Sabtu, 7 Maret 2026

Pemkab Gorontalo Utara

Wakil Bupati Gorut Nurjanah Yusuf Tegaskan Perkawinan Anak Harus Dihentikan

Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara (Gorut) Nurjana Hasan Yusuf menegaskan perkawinan anak harus dihentikan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Wakil Bupati Gorut Nurjanah Yusuf Tegaskan Perkawinan Anak Harus Dihentikan
Kesepakatan/TANGKAPAN LAYAR
CEGAH NIKAH DINI - Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara (Gorut) Nurjana Hasan Yusuf saat wawancara di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo pada Kamis (27/11/2025). Dia menegaskan perkawinan anak harus dihentikan dan stunting harus menjadi lawan bersama. 
Ringkasan Berita:
  • Nurjana Hasan Yusuf menegaskan perkawinan anak harus dihentikan 
  • Stunting harus menjadi lawan bersama
  • Perkawinan anak dan stunting tidak bisa dihadapi dengan cara biasa

TRIBUNGORONTALO.COM - Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara (Gorut) Nurjana Hasan Yusuf menegaskan perkawinan anak harus dihentikan dan stunting harus menjadi lawan bersama.

Hal ini ditegaskan Istri Ketua DPRD Provinsi Gorontalo tersebut saat menghadiri hari ibu ke-97 di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo pada Kamis (27/11/2025).

Kegiatan ini digelar Persatuan istri anggota dewan (PIAD) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dalam rangkah mencegah perkawinan dini dan pencegahan stunting.

"Perkawinan dini harus kita cegah, kenapa buat seminar agar ibu-ibu tau perkawinan dini sangat rentan untuk anak-anak stunting," jelasnya.

Dia menyebut menika usia di bawah 15 tahun akan melahirkan anak stunting. "Sebab kandungan itu belum normal menerima bayi dalam kandungan dan rentan pergaulan bebas. Banyak resikonya," jelasnya. 

Dia mengatakan upaya tersebut akan dilanjutkan turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi. "Biar mereka lebih tau, apalagi PKK harus bisa memberitahukan bahwa perkawinan dini sangat tidak diharapkan. Kemungkinan banyak anak stunting karena perkawinan dini," katanya.

Politisi partai Golkar ini menegaskan perkawinan anak dan stunting tidak bisa dihadapi dengan cara biasa. 

"Perkawinan anak adalah pintu masuk terbesar terjadinya stunting, dan selama masyarakat masih memaklumi praktik tersebut, generasi masa depan akan terus terancam," tegasnya.

Katanya, perkawinan anak merupakan masalah serius. Sebab anak yang menikah di usia dini tidak siap secara fisik maupun mental. 

"Resiko komplikasi kehamilan, anemia, dan lahirnya anak stunting jauh lebih besar. Ini harus kita hentikan,” tegasnya.

Dia menyoroti rendahnya kedisiplinan orang tua dalam memeriksakan kesehatan anak. Padahal Puskesmas dan posyandu dekat rumah, tapi banyak ibu-ibu yang tidak mau datang. 

"Di sana ada makanan bergizi, ada susu, ada pemeriksaan. Namun kesadaran itu tidak tumbuh. Ini harus kita ubah.” ujarnya

Nurjana Yusuf mengatakan ditemukan hampir 1.000 anak tidak sekolah di Gorontalo Utara. "Ini berbahaya. Anak yang tidak sekolah rentan terhadap perkawinan dini, rentan dieksploitasi, dan masa depannya terancam," ungkapnya

Sehingga dia dan Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu  telah menyiapkan program intervensi agar anak-anak kembali ke sekolah.“Ibu-ibu adalah garda terdepan. Kita punya jaringan luas, kita dekat dengan masyarakat, dan kita bisa mengubah pola pikir mereka. Ini tanggung jawab kita," tegasnya. (***/Pemkab)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Sabtu, 07 Maret 2026 (17 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:11
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved