INTERNASIONAL
Rusia Minta Diplomat Evakuasi dari Kyiv, Dubes UE: Kami Tidak Akan Pergi
Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan kemungkinan serangan terhadap “pusat pengambilan keputusan” di Kyiv, Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RUSIA-Seorang-warga-memotret-gedung-rusak-gara-gara-perang-Rusia-Ukraina.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan kemungkinan serangan terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan di Kyiv dan meminta diplomat asing meninggalkan ibu kota Ukraina.
- Pernyataan itu memicu respons keras dari Uni Eropa dan Polandia yang menilai ancaman tersebut sebagai bentuk intimidasi.
- Duta Besar Uni Eropa untuk Ukraina menegaskan blok tersebut tetap berada di Kyiv dan akan terus mendukung Ukraina.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan kemungkinan serangan terhadap “pusat pengambilan keputusan” di Kyiv, Ukraina, di tengah meningkatnya ketegangan perang antara kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio.
Lavrov mengatakan Amerika Serikat dan sejumlah negara lain yang memiliki misi diplomatik di Kyiv telah diberi saran untuk mengevakuasi staf diplomatik serta warga negaranya dari ibu kota Ukraina.
Baca juga: AS Luncurkan Serangan ke Iran Saat Trump Klaim Negosiasi Berjalan Baik
Peringatan tersebut langsung mendapat respons keras dari Duta Besar Uni Eropa untuk Ukraina, Katarina Mathernova.
Ia menyebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia sebagai “mahakarya kemunafikan”.
Menurut Mathernova, Rusia selama ini justru melakukan serangan terhadap berbagai fasilitas sipil di Ukraina, mulai dari bangunan tempat tinggal, museum, rumah sakit bersalin, sekolah hingga pembangkit listrik.
“Rusia ingin menciptakan ketakutan, kepanikan, dan isolasi terhadap Ukraina. Itu tidak akan berhasil,” tegas Mathernova.
Baca juga: AS Luncurkan Serangan ke Iran Saat Trump Klaim Negosiasi Berjalan Baik
Ia juga memastikan Uni Eropa tidak akan meninggalkan Ukraina di tengah ancaman tersebut.
“Uni Eropa tidak akan pergi ke mana-mana. Kami tetap berada di Kyiv. Kami tetap bersama Ukraina,” ujarnya.
Mathernova menambahkan, ancaman terhadap diplomat dan organisasi internasional bukan menunjukkan kekuatan, melainkan tanda keputusasaan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Polandia turut mengeluarkan pernyataan terkait ancaman Rusia.
Pemerintah Polandia menegaskan setiap serangan terhadap infrastruktur sipil harus dipandang sebagai tindakan tidak bersahabat.
Warsawa juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap misi diplomatik Polandia akan dianggap sebagai tindakan yang disengaja. (*)