Natal 2025
Natal di GPIG Imanuel Gorontalo, Jemaat Diingatkan Takut akan Tuhan dalam Pikiran dan Perbuatan
Ibadah Natal hari kedua di Gereja Protestan di Indonesia Gorontalo (GPIG) Imanuel Kota Gorontalo, Jumat (26/12/2025),
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GPIG-Imanuel-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Ibadah Natal hari kedua di Gereja Protestan di Indonesia Gorontalo (GPIG) Imanuel Kota Gorontalo, Jumat (26/12/2025), menjadi momentum refleksi iman bagi jemaat untuk menghidupi makna kelahiran Yesus dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dalam perayaan gerejawi.
Pantauan awak media TribunGorontalo.com ibadah dimulai pukul 10.00 Wita itu diikuti jemaat dari berbagai kalangan.
Sejak pukul 09.30 Wita, jemaat sudah mulai memadati area gereja, menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengikuti rangkaian ibadah Natal lanjutan.
Baca juga: Promo Indomaret Akhir Tahun, Minuman hingga Perlengkapan Rumah Tangga Murah Meriah
Pendeta GPIG Imanuel Kota Gorontalo, Natalia Rambet S. Teol, diwawancarai usai ibdah menyampaikan bahwa perayaan Natal hari kedua masih mengacu pada tema besar Natal tahun ini, yakni Allah hadir menyelamatkan keluarga.
Ia menegaskan, kelahiran Yesus bukan sekadar peristiwa historis yang diperingati setiap Desember, melainkan wujud kasih Allah yang harus direspons melalui sikap hidup orang percaya.
“Allah telah datang, lahir, dan menyelamatkan manusia. Maka respons kita adalah hidup sebagai manusia yang takut akan Tuhan,” ujar Natalia dalam wawancara dengan TribunGorontalo.com.
Menurutnya, hidup takut akan Tuhan tidak berhenti pada aktivitas ibadah di gereja, tetapi harus nyata dalam seluruh aspek kehidupan.
“Hidup takut akan Tuhan itu bukan hanya di gereja, tetapi dalam kehidupan setiap hari, dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menekankan, nilai iman Kristen seharusnya tercermin dalam interaksi sosial, kehidupan keluarga, hingga dunia kerja.
“Kalau kita sungguh hidup takut akan Tuhan, maka sikap itu akan tercermin dalam keseharian kita,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut juga, Natalia mengajak jemaat untuk menjadikan Natal sebagai titik awal pembaruan iman, bukan sekadar agenda tahunan.
Dirinya berharap, semangat Natal dapat terus hidup dan membentuk karakter jemaat dalam jangka panjang.
“Melalui Natal yang kedua ini, kita diharapkan semakin hidup beriman kepada Tuhan,” tuturnya.
Selain itu di luar area gereja tepat di halaman pengamanan ibadah Natal hari kedua juga mendapat perhatian dari pihak kepolisian.
Polresta Gorontalo Kota terlihat melakukan pengamanan di sekitar lokasi gereja untuk memastikan ibadah berlangsung aman dan kondusif.