Senin, 23 Maret 2026

Warga Gorontalo Hanyut

Terungkap Identitas Korban Hanyut di Sungai Paguyaman, Satu Bocah 9 Tahun

Seorang bocah berusia 9 tahun bernama Akbar Diangi, bersama seorang perempuan dewasa bernama Sumitra (28), dilaporkan hilang

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Terungkap Identitas Korban Hanyut di Sungai Paguyaman, Satu Bocah 9 Tahun
Istimewa
ORANG HANYUT -- Potret tim Basarnas Gorontalo apel sebelum mencari korban hanyut di Sungai Paguyaman. Identitas dua korban akhirnya terungkap. 
Ringkasan Berita:
  • Basarnas Gorontalo mengungkap identitas dua warga yang hanyut di Sungai Paguyaman
  • Korban merupakan warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme
  • Peristiwa terjadi di Dusun Lima, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Sabtu (3/1/2025) sore

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Identitas korban hanyut di Sungai Paguyaman akhirnya terungkap.

Seorang bocah berusia 9 tahun bernama Akbar Diangi, bersama seorang perempuan dewasa bernama Sumitra (28), dilaporkan hilang setelah terseret arus deras saat melintasi sungai.

Peristiwa nahas itu terjadi di Dusun Lima, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Sabtu (3/1/2025) sore.

Kedua korban diketahui merupakan warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Halidin La Bidin, membenarkan laporan tersebut.

Ia menyebutkan bahwa tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian sejak menerima informasi.

“Dua orang terseret arus Sungai Paguyaman di Dusun Lima, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo,” ujar Halidin saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).

Menurut keterangan, kejadian bermula ketika korban hendak pulang dari kebun dan harus menyeberangi sungai. Namun derasnya arus membuat keduanya terseret hingga hilang.

Korban Pulang dari Kebun

Sebelumnya dikabarkan dua warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, dilaporkan terseret arus Sungai Paguyaman saat hendak pulang dari kebun.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Lima, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu sore.

Korban yang dilaporkan hilang masing-masing adalah Sumitra (28), seorang perempuan dewasa, dan Akbar Diangi (9), seorang bocah laki-laki.

Keduanya diketahui baru saja selesai beraktivitas di kebun sebelum mencoba menyeberangi sungai yang saat itu berarus deras.

Informasi awal menyebutkan, korban tidak sempat menyelamatkan diri karena derasnya arus dan kondisi sungai yang cukup dalam.

Tim SAR Gabungan Diterjunkan

Usai menerima laporan, tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Operasi pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan metode berbeda.

SRU 1 melakukan pencarian menggunakan perahu karet di aliran Sungai Paguyaman dengan radius sekitar tiga kilometer.

Sementara SRU 2 menyisir anak Sungai Paguyaman sejauh 1,78 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP).

Dalam operasi ini, sejumlah unsur SAR dilibatkan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Marisa, KPP Gorontalo, BPBD Kabupaten Boalemo, Polsek Boliyohuto, Babinsa Motoduto, Polda Gorontalo, Polres Gorontalo, serta aparat Desa Motoduto bersama masyarakat setempat.

Halidin mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi tim di lapangan.

Derasnya arus sungai menjadi hambatan utama dalam proses pencarian.

Selain itu, kondisi air yang keruh membuat jarak pandang terbatas bagi tim penyelam maupun petugas di perahu karet.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut juga memperlambat proses pencarian.

Meski demikian, tim SAR gabungan tetap berupaya maksimal untuk menemukan kedua korban.

Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap kedua korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

“Saat ini tim masih melakukan pencarian,” pungkas Halidin.

Warga sekitar juga turut membantu dengan memberikan informasi terkait kemungkinan lokasi korban hanyut.

Aparat desa bersama masyarakat setempat ikut menyisir tepian sungai untuk memperluas area pencarian.

Harapan besar masih tertuju pada ditemukannya kedua korban, terutama bocah 9 tahun yang menjadi perhatian utama dalam peristiwa tragis ini.

Baca juga: Breaking News: 2 Warga Ambara Gorontalo Hanyut di Sungai Paguyaman

Catatan Kasus Serupa

Sebagai catatan, kasus hanyut di sungai bukan kali pertama terjadi di Gorontalo.

Pada November 2025, dua bocah kakak beradik dilaporkan tenggelam di Sungai Andagile, Kabupaten Gorontalo Utara.

Keduanya adalah Mohamad Alif Halim (11) dan Abdul Malik Halim (9) yang dilaporkan tenggelam saat mandi di sungai sekitar pukul 08.30 Wita.

Insiden ini bermula saat kedua korban datang bersama orang tuanya dengan niat untuk berjualan ikan di Pasar Atinggola, Gorontalo Utara.

Pasar Atinggola merupakan salah satu pusat kegiatan jual beli masyarakat yang setiap hari ramai oleh pedagang dan pembeli.

Kurang lebih satu jam setelah tiba di pasar, Alif dan Malik memutuskan untuk mandi di Sungai Andagile.

Mereka berangkat bersama Adiba Payu, saudara korban.

Saat mandi, Adiba sempat menegur Alif agar tidak berenang ke tengah sungai. Namun teguran itu dihiraukan.

Selang beberapa menit kemudian, Alif memberi tanda ia akan tenggelam dari ayunan tangannya.

Melihat hal itu, Malik berusaha menolong sang kakak.

Namun, Malik ikut terseret arus sungai dan akhirnya tenggelam.

Adiba segera melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua korban.

Korban pertama, Alif, ditemukan pukul 09.10 Wita, sementara Malik ditemukan pukul 10.00 Wita.

Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Atinggola untuk mendapatkan tindakan medis.

Sayangnya, nyawa keduanya tidak tertolong. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved