Peran Saka Nasional Gorontalo
Peserta Peran Saka Nasional di Gorontalo Belajar Sistem Pemerintahan Mini di Bongohulawa
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs Budi Waseso, menyebut pelaksanaan Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Peran-Saka-Nasional-yang-diselenggarakan-di-Bumi-Perkemahan-Bongohulawa.jpg)
Ringkasan Berita:
- Budi Waseso, menyebut pelaksanaan Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional 2025 bukan sekadar kegiatan berkemah
- Satuan Karya (Saka) merupakan wadah penting bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan keterampilan
- Karakter masyarakat Gorontalo yang damai dan menjunjung tinggi nilai gotong royong sejalan dengan semangat kebersamaan dalam Pramuka.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs Budi Waseso, menyebut pelaksanaan Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional 2025 bukan sekadar kegiatan berkemah, melainkan ajang pembelajaran dan pengabdian bagi generasi muda.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (3/11/2025), Budi Waseso menjelaskan bahwa sistem kegiatan dirancang menyerupai sistem pemerintahan.
Tujuannya agar peserta dapat belajar cara bermasyarakat, berorganisasi, dan memimpin.
“Peserta belajar tentang tanggung jawab, kepemimpinan, dan hidup harmonis dalam keberagaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Satuan Karya (Saka) merupakan wadah penting bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan keterampilan dan kecakapan hidup di berbagai bidang.
“Setiap Saka punya fokus berbeda, seperti Saka Bhayangkara, Bahari, Taruna Bumi, atau Wana Bakti. Semua membentuk karakter dan keahlian generasi muda,” jelasnya.
Budi Waseso turut mengapresiasi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah kegiatan nasional ini.
Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo, Virgo Selasa, 4 November 2025: Horoskop Cinta hingga Keuangan
Menurutnya, karakter masyarakat Gorontalo yang damai dan menjunjung tinggi nilai gotong royong sejalan dengan semangat kebersamaan dalam Pramuka.
“Tanah Gorontalo dikenal dengan budaya kekeluargaan dan kearifan lokal,” katanya.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyebut kegiatan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerahnya.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini juga diisi dengan aksi penghijauan, seperti penanaman pohon di kawasan perkemahan seluas 43 hektar dan penanaman bibit kelapa di lahan 8.000 hektar.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berkesan bagi peserta, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Sofyan.
Peran Saka Nasional 2025 diikuti oleh 3.224 peserta, terdiri atas 1.724 peserta dari 34 provinsi dan 1.500 penegak serta pandega dari Gorontalo. Kegiatan dijadwalkan berlangsung dari 2 hingga 9 November 2025.
(*)