Mudik Lebaran 2026
Fajar Sadboy Pulang Kampung ke Suwawa Gorontalo, Pilih Motoran Sendiri dari Bandara
Fajar Labatjo alias Fajar Sadboy pulang kampung (mudik) ke Gorontalo. Saat keluar dari gerbang kedatangan (arrival gate) pukul 07.58 Wita
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-remaja-perempuan-berswafoto-dengan-Fajar-Labatjo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Fajar Labatjo alias Fajar Sadboy tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo pada Sabtu (14/3/2026) pukul 07.58 Wita untuk mudik selama dua minggu di Desa Bubeya, Suwawa
- Setelah menyapa warga di bandara, Fajar memilih untuk mengendarai sepeda motor Scoopy sendirian menuju rumah keluarganya, menempuh jarak sekitar 44,4 km
- Selain Fajar, tokoh nasional Fadel Muhammad juga terpantau tiba di bandara yang mulai ramai oleh pemudik menjelang Idulfitri
TRIBUNGORONTALO.COM, Tibawa – Fajar Labatjo alias Fajar Sadboy pulang kampung (mudik) ke Gorontalo.
Saat keluar dari gerbang kedatangan (arrival gate) pukul 07.58 Wita, ia disambut hangat sejumlah warga.
Pria kelahiran 31 Mei 2007 ini mengenakan jaket biru dan celana jeans.
Fajar mengaku sangat senang dapat menginjakkan kaki kembali di tanah kelahirannya.
"Mudah-mudahan dua minggu di sini, Om," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (14/3/2026).
"Paling ketemu keluarga sama teman-teman, kerabat, gitu," jelas Fajar saat ditanya mengenai agenda kegiatannya selama di Gorontalo.
Remaja asal Desa Bubeya, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, ini menjelaskan bahwa kegiatannya di Jakarta belakangan ini diisi dengan berbagai agenda.
Meski demikian, ia mengonfirmasi bahwa saat ini belum ada proyek film baru yang sedang dijalani.
Untuk sementara waktu, Fajar memilih untuk menepi sejenak dari kesibukan di Jakarta demi menikmati masa liburannya di daerah asal.
"Paling libur dulu sih, soalnya lagi balik Gorontalo kan, lagi mudik. Jadi di sini dulu," pungkasnya.
Setelah meladeni ajakan swafoto dari warga, Fajar meninggalkan bandara menuju rumah keluarganya di Suwawa.
Ia mengendarai sepeda motor Scoopy sendirian, sementara kerabatnya menyusul di belakang.
Jarak antara bandara ke Desa Bubeya (kampung keluarga Fajar) sekitar 44,4 km.
Perjalanan ini biasanya memakan waktu sekitar 59 menit dengan mobil atau sepeda motor, tergantung pada kondisi lalu lintas dan kecepatan kendaraan.
Fadel Muhammad Disapa Warga
Selain Fajar Sadboy, Fadel Muhammad juga baru saja tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo menaiki pesawat yang sama.
Gubernur definitif pertama Gorontalo itu bersalaman dengan beberapa warga yang berdiri di area penjemputan.
"Pak Fadel, selamat datang di Gorontalo," sapa warga.
Aktivitas di Bandara Djalaluddin, Dunggala, Tibawa, Gorontalo tampak ramai sejak pagi tadi.
Mereka menanti keluarga dan kerabat masing-masing yang menumpangi pesawat Batik Air.
Batik Air merupakan maskapai penerbangan swasta Indonesia yang beroperasi sejak 2013.
Pesawat yang berada di bawah naungan Lion Air Group ini lepas landas (take off) dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta sekira pukul 03.55 WIB dan mendarat di Gorontalo pukul 08.00 Wita.
Batik Air mendarat (landing) di Bandara Djalaluddin Gorontalo sekira pukul 08.00 Wita.
Ekspresi bahagia terukir jelas di wajah penumpang pesawat setelah akhirnya bertemu keluarga mereka.
Baca juga: Jadwal dan Tarif Kapal Feri Gorontalo KMP Tuna Tomini per Maret 2026
Salah satunya, Syarip Lambaga, penumpang Batik Air yang berniat menghadiri wisuda anaknya di Kota Gorontalo.
"Saya rencananya balik (ke Jakarta) hari Senin," bebernya.
Selain penumpang, para penjemput juga tak kalah sibuk.
Ada yang fokus mengoperasikan gawai (handphone), ada pula yang asyik bercengkerama satu sama lain sembari melirik ke arah gerbang kedatangan.
Ismet Dunggio, warga Kelurahan Heledulaa Utara, Kota Gorontalo pun tak sabar bertemu anaknya.
"Saya lagi menunggu anak, dia sekolah di Jakarta," beber Ismet.
Hari raya Idulfitri jadi momen kebersamaan Ismet bersama anak-anaknya yang kini menjalani kehidupan di tanah rantau.
Adapun euforia mudik mulai terasa di Bandara Djalaluddin Gorontalo. Namun, puncak mudik tahun ini diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.