Kebakaran Rumah Gorontalo
Penyebab Kebakaran Rumah di Siendeng Belum Diketahui, BPBD Gorontalo: Kita Masih Fokus Penyelamatan
Masyarakat Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, dihebohkan kebakaran sebuah rumah pada Jumat (13/2/2026).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kabid-Rehabilitasi-dan-Rekonstruksi-BPBD-Kota-Gorontalo-Agusyono-Taha.jpg)
Evakuasi jenazah dilakukan dengan sangat hati-hati oleh tim medis dan petugas BPBD untuk kemudian segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca juga: Kronologi Kebakaran di Siendeng Gorontalo, Yeti Mahmud Sempat Tidur Bersama Cucu sebelum Meninggal
Ia menyebut satu korban telah dilarikan ke RSUD Aloe Saboe, Kota Gorontalo.
Keberadaan Yeti Mahmud di dalam rumah baru disadari sepenuhnya setelah api berhasil dipadamkan secara total oleh petugas pemadam kebakaran.
Kondisi korban saat ditemukan dilaporkan sangat memprihatinkan akibat paparan suhu panas yang ekstrem di dalam reruntuhan bangunan.
Terkait kondisi fisik bangunan yang terdampak, Agusyono memberikan gambaran yang cukup miris mengenai tingkat kerusakan yang terjadi.
Bangunan yang menjadi titik awal api dilaporkan tidak menyisakan banyak hal selain puing-puing yang menghitam.
"Kalau kita lihat kondisi kerusakan sudah (ludes) ya," katanya.
Material bangunan yang sebagian besar mudah terbakar disinyalir menjadi penyebab api dengan sangat cepat merambat ke bagian atap dan ruangan lainnya.
Hingga saat ini, garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi guna mencegah warga yang tidak berkepentingan masuk ke area yang masih labil.
Pertanyaan besar mengenai apa yang sebenarnya memicu kemunculan api pertama kali masih terus bergulir di tengah masyarakat.
Namun, BPBD secara konsisten menyatakan bahwa dugaan sementara mengenai penyebab kebakaran masih belum bisa disimpulkan secara prematur.
"Dugaan sementara masih belum kita ketahui," ungkap Agusyono jujur, mengingat tim investigasi belum mulai bekerja secara mendalam.
Pihak kepolisian nantinya akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari bukti-bukti teknis terkait sumber api.
Data-data lapangan masih terus dikumpulkan oleh petugas pendata guna menghitung total kerugian materiil yang diderita oleh korban.
Dukungan psikologis bagi keluarga korban juga mulai menjadi perhatian, mengingat dampak traumatis dari kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba ini.