanya untuk dua program, pembersihan saluran dan pengangkutan sampah dengan pengadaan mobil-mobil Volta atau VIA di kelurahan,” ungkap Novie.

Selain itu, pemerintah kota juga mendapat dukungan tambahan armada pengangkut sampah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Ditambahkan dengan unit dari BTN CSR BTN atau TJSL BTN yang diberikan kepada pemerintah kota,” tambahnya.

Penanganan Sampah Libatkan Banyak Pihak

Dalam pengelolaan persampahan, pemerintah menerapkan pembagian kewenangan antar instansi agar penanganan lebih efektif.

Novie menjelaskan, pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, sementara PUPR menangani sedimen di saluran drainase.

“Nah, sampah itu kewenangannya DLH. Untuk sedimennya adalah kewenangan PU,” jelas Novie.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu penyebab utama terganggunya sistem drainase di Kota Gorontalo yang berujung pada genangan air hingga banjir.

Peran Masyarakat Jadi Penentu

Meski pemerintah telah menyiapkan berbagai program, Novie menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia mencontohkan, infrastruktur pengendalian banjir yang telah dibangun sering kembali dipenuhi sampah akibat perilaku warga.

“Begitu lihat tahu-tahu penuh dengan sampah, ya itu harus kami sampaikan lagi ke Pak Camat tolong Pak Camat dilihat lagi. Artinya masyarakat harus punya rasa memiliki karena ini kan dananya dari masyarakat sebenarnya dikembalikan lagi ke masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Kota Gorontalo berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat menjaga keberlanjutan program penanganan sampah sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih bersih dan tertata. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved