Kebakaran di Gorontalo
BPBD Kabupaten Gorontalo Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran Toko Bangunan di Isimu Selatan
Sebuah toko bangunan di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, dilaporkan terbakar pada Sabtu (20/12/2025) sore.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-penanganan-kebakaran-di-Desa-Isimu-Selatan.jpg)
Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan, kursi, lemari, pakaian, perabotan elektronik, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya berhasil diselamatkan warga dari amukan api.
Barang-barang tersebut ditumpuk rapi maupun seadanya di tepi jalan, teras rumah warga lain, bahkan di lokasi umum demi menghindari jilatan api yang terus membesar.
Tidak hanya satu titik, tumpukan barang tampak di sejumlah lokasi di sekitar area kebakaran.
Sebagian warga memanfaatkan teras rumah tetangga untuk mengamankan harta benda mereka.
Ada pula yang menaruh barang di depan gerai Alfamart serta di halaman SDN No. 77 Kota
Tengah, Kota Gorontalo.
Para korban kebakaran terlihat berusaha keras menyelamatkan perabotan mereka meski suasana saat itu begitu mencekam.
Api yang berkobar hebat disertai asap pekat membuat jarak pandang terbatas.
Beberapa kali terdengar dentuman keras dari titik kebakaran yang memicu kepanikan warga sekitar.
Meski demikian, sejumlah pemilik rumah tetap nekat masuk ke area berbahaya demi menyelamatkan barang-barang berharga.
Aksi tersebut tidak dilakukan sendiri. Banyak warga lain yang berada di lokasi turut membantu mengangkat, memindahkan, dan menumpuk barang-barang agar terhindar dari api.
Kebakaran ini terjadi pada Selasa (16/12/2025). Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com sekitar pukul 13.00 Wita, api telah melahap beberapa rumah, meski laporan awal menyebut kebakaran mulai terjadi sekitar setengah jam sebelumnya.
Warga bersama aparat TNI dan petugas pemadam kebakaran bahu-membahu melakukan pemadaman.
Sementara petugas damkar berjibaku menjinakkan si jago merah, warga fokus menyelamatkan barang-barang dari rumah yang terancam terbakar.
Kondisi lokasi sempat sesak akibat banyaknya warga yang berkerumun.
Untuk mencegah risiko lanjutan, petugas PLN memutus aliran listrik di sekitar lokasi.
Sejumlah pemuda bahkan terlihat memanjat atap rumah demi memadamkan api, dengan harapan kobaran tidak menjalar ke bangunan lain.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)