Selasa, 24 Maret 2026

Kecelakaan di Gorontalo Utara

Kronologi Kecelakaan Maut di Desa Popalo Gorontalo Utara, Balita Sempat Dilarikan ke Puskesmas

Pihak kepolisian mengungkap kronologi kecelakaan maut di Jalan Trans Sulawesi tepatnya Desa Popalo, Kecamatan Anggrek

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kronologi Kecelakaan Maut di Desa Popalo Gorontalo Utara, Balita Sempat Dilarikan ke Puskesmas
Facebok
KECELAKAAN MAUT -- Kolase kondisi warga mengecek dua kendaraan yang tabrakan di Desa Popalo, Kabupaten Gorontalo Utara. Dua penumpang meninggal dunia. (Sumber: FB/Dian Putri Ismail) 
Ringkasan Berita:
  • Mobil pikap yang dikemudikan Ahmad kehilangan kendali, masuk ke jalur kanan, lalu menghantam truk yang dikemudikan Yunus dengan kecepatan tinggi
  • Seorang ibu bernama Hadijah meninggal di tempat, sementara anak balitanya IS sempat dibawa ke Puskesmas namun tidak tertolong. Enam penumpang lainnya mengalami luka serius
  • Warga berbondong-bondong melakukan evakuasi darurat, suasana penuh kepanikan, dan polisi segera mengamankan TKP untuk penanganan lebih lanjut

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak kepolisian mengungkap kronologi kecelakaan maut di Jalan Trans Sulawesi tepatnya Desa Popalo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Peristiwa maut yang melibatkan kendaraan jenis mobil pikap dan sebuah truk ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi kecelakaan maut di Desa Popalo Gorontalo Utara bermula saat mobil pikap kehilangan kendali dan menghantam kendaraan dari arah berlawanan.

Kecelakaan yang terjadi pada Senin (17/3/2026) ini mengakibatkan seorang ibu dan anak balitanya meninggal dunia akibat benturan yang sangat hebat.

Kondisi semakin menyayat hati karena sang balita sempat dilarikan ke Puskesmas Anggrek oleh warga sekitar sebelum akhirnya dinyatakan menghembuskan napas terakhir.

Lokasi kejadian perkara di Desa Popalo ini memang dikenal memiliki jalur darat yang cukup menantang bagi para pengendara yang melintas.

Jarak titik koordinat kecelakaan dari pusat Kota Gorontalo mencapai kurang lebih 71,4 kilometer dengan medan jalan yang cenderung berkelok-kelok.

Dibutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam 49 menit bagi kendaraan untuk mencapai lokasi tersebut jika bertolak dari arah ibu kota provinsi.

Kabar mengenai insiden berdarah ini mendadak menjadi sangat viral di jagat maya sesaat setelah saksi mata mengunggah situasi terkini ke media sosial.

Salah satu akun Facebook bernama Kak Ramang Uti membagikan rekaman video yang memperlihatkan detik-detik mencekam di lokasi pasca-tabrakan.

Dalam video singkat berdurasi 13 detik tersebut, tampak kerumunan warga yang berusaha menolong para korban yang masih tergeletak di jalan.

Kondisi mobil pikap yang mengangkut para korban terlihat mengalami kerusakan yang sangat berat pada bagian depan dan sampingnya.

Hantaman keras dari kendaraan lawan arah membuat besi-besi badan mobil ringsek total hingga nyaris tak berbentuk lagi di bahu jalan.

Selain pikap, sebuah mobil pribadi berwarna hitam yang berada di sekitar lokasi juga tampak mengalami kerusakan parah akibat efek domino benturan.

Warga setempat yang mendengar suara dentuman keras langsung berhamburan keluar rumah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di jalan raya.

Situasi di lokasi kejadian seketika berubah menjadi sangat dramatis dan penuh dengan kepanikan dari para saksi mata maupun pengendara lain.

Secara bahu-membahu, warga mencoba melakukan upaya evakuasi terhadap para korban yang terjepit di antara puing-puing kendaraan yang hancur.

Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan karena beberapa korban mengalami luka serius dan membutuhkan penanganan yang sangat hati-hati.

Di tengah hiruk-pikuk tersebut, terdengar suara warga yang berusaha menenangkan massa agar tidak berdesakan di area titik kecelakaan.

"Sabar dulu, sabar dulu," seru salah seorang pria dalam rekaman video tersebut sembari meminta ruang agar evakuasi bisa berjalan lancar.

Beberapa warga lainnya juga berteriak dengan nada lantang meminta agar akses jalan segera dibuka bagi kendaraan medis yang akan lewat.

Kebutuhan akan tindakan medis yang cepat membuat warga saling bersahutan memerintahkan agar para korban segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Bawa ke rumah sakit ini dia, mari bawa keluar! Cepat-cepat!" teriak warga yang berada di pusat kerumunan massa di Desa Popalo tersebut.

Kronologi Kejadian

KECELAKAAN MAUT -- Kolase foto tangkapan layar Facebook. Kecelakaan maut terjadi di Desa Popalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (17/3/2026).
KECELAKAAN MAUT -- Kolase foto tangkapan layar Facebook. Kecelakaan maut terjadi di Desa Popalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (17/3/2026). (Facebok)

Pihak kepolisian dari Polsek Anggrek yang dipimpin oleh IPDA Roman Sunge segera tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara.

Berdasarkan hasil olah TKP awal, terungkap bahwa kecelakaan ini melibatkan sebuah truk dan mobil pikap yang bermuatan cukup padat.

Truk tersebut diketahui dikemudikan oleh seorang pria berinisial YH alias Yunus yang saat itu bergerak dari arah Kwandang menuju Dulukapa.

Sementara itu, dari arah yang berlawanan muncul mobil pikap yang dikemudikan oleh pria berinisial AN alias Ahmad dari arah Buol.

Petaka dimulai ketika mobil pikap dengan nomor polisi DM 8016 B0 tersebut tiba-tiba kehilangan kendali saat melintasi jalan di Desa Popalo.

Mobil pikap tersebut diduga kuat masuk ke lajur kanan yang merupakan jalur lintasan bagi kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Akibat masuk ke jalur yang salah, pikap tersebut langsung menghantam bagian pintu sebelah kanan truk milik Yunus dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Benturan yang tak terelakkan ini menyebabkan guncangan luar biasa bagi delapan orang penumpang yang berada di atas mobil pikap tersebut.

Efek hantaman yang begitu dahsyat bahkan membuat beberapa penumpang yang berada di bak belakang terpental keluar dan jatuh ke aspal.

Dari total delapan penumpang, seorang wanita berinisial HN alias Hadijah dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka yang sangat parah.

Tragedi ini menjadi semakin memilukan karena anak kandung dari HN yang masih balita berinisial IS juga ikut menjadi korban dalam peristiwa ini.

Balita yang baru menginjak usia tiga tahun tersebut sempat menunjukkan tanda-tanda kehidupan sesaat setelah kejadian berlangsung.

Warga yang sigap langsung menggendong sang balita dan melarikannya ke Puskesmas Anggrek untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Namun sayangnya, takdir berkata lain karena nyawa balita IS tidak tertolong meskipun tim medis sudah berupaya maksimal di puskesmas.

Selain dua korban jiwa, terdapat enam orang penumpang lainnya termasuk sopir pikap yang mengalami luka-luka serius dan butuh perawatan intensif.

Seluruh korban luka saat ini telah dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dari dokter profesional. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved