Pemkab Gorontalo
Dampak Inflasi, Pemkab Gorontalo Tunda Festival Pesona Danau Limboto 2025
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo memutuskan untuk menunda pelaksanaan Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) pada tahun 2025.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menparekraf-RI-Sandiaga-Uno-bersama-Pj-Gubernur-Gorontalo-Rudy-Salahuddin.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo memutuskan untuk menunda pelaksanaan Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) pada tahun 2025.
Keputusan ini diambil sebagai langkah efisiensi anggaran dan prioritas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tengah tekanan inflasi.
Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, menjelaskan bahwa penundaan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
"Bapak Presiden meminta kegiatan seremonial untuk ditiadakan, maka Pemkab Gorontalo taat patuh terhadap ketentuan itu," tegas Abdul Waris kepada TribunGorontalo.com, pada Senin (8/9/2025).
Menurutnya, kebijakan serupa juga diterapkan di banyak daerah lain di Indonesia, termasuk di beberapa provinsi dan 110 kabupaten/kota.
Abdul Waris menambahkan bahwa alasan utama pengalihan anggaran adalah karena tingkat inflasi di Gorontalo masih cukup tinggi. Sehingga prioritas utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya masalah pangan.
Meskipun festival tahun ini dibatalkan, Pemkab Gorontalo berencana untuk kembali melaksanakannya di tahun mendatang jika kondisi perekonomian sudah lebih kondusif.
Sekilas tentang Festival Pesona Danau Limboto
Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) merupakan acara tahunan yang rutin diselenggarakan sejak 2011.
Acara ini dikenal sebagai salah satu agenda wisata dan budaya unggulan di Gorontalo dan menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pada penyelenggaraan ke-12 di tahun 2024, FPDL mengusung tema “The Limboto Lake is the Life Inspiration.”
Festival ini menampilkan berbagai acara, seperti kuliner khas, pameran UMKM, pagelaran seni dan budaya, karnaval perahu hias, lomba layang-layang (alanggaya), hingga lomba karya tulis dan Gemilang Run 10K.
Festival ini juga menjadi wadah untuk melestarikan warisan budaya Gorontalo melalui pertunjukan tari tradisional, ritual pembuatan perahu tradisional (bulotu), dan sendratari.
Penundaan FPDL 2025 adalah langkah strategis Pemkab Gorontalo untuk fokus pada penanganan inflasi dan kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah berharap dapat kembali menggelar festival ini di tahun depan saat kondisi ekonomi sudah lebih stabil.
(tribungorontalo.com/jp)