Gorontalo Half Marathon
Pelari Asal Makassar Asnida Aras Ungkap Kunci Juarai 21K Gorontalo Half Marathon 2025
Pelari asal Makassar, Asnida Aras (32), berhasil menjadi yang tercepat pada kategori Half Marathon 21K di Gorontalo Half Marathon
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pelari-asal-Makassar-Asnida-Aras.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pelari asal Makassar, Asnida Aras (32) meraih juara pertama kategori Half Marathon 21
- Asnida finis dalam waktu 1 jam 29 menit
- Asnida menerima hadiah Rp15 juta dari total Rp201 juta yang dibagikan
TRIBUNGORONTALO.COM – Pelari asal Makassar, Asnida Aras (32), berhasil menjadi yang tercepat pada kategori Half Marathon 21K di Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025.
Ia finis dengan catatan waktu 1 jam 29 menit dan mengukuhkan namanya sebagai juara pertama.
Asnida mengaku pencapaian tersebut lahir dari rutinitas latihan yang ia jalani secara konsisten.
Menurutnya, latihan rutin menjadi faktor paling menentukan dalam persiapan menuju GHM tahun ini.
“Saya selalu berusaha menjaga ritme latihan setiap hari, mulai dari pagi sampai sore. Latihan seperti itu yang menurut saya menjadi kunci sehingga bisa tampil stabil dan kuat saat lomba,” ungkap Asnida kepada TribunGorontalo.com, Minggu (7/12/2025).
Ia menambahkan, tidak ada pola latihan yang terlalu teknis. Baginya, kedisiplinan adalah hal utama.
“Persiapannya biasa saja sebenarnya, tapi saya menjaga agar tidak bolong latihan. Konsistensi itu yang paling terasa manfaatnya ketika sudah berada di lintasan,” jelasnya.
Kebahagiaan jelas terlihat ketika Asnida melintasi garis finis. Ia menyebut GHM 2025 memberikan pengalaman menyenangkan, baik dari sisi rute maupun suasana lomba.
“Alhamdulillah, saya benar-benar senang bisa menjadi juara satu. Event ini memberi kesan positif, terlebih karena penyelenggaraannya rapi dan pesertanya banyak,” katanya.
Asnida memuji kualitas rute yang menurutnya nyaman ditempuh para pelari.
Ia juga menilai panitia mengawal jalur dengan baik sepanjang perlombaan.
“Rutenya bagus dan terasa aman karena panitia ada di setiap titik penting. Hal-hal seperti itu sangat membantu kami menjaga fokus saat berlari,” ujarnya.
Salah satu aspek yang ia soroti adalah titik water station (WS) yang tersedia setiap 2,5 kilometer. Menurutnya, penempatan WS cukup efektif, meski ada beberapa titik kecil yang bisa lebih diperhatikan.
“Itu hanya catatan kecil saja, selebihnya event ini sudah bagus,” imbuhnya.
Setibanya di area finis, Asnida dipayungi panitia karena cuaca mulai panas.