Senin, 23 Maret 2026

Pemkab Gorontalo

Asesmen Jadi Penentu, Bupati Gorontalo Ingin Camat Bermental Kuat dan Kuasai 3 Aspek Penting

Proses seleksi ini memasuki tahapan penting yakni digelarnya asesmen Senin, (13/10/2025) hingga tiga hari kedepan Rabu, (15/10/2025).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Asesmen Jadi Penentu, Bupati Gorontalo Ingin Camat Bermental Kuat dan Kuasai 3 Aspek Penting
TribunGorontalo.com/Fajri A Kidjab
SELEKSI CALON CAMAT -- Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat diwawancarai wartawan seusai Rapat Asesmen Bersama Calon Camat di Kantor Bupati Gorontalo, Senin (13/10/2025). Bupati menekankan tiga aspek penting yang harus dipenuhi calon camat. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Proses seleksi calon Camat di Kabupaten Gorontalo memasuki tahap penting dengan digelarnya asesmen mulai hari ini, Senin (13/10/2025) hingga tiga hari ke depan.

Di hari terakhir, Rabu (15/10/2025), calon Camat akan menjalani wawancara dengan dokter jiwa.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa hasil assessment, termasuk pemeriksaan kejiwaan, akan menjadi dasar utama dalam memilih figur Camat yang layak dipercaya.

Bupati Gorontalo menjelaskan bahwa Camat yang dicari bukan hanya sekadar administrator pemerintahan di wilayah, melainkan juga harus menjadi pemimpin wilayah, serta Ketua Adat setempat.

"Kenapa ini kami laksanakan? Karena, pertama, kami ingin Camat itu tidak sekadar dia sebagai administrator pemerintahan di wilayah, tapi juga jadi pemimpin wilayah, kemudian jadi Ketua Adat. Dia juga sebagai Ketua Adat di sana," ujar Bupati Sofyan kepada wartawan seusai rapat di Kantor Bupati Gorontalo, Senin (13/10/2025).

Alasan krusial lain di balik seleksi ketat ini adalah rencana pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada Camat. 

Pelimpahan wewenang ini bertujuan agar segala persoalan di tingkat pemerintahan dan desa dapat diselesaikan di tingkat Camat.

"Sehingga hal-hal yang terjadi di pemerintahan dan desa itu akan selesai hanya di tingkat Camat. Tidak perlu lagi ke tingkat Bupati. Nah, karena ada pelimpahan wewenang kami akan serahkan, maka butuh orang-orang yang handal yang kami akan percayakan," tegasnya.

Mengenai wawancara dengan dokter jiwa, Bupati menjelaskan hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan bahwa setiap pejabat harus memenuhi syarat kejiwaan. 

Ia menggarisbawahi pentingnya kesehatan mental, mengutip lirik lagu Indonesia Raya, "Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya."

"Yang penting, sehat jiwanya. Kalau jiwanya tidak dibangun, badannya merusak, kan begitu. Nah, sehingga butuh kesehatan jiwa/mental," katanya.

Ada tiga aspek krusial yang dinilai dalam asesment ini. Pertama, pemahaman terhadap tugas dan fungsi Camat sebagai administrator pemerintahan dan kewilayahan. Kedua, pemahaman terhadap sisi adat, mengingat Camat juga menjabat sebagai Ketua Adat di Kecamatan. Terakhir, kemampuan melaksanakan wewenang.

Rapat assessment calon Camat dihadiri oleh Sekretaris Daerah kabupaten Gorontalo, Dokter Jiwa, Kepala BKPSDM Kabupaten Gorontalo, para asisten, sejumlah toko adat, hingga tim kerja Bupati, serta seluruh peserta assessment.
ASESMEN CALON CAMAT -- Rapat asesmen calon Camat dihadiri oleh Sekretaris Daerah kabupaten Gorontalo, dokter jiwa, Kepala BKPSDM Kabupaten Gorontalo, para asisten, sejumlah toko adat, hingga Tim Kerja Bupati, serta seluruh peserta asesmen. (Sumber Foto: Protokoler Pemkab Gorontalo)

Bupati Gorontalo juga menekankan bahwa Camat baru diharapkan segera fokus pada pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat, dua dari tiga tugas utama pemerintah. 

Ia juga ingin memastikan Camat memahami Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar selaras dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo.

Sebanyak 54 orang telah mendaftar dalam proses asesmen ini. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved