Jumat, 13 Maret 2026

Pemkab Gorontalo Utara

Bupati Gorut Thariq Modanggu Hadiri KKST Award di IAIN Sultan Amai Gorontalo

Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu memberikan kuliah kepada mahasiswa peserta Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T) Award

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Bupati Gorut Thariq Modanggu Hadiri KKST Award di IAIN Sultan Amai Gorontalo
Pemkab Gorontalo Utara
KULIAH UMUM -- Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu menghadiri sekaligus memberikan materi pada kegiatan Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T) Award yang digelar di Aula Rektorat lantai 4 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Kamis (12/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu memberikan kuliah kepada mahasiswa peserta Kuliah Kerja Sosial Tematik
  • Thariq Modanggu menyinggung dinamika yang terjadi selama pelaksanaan program KKS-T
  • Thariq juga menyinggung sejumlah program pembangunan yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.

TRIBUNGORONTALO.COM - Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu  menghadiri sekaligus memberikan materi pada mahasiswa peserta Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T) Award yang digelar di Aula Rektorat lantai 4 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita itu dihadiri oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo dan para wakil rektor, dosen, panitia pelaksana, serta mahasiswa peserta KKS-T.

Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu menyinggung dinamika yang terjadi selama pelaksanaan program KKS-T, termasuk kritik mahasiswa yang sempat muncul di media.

Menurutnya, kritik merupakan hal yang wajar dalam tradisi akademik selama disampaikan dengan tujuan membangun.

“Begitu baru mulai KKST, tiba-tiba ada statement di koran. Saya dikirim juga ini ada mahasiswa KKN yang bahas statement di media. Sebetulnya tidak apa-apa melakukan kritik terhadap itu,” ujarnya.

Ketua DPD II Golkar Gorontalo Utara ini menilai dinamika tersebut justru berakhir dengan capaian positif dari mahasiswa yang menjalankan program pengabdian di masyarakat.

“Saya lihat di akhirnya itu dibayar lunas dengan prestasi 500 pohon. Itu blessing in disguise. Jadi memang banyak hal dalam hidup ini yang problem-problem yang terjadi tapi akhirnya menemukan solusinya,” katanya.

Menurut Thariq, berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan sering kali justru menjadi jalan menuju solusi yang lebih baik.

Ia mencontohkan pengalaman pribadi yang memanfaatkan waktu menunggu kegiatan untuk melakukan hal positif.

“Walaupun terlambat karena saya jam 9 sudah ada di tempat, mahasiswa belum ada, baru beberapa orang. Tapi tidak apa-apa, memang ada blessing in disguise dalam setiap peristiwa. Ada rahmat yang terselubung,” ungkapnya.

Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu foto bersama 8939399393
KULIAH UMUM -- Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu foto bersama peserta Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T) Award yang digelar di Aula Rektorat lantai 4 Institut Agama Islam Negeri ( IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Kamis (12/3/2026).

Bupati Gorut Thariq Modanggu menyampaikan sejumlah catatan terkait pelaksanaan kegiatan KKS-T, khususnya mengenai permintaan bantuan dari mahasiswa kepada pemerintah daerah.

Ia mengakui bahwa tidak semua permohonan bantuan dapat dipenuhi karena keterbatasan anggaran daerah.

“Saya juga merasa banyak kekurangan kemarin. Misalnya ada mahasiswa yang minta bantuan, tidak ada satupun yang dapatkan dari pemerintah daerah. Saya bilang Sekda, jadi Sekda itu ketua TAPD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah, saya bilang bantu sesuai ketentuan. Tapi saya tahu kemungkinan tidak ada karena memang tidak ada anggaran untuk itu,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan KKS-T bukanlah sekadar mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Menurutnya, yang lebih penting adalah pengalaman dan kontribusi mahasiswa dalam masyarakat.

“Bagi saya, keluar atau tidak keluar bantuan itu bukan target. Targetnya adalah bahwa saudara mahasiswa ini menemukan sesuatu, melakukan sesuatu dengan model sinergi dan terintegrasi,” katanya.

Thariq menekankan bahwa sinergi merupakan kunci penting dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

Ia mengatakan berbagai program pemerintah tidak dapat berjalan maksimal tanpa adanya kerja sama antara berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

“Kalau di pemerintah daerah visinya bercahaya. Bercahaya itu pertama berdaya sinergi. Jadi kita hanya bisa melakukan berbagai kegiatan kalau ada sinergitas,” jelasnya.

