Tribun Wiki

GPIG Sentrum, Gereja Tertua di Gorontalo Berdiri Sejak 1861

Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GPIG) Jemaat Sentrum merupakan gereja tertua di Provinsi Gorontalo.

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto GPIG Sentrum, Gereja Tertua di Gorontalo Berdiri Sejak 1861
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
GEREJA PROTESTAN -- GPIG Jemaat Sentrum, Jalan P Kalengkongan, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Gereja ini merupakan gereja tertua di Provinsi Gorontalo. 

Ringkasan Berita:
  • GPIG Jemaat Sentrum merupakan gereja tertua di Gorontalo
  • Gereja didirikan pada masa pengaruh Belanda, berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus pusat pendidikan
  • Meski mayoritas masyarakat Gorontalo beragama Islam, gereja ini tetap bertahan

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GPIG) Jemaat Sentrum merupakan gereja tertua di Provinsi Gorontalo.

Sebelumnya, gereja ini dikenal sebagai Jemaat Imanuel Wilayah I Kota Gorontalo dan memiliki sejarah panjang sejak tahun 1861.

“Bangunan gereja ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GPIG),” tulis Sejarawan Gorontalo, Joni Apriyanto, dalam tulisannya yang dikutip Minggu (21/12/2025).

Salah satu momen bersejarah adalah proklamasi berdirinya Sinode GPIG pada 18 Juli 1965 yang berlangsung di gedung gereja ini.

Seiring perkembangan gereja di Kota Gorontalo, untuk menghindari kebingungan dengan jemaat lain yang juga bernama Jemaat Imanuel, pada 4 Mei 2014 jemaat ini resmi berganti nama menjadi Jemaat GPIG Sentrum Gorontalo Wilayah I.

Gereja ini beralamat di Jl P Kalengkongan No 13, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.

Meskipun komunitas jemaat telah ada sejak 1861, bangunan gereja yang berdiri saat ini telah mengalami berbagai renovasi dan perubahan nama sesuai dinamika perkembangan gereja dan kebutuhan jemaat dari waktu ke waktu.

Dalam tulisan berikutnya, Joni mengulas hubungan antara Gereja GPIG Sentrum Gorontalo dengan hegemoni kolonial Belanda, yang dapat dianalisis melalui aspek historis, sosial, dan budaya.

Baca juga: Ibadah Minggu Jelang Natal GPIG Imanuel Gorontalo Dipadati Jemaat, 6 Agenda Disiapkan

Awal Penyebaran Agama Kristen di Gorontalo

Gereja ini didirikan pada tahun 1861, saat Gorontalo masih berada di bawah pengaruh kolonial Belanda.

Penyebaran agama Kristen dilakukan oleh misionaris Protestan yang kerap didukung pemerintah kolonial. Gereja menjadi salah satu alat Belanda untuk menyebarkan pengaruh budaya dan ideologi Barat.

Dalam konteks Gorontalo, pendirian gereja ini kemungkinan merupakan bagian dari strategi kolonial untuk mengintegrasikan wilayah ke dalam sistem pemerintahan dan budaya kolonial.

Gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pengajaran.

“Misionaris sering kali mendirikan sekolah-sekolah di sekitar gereja untuk mengajarkan agama Kristen, bahasa Belanda, dan nilai-nilai Barat,” jelas Joni dalam tulisannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 03 Maret 2026 (13 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved