Jumat, 6 Maret 2026

Objek Wisata Gorontalo

Kolam Cibutu Lekobalo, Mata Air Abadi yang Tak Pernah Kering di Kota Gorontalo

Di tengah kawasan padat penduduk Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, terdapat sebuah kolam pemandian sederhana yang hingga

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kolam Cibutu Lekobalo, Mata Air Abadi yang Tak Pernah Kering di Kota Gorontalo
TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga
CIBUTU LEKOBALO--Potret kolam Cibutu Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Sabtu (10/1/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 
Ringkasan Berita:
  • Kolam pemandian Cibutu di Kelurahan Lekobalo, Kota Gorontalo, dikenal sebagai mata air alami yang tak pernah kering meski telah dimanfaatkan puluhan tahun. 
  • Kolam ini digunakan warga untuk mandi, mencuci, hingga menjadi ruang interaksi sosial sehari-hari.
  •  Meski airnya tetap jernih, warga berharap pengelolaan dan perbaikan kolam dapat segera dilakukan agar manfaatnya semakin luas.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sebuah kolam hadir di tengah kawasan padat penduduk Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo

Meski sederhana, namun kolam alami ini hingga kini tetap menjadi tumpuan aktivitas harian warga. 

Kolam pemandian Cibutu di Kelurahan Lekobalo dikenal sebagai mata air alami yang tak pernah kering meski telah dimanfaatkan selama puluhan tahun.

Kolam ini digunakan masyarakat sekitar untuk berbagai keperluan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci pakaian, hingga mencuci peralatan dapur. Airnya yang jernih bahkan kerap dimanfaatkan warga untuk konsumsi minum.

Pantauan TribunGorontalo.com pada Sabtu (10/1/2026) menunjukkan aktivitas warga berlangsung sejak pagi.

Sejumlah ibu-ibu tampak mencuci pakaian sambil bercengkerama, sementara beberapa remaja menikmati kolam dengan berenang dan bermain air.

Baca juga: Ini Wilayah di Gorontalo dengan Persentase Cerai Hidup Tertinggi

Kejernihan air membuat suasana kolam terlihat bersih dan menyegarkan.

Mayoritas pengguna kolam merupakan warga setempat, namun tidak jarang pengunjung dari luar kelurahan juga datang untuk mandi atau sekadar menikmati kesegaran air.

Ukuran kolam yang tidak terlalu besar cukup menampung belasan orang dalam satu waktu.

Pepohonan yang tumbuh di sekitar kolam menciptakan suasana teduh. Meski matahari mulai terik selepas pukul 11.00 Wita, area pemandian tetap terasa sejuk.

Pagi itu, berbagai aktivitas berlangsung bersamaan, diiringi tawa dan obrolan warga yang menikmati air alami tersebut.

Salah satu warga, Febrianti Umar, mengatakan kolam Cibutu hampir setiap hari menjadi tempat mencuci pakaian bagi warga sekitar.

Waktu kedatangan pun bervariasi, ada yang datang sejak dini hari hingga menjelang siang.

Ia menuturkan, debit air kolam tidak pernah berkurang sejak dulu, termasuk saat musim kemarau.

Air dari mata air alami itu terus mengalir tanpa pernah surut.

Selain untuk mencuci, Febrianti menyebut kolam ini juga menjadi ruang interaksi sosial bagi para ibu rumah tangga.

Aktivitas mencuci menjadi lebih menyenangkan karena disertai obrolan ringan dengan sesama warga.

Hal serupa disampaikan Inang, warga setempat yang juga memanfaatkan kolam tersebut.

Menurutnya, pemandian Cibutu sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah itu.

Ia menegaskan kolam ini bersifat gratis dan terbuka untuk umum tanpa batasan bagi siapa pun yang ingin datang, selama pengunjung tetap menjaga kebersihan dan ketertiban.

Meski demikian, Inang menilai kolam pemandian perlu mendapat pengelolaan yang lebih baik.

Ia mengamati masih terdapat sampah di dalam kolam, meskipun jumlahnya tidak banyak dan mudah terlihat karena airnya sangat jernih.

Menurutnya, air dari kolam ini hanya dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci, bukan untuk kebutuhan pertanian.

Aliran air langsung menuju sungai yang berada tidak jauh dari lokasi kolam.

Inang juga mengaku mendengar rencana perbaikan kolam pemandian tersebut pada tahun ini. Kabar tersebut disambut positif oleh warga karena diharapkan kolam dapat dimanfaatkan lebih optimal oleh masyarakat luas.

Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa bangunan di sekitar kolam mulai mengalami kerusakan, meski struktur utamanya masih terlihat kokoh. Air kolam tetap mengalir jernih hingga menuju sungai.

Fasilitas di sekitar kolam meliputi satu unit WC dan bangunan sederhana yang digunakan warga sebagai tempat mencuci.

Terdapat pula tangga di sisi utara dan selatan yang menghubungkan jalan utama dengan kolam yang berada di bawah permukaan jalan.

Di bahu jalan sekitar lokasi, tampak warga berjualan ikan hasil tangkapan mereka.

Kolam Cibutu sendiri berada di jalur utama yang menghubungkan Kota Gorontalo dengan arah Batudaa, Kabupaten Gorontalo, sehingga mudah dijangkau.

Dari Pelabuhan Ferry Gorontalo, lokasi pemandian Cibutu Lekobalo dapat ditempuh sekitar 31 menit perjalanan.

Sementara dari Bandara Djalaluddin Gorontalo, jaraknya sekitar 26 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 47 menit.
(* /Jefri Potabuga)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 06 Maret 2026 (16 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:12
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved