Pemkab Gorontalo
Warga Talaga Jaya Sumringah Sambut Pasar Murah di Desa Luwo'o Gorontalo: Terima Kasih Pak Bupati
Ratusan warga di Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, tampak sumringah menyambut kehadiran Pasar Murah
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-kebersamaan-warga-Talaga-Jaya-di-Pasar-Murah.jpg)
Bupati menyapa satu per satu warga yang sedang mengantre. Sesekali ia menggunakan bahasa Gorontalo saat berbincang-bincang.
Indri Abas (31), seorang warga Desa Luwoo yang hadir di lokasi, menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung kepada Bupati Gorontalo atas inisiatif program tersebut. Menurutnya, pasar murah ini sangat membantu akses warga terhadap kebutuhan pangan.
"Pak Bupati, terima kasih banyak atas diadakannya pasar murah ini. Sangat banyak membantu untuk kami warga yang jarang-jarang ke pasar," ujar Indri.
Indri mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 07.30 Wita demi mendapatkan paket sembako bersubsidi tersebut.
Ia merasa sangat terbantu dengan adanya potongan harga yang diberikan pemerintah.
Terkait ketahanan stok pangan yang dibeli, Indri memperkirakan bahan pokok tersebut akan habis dalam waktu singkat untuk kebutuhan rumah tangga.
"Biasanya cepat habis, cuma tiga hari sudah habis. Tapi alhamdulillah, dengan adanya pasar murah ini kami sangat terbantukan," tambahnya.
Baca juga: Nama-nama 23 Kepala Puskesmas Dilantik Bupati Gorontalo per 27 Februari 2026
Kunjungan Bupati dan Peninjauan Lokasi
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, tiba di lokasi sekitar pukul pukul 08.27 Wita.
Kedatangan Bupati disambut hangat oleh warga di Kecamatan Talaga Jaya.
Dalam kunjungannya, Sofyan Puhi meninjau langsung kesiapan panitia. Ia juga sempat berbincang mengenai kualitas bahan pangan yang disediakan.
Pasar murah ini merupakan langkah strategis untuk mengendalikan inflasi daerah.
Dalam sambutannya, Sofyan Puhi menjelaskan rincian subsidi yang diberikan.
Warga cukup menebus satu paket komoditas senilai Rp134.500 hanya dengan harga Rp60.000 saja. Artinya, subsidi yang diberikan mencapai 55,39 persen per paketnya.
"Total harga di pasar untuk komoditas ini mencapai Rp134.500," jelas Bupati.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah hadir untuk membantu masyarakat.