Alumnus S2 di Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar juga mengungkapkan bahwa pada hari yang sama terdapat beberapa agenda penting yang seharusnya ia hadiri, namun dirinya memilih hadir dalam kegiatan di kampus tersebut.

“Hari ini sebetulnya ada tiga kegiatan. Ada undangan dari Pak Gubernur untuk seluruh bupati wali kota jam 8.30 Wita itu high level meeting, wajib diikuti. Saya utus Wakil Bupati yang ke sana. Kemudian kegiatan di Polres juga ada apel. Saya utus Sekda,” katanya.

Menurutnya, kehadirannya di IAIN Sultan Amai Gorontalo bukan sekadar memenuhi undangan kegiatan. Ia menyebut kunjungannya sebagai bentuk kedekatan emosional dengan lembaga pendidikan tersebut.

“Saya memilih ke IAIN ini karena bagi saya kehadiran di kampus ini yang pertama adalah bentuk kerinduan saya, karena saya besar dan dibesarkan oleh lembaga ini,” ujar Alumnus IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Selain itu, Mahasiswa S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga menilai kehadirannya merupakan bentuk pertanggungjawaban ilmiah sebagai seorang akademisi yang kini berkiprah di dunia politik.

“Kehadiran saya di tempat ini juga adalah satu pertanggungjawaban ilmiah, pertanggungjawaban intelektual atas seorang dosen yang berkiprah di politik lalu apa yang dilakukan untuk daerah dan masyarakat,” katanya.

Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu Ungkap Program Ungggulan

Thariq juga menyinggung sejumlah program pembangunan yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Salah satunya adalah program Gerakan Agro Mopomulo yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan pertanian.

“Di badan saya ini ada semua program daerah. Salah satunya yang ada di sini, GAM, Gerakan Agro Mopomulo, ini yang ditanam oleh teman-teman sekalian,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan program penguatan kelembagaan keagamaan yang bertujuan mengoptimalkan peran masjid dan gereja di tengah masyarakat.

“Ada PKS-MG, ini penataan kelembagaan dan semarak masjid gereja. Yang dulu kita kritik bahwa masjid hanya tempat ibadah. Sekarang karena jadi bupati bukan cuma kritik, tapi bikin kebijakan dan programnya,” jelasnya.

Thariq mengakui bahwa selama menjadi dosen selama puluhan tahun, dirinya hanya dapat menyampaikan gagasan melalui ceramah dan tulisan.

Namun setelah berada di pemerintahan, gagasan tersebut mulai diwujudkan dalam bentuk program nyata.

“Kalau saya dosen waktu itu selama 20 tahun hanya bisa ceramah dan bikin bukunya. Kritik bahwa masjid hanya tempat ibadah dan jauh dari tradisi nabi,” katanya.

Saat ini pemerintah daerah tengah mengembangkan program percontohan yang menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa ke depan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat data sosial masyarakat.

“Dengan anggaran terbatas, saya bikin sekarang pilot project di masjid Molingkapoto. Nanti model pendataan kita kasih bantuan komputer supaya visinya ada di masjid,” ujarnya.

Melalui sistem tersebut, berbagai data masyarakat akan dihimpun secara terintegrasi di lingkungan masjid.

“Seluruh data muzaki, mustahak, kemampuan baca tulis jamaah, termasuk data ekonomi masyarakat akan ada di masjid termasuk data ekonomi,,” katanya.

Ia berharap pendekatan tersebut dapat membantu pemerintah daerah dalam merancang berbagai program pemberdayaan masyarakat secara lebih tepat sasaran.

“Ke depan intervensi UMKM saya akan pakai data masjid, bukan data dinas. Karena kalau di masjid agak susah berbohong, artinya pertanggungjawaban di hadapan Tuhan,” ujarnya.

Ke depan dirinya akan membuat kerja sama dengan kampus IAIN Gorontalo. Sebagai bentuk konkret program yang direncanakan Thariq Modanggu.

Thariq berharap mahasiswa menjadi perwujudan nyata untuk membawa solusi di tengah-tengah masyarakat itu sendiri.

"Saya berharap dan berdoa apa yang dilakukan mahasiswa outcame bagi masyarakat Gorontalo juga akan besar yaitu menjadi sarana promosi untuk IAIN. Kami juga tentu berharap kegiatan mahasiswa bisa mempengaruhi publik dan orang tua," tandasnya.(***/Jefri)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved