BLP3G Gorontalo
Warga Gorontalo Sumringah Terima BLP3G, Akui Sangat Terbantu di Bulan Ramadan
Penyaluran Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) mendapat respon positif dari masyarakat
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Deni-Datau-Kaos-Putih-dan-Yaser-Atamini.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Gorontalo memfokuskan bantuan BLP3G tahun ini khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas guna memastikan bantuan menyentuh kelompok yang paling membutuhkan
- Penyaluran dipercepat untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga pangan selama Ramadan dan persiapan Idulfitri, dengan paket senilai Rp 252.000
- Wakil Gubernur Idah Syahidah menegaskan bahwa bantuan dilarang keras untuk dijual kembali
TRIBUNGORONTALO.COM – Penyaluran Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) mendapat respon positif dari masyarakat. Bukan sekadar rutinitas birokrasi, bantuan ini hadir sebagai oase di tengah teriknya siang bulan Ramadan.
Raut wajah bahagia terpancar jelas dari warga Kabupaten Gorontalo saat mereka menerima paket bantuan pangan tersebut. Mereka merasa diperhatikan oleh pemerintah daerah di saat harga-harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan.
Bagi para penerima, bantuan ini bukan hanya sekadar beras atau telur, melainkan simbol kepedulian. Rasa syukur yang mendalam terus mengalir dari bibir warga yang sejak pagi sudah berkumpul di titik-titik penyaluran.
Sjumlah warga yang menerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Terlebih lagi, penyaluran dilakukan tepat di pertengahan bulan Ramadan, saat stok pangan di rumah mulai menipis.
Deni Datau, warga Desa Bunggalo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, menuturkan bahwa BLP3G adalah berkah yang luar biasa bagi keluarganya. Ia tidak menyangka namanya masuk dalam daftar pendek penerima manfaat tahun ini.
Menurut pandangan Deni, bantuan pangan seperti ini memang sangat dinantikan oleh masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Terutama saat mereka harus menjalani ibadah puasa dengan tenang tanpa memikirkan dapur yang kosong.
“Oh Alhamdulillah, ini kan bulan puasa. Kami masyarakat yang ekonomi lemah sangat mengharapkan sekali bantuan seperti ini,” ujarnya dengan nada haru saat ditemui di Kantor Camat Telaga Jaya, Kamis (5/3/2026).
Pria ini menilai bahwa bantuan yang ia terima sangat penting bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Ia merasa pemerintah daerah cukup peka dengan kondisi di lapangan saat ini.
“Ini paling penting sekali dan sangat dibutuhkan oleh kami di sini,” katanya singkat sambil memegangi paket bantuan yang baru saja diterimanya.
Terlebih lagi, Deni menceritakan bahwa masyarakat saat ini mulai merasa cemas mempersiapkan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri. Beban ekonomi biasanya akan memuncak saat mendekati lebaran nanti.
Deni mengungkapkan bahwa bantuan seperti ini memang sudah lama dinanti-nantikan oleh warga setempat. Bagi sebagian orang, paket pangan ini adalah jaminan bahwa mereka bisa makan sahur dan buka puasa dengan layak.
Menariknya, Deni mengaku bahwa ini adalah kali pertama dirinya menerima bantuan dalam bentuk paket pangan lengkap dari pemerintah provinsi. Pengalaman pertama ini memberikan kesan yang mendalam baginya.
Raut wajahnya terlihat penuh rasa syukur saat ia mulai memindahkan paket bantuan tersebut ke kendaraannya. Di Desa Bunggalo sendiri, proses seleksi penerima dilakukan dengan sangat ketat.
Baca juga: Makanan Tak Layak Konsumsi, Satu SPPG di Kota Gorontalo Ditutup Sementara
Deni menyebutkan bahwa di desanya hanya empat warga yang terpilih sebagai penerima bantuan BLP3G kali ini. Hal ini menunjukkan betapa eksklusif dan tepat sasarannya program bantuan tahun ini.
Selain Deni, bantuan juga dirasakan manfaatnya oleh Yaser Atamini. Ia adalah seorang lansia yang dengan semangat hadir di lokasi penyaluran meski usianya tidak lagi muda.
Yaser tampak duduk tenang bersama sejumlah ibu-ibu lansia lainnya di kursi tunggu. Mereka saling berbincang hangat sambil menunggu giliran nama mereka dipanggil oleh petugas lapangan.
Bagi Yaser, bantuan tersebut memiliki arti yang sangat besar bagi kelangsungan hidup keluarganya. Sebagai lansia, aksesnya untuk mencari nafkah tentu sudah tidak sekuat dahulu.
Ia juga sempat memeriksa isi paket tersebut dan memberikan penilaian yang positif. Ia memuji langkah pemerintah yang memberikan bahan pangan dengan kualitas yang baik dan layak konsumsi.
“Kalau saya lihat, ini bantuan bagus kualitasnya. Barangnya baik dan tidak asal-asalan diberikan ke masyarakat,” ujar Yaser dengan senyum yang mengembang.
Yaser menambahkan bahwa bantuan ini sangat membantu menopang kebutuhan rumah tangganya yang cukup banyak. Saat ini, ia masih memiliki tanggung jawab menghidupi tiga orang di rumahnya.
Harapan besar pun ia gantungkan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo. Ia sangat berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin, tidak hanya saat momen tertentu saja.
Selama proses penyaluran, Yaser dan warga lainnya juga menyimak dengan seksama arahan dari Wakil Gubernur Gorontalo. Ada pesan penting yang ditekankan oleh sang pimpinan daerah tersebut.
Wakil Gubernur meminta agar bantuan yang telah diberikan tidak dijual kembali kepada pihak lain demi mendapatkan uang tunai. Pesan ini ditujukan agar fungsi bantuan pangan tetap terjaga.
Bagi para penerima, himbauan tersebut sangat masuk akal. Mereka berpendapat bahwa bantuan yang diberikan sudah semestinya dimanfaatkan untuk dikonsumsi sendiri oleh keluarga yang membutuhkan.
“Kalau kita juga ini, tidak sepantasnya kita terima lalu dijual. Kata Ibu Wagub kalau ketahuan dijual akan dicoret, nah itu sangat cocok,” pungkas Deni mendukung ketegasan pemerintah.
Wagub Gorontalo Salurkan Bantuan
Sebelumnya, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, memang turun langsung untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar. Ia berkeliling ke beberapa titik di Kabupaten Gorontalo pada Kamis (5/3/2026).
Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, Idah ingin memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar menyentuh lapisan masyarakat yang paling bawah. Ia tidak ingin ada bantuan yang salah sasaran.
Dalam tiga hari terakhir, Idah telah memantau maraton proses penyaluran di berbagai daerah. Ia ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi masyarakat yang menerima manfaat tersebut.
Tahun ini, Idah menegaskan adanya perubahan fokus penerima. Prioritas utama diberikan kepada para lansia dan penyandang disabilitas yang seringkali terlewatkan dalam pendataan.
Ia juga memaparkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik penerima di tiap kecamatan. Hal ini menuntut fleksibilitas dalam proses pendataan dan distribusi di lapangan.
Saat berkunjung ke Kabupaten Pohuwato beberapa waktu lalu, ia mencatat tidak ditemukan penerima dari kalangan disabilitas. Namun, situasi berbeda ditemukan saat ia bergeser ke wilayah lain.
“Kemarin kunjungan penyaluran ke Kabupaten Pohuwato tidak ada disabilitas, namun hari ini di Kecamatan Tilango ada yang menerima,” ujar Idah saat memberikan keterangan kepada media.
Sebagai Ketua DPD Golkar Gorontalo, ia berharap bantuan ini bisa menjadi beban pereda bagi masyarakat. Ramadan seharusnya menjadi bulan yang penuh ketenangan tanpa kekhawatiran soal pangan.
Ia merincikan bahwa setiap paket bantuan bernilai Rp 252.000. Paket tersebut berisi beras 10 kilogram, telur 10 butir, dua liter minyak goreng, dan satu kilogram gula pasir yang semuanya merupakan kebutuhan dasar.
Reflin Buata, Kepala Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo, menambahkan bahwa program ini adalah bentuk komitmen kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah. Seluruh anggaran telah dipastikan tersedia melalui APBD Provinsi Gorontalo demi kesejahteraan warga.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.