Pelantikan PPPK Gorontalo
Kisah Yusrin Husain, 15 Tahun Jadi Honorer Kini Diangkat PPPK Paruh Waktu Gorontalo
Senyum tipis Yusrin Husain dari pinggir Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, menjadi pertanda kebahagiaan
Penulis: WawanAkuba | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yusrin-Husain.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Senyum tipis Yusrin Husain dari pinggir Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, menjadi pertanda kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan, Rabu (29/10/2025).
Pria berusia 50 tahun itu tampak berdiri dengan tangan menyilang di belakang, satu batang rokok terselip di antara jari-jarinya. Sesekali ia menghisapnya perlahan, menikmati momen bersejarah dalam hidupnya.
Pagi itu, sebanyak 1.821 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Gorontalo paruh waktu resmi dilantik. Yusrin menjadi salah satu di antaranya. Kini, ia menyandang status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan seragam Korpri yang membanggakan.
“Sudah pasti bangga dan bahagia, Pak,” ujar ayah tiga anak itu.
Meski terlihat tenang dan lebih banyak diam, Yusrin sesekali menyapu pandangannya ke seluruh sudut Lapangan Taruna Remaja di Jalan Wolter Monginsidi No 47, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.
“Tapi sebenarnya saya senang. Apalagi melihat teman-teman larut dalam kebahagiaan, sampai berjoget segala,” katanya sambil tersenyum.
Yusrin telah mengabdi sebagai tenaga honorer sejak tahun 2009. Selama 15 tahun, ia bertugas sebagai anggota Satpol PP Kota Gorontalo.
“Kalau dihitung, sudah macam-macam tugas saya jalani,” ujarnya.
Menurutnya, tugas paling menantang adalah saat harus mengawal aksi demonstrasi.
“Itu yang paling susah, Pak. Apalagi kalau harus komunikasi dengan pendemo. Belum lagi kalau mereka sudah mulai lempar-lempar batu,” kenangnya.
Kini, penantian panjang itu terbayar. Yusrin resmi diangkat sebagai PPPK paruh waktu, meski tugasnya tetap sama seperti sebelumnya.
“Biar paruh waktu, saya tetap total. Seragam ini bukan sekadar kain, tapi tanggung jawab,” ucapnya sambil merapikan kerah batik Korpri-nya.
Ia berharap kisahnya bisa menjadi penyemangat bagi para honorer lain yang masih berjuang.
“Jangan menyerah. Kalau kita tulus kerja, Tuhan pasti lihat,” tutupnya.
Di sisi lain lapangan, musik dangdut masih mengalun. Rekan-rekan Yusrin terus berjoget, merayakan hari yang tak akan mereka lupakan.
Sementara itu, di sisi lapangan yang lain, Sri Wahyuni, staf administrasi SMP Negeri 11 Kota Gorontalo, juga membagikan kisah perjuangannya.
Kepada TribunGorontalo.com, Sri mengaku telah menjadi honorer sejak 2014, atau sekitar 10 tahun lalu. Setelah lulus kuliah, ia aktif mencari pekerjaan hingga akhirnya mendapat informasi dari kenalannya bahwa sekolah tersebut membutuhkan operator.
Baca juga: 1.821 PPPK Paruh Waktu Kota Gorontalo Resmi Dilantik, Lapangan Taruna Remaja ‘Mendadak’ Korpri
Tanpa pikir panjang, ia mendaftar dan sejak saat itu dipercaya menjadi operator sekolah, mengurus berbagai berkas digital yang dibutuhkan.
Sri mengakui bahwa secara ekonomi ia sempat mengalami kesulitan, namun tetap bersyukur karena telah diberi kesempatan.
“Menjadi honorer memang harus banyak sabar,” katanya.
Hari ini, Sri juga resmi diangkat sebagai PPPK paruh waktu. Ia berharap suatu saat bisa menjadi PPPK penuh waktu.
“Harapannya tentu bisa jadi PPPK penuh waktu,” ujar wanita yang mengaku ekonominya banyak dibantu oleh sang suami.
Kini, Sri telah memiliki anak. Ia harus membagi waktu antara pekerjaan kantor dan mengurus rumah tangga. Meski begitu, ia tetap berkomitmen untuk bekerja secara profesional.
“Tugas ini sangat membutuhkan kehadiran saya. Jadi saya akan bekerja lebih ekstra lagi,” pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/Wawan Akuba)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.