Pemkab Gorontalo Utara
Wakil Bupati Gorut Nurjanah Yusuf Tegaskan Perkawinan Anak Harus Dihentikan
Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara (Gorut) Nurjana Hasan Yusuf menegaskan perkawinan anak harus dihentikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nurjana-Hasan-Yusuf-gfggggg.jpg)
Ringkasan Berita:
- Nurjana Hasan Yusuf menegaskan perkawinan anak harus dihentikan
- Stunting harus menjadi lawan bersama
- Perkawinan anak dan stunting tidak bisa dihadapi dengan cara biasa
TRIBUNGORONTALO.COM - Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara (Gorut) Nurjana Hasan Yusuf menegaskan perkawinan anak harus dihentikan dan stunting harus menjadi lawan bersama.
Hal ini ditegaskan Istri Ketua DPRD Provinsi Gorontalo tersebut saat menghadiri hari ibu ke-97 di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo pada Kamis (27/11/2025).
Kegiatan ini digelar Persatuan istri anggota dewan (PIAD) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dalam rangkah mencegah perkawinan dini dan pencegahan stunting.
"Perkawinan dini harus kita cegah, kenapa buat seminar agar ibu-ibu tau perkawinan dini sangat rentan untuk anak-anak stunting," jelasnya.
Dia menyebut menika usia di bawah 15 tahun akan melahirkan anak stunting. "Sebab kandungan itu belum normal menerima bayi dalam kandungan dan rentan pergaulan bebas. Banyak resikonya," jelasnya.
Dia mengatakan upaya tersebut akan dilanjutkan turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi. "Biar mereka lebih tau, apalagi PKK harus bisa memberitahukan bahwa perkawinan dini sangat tidak diharapkan. Kemungkinan banyak anak stunting karena perkawinan dini," katanya.
Politisi partai Golkar ini menegaskan perkawinan anak dan stunting tidak bisa dihadapi dengan cara biasa.
"Perkawinan anak adalah pintu masuk terbesar terjadinya stunting, dan selama masyarakat masih memaklumi praktik tersebut, generasi masa depan akan terus terancam," tegasnya.
Katanya, perkawinan anak merupakan masalah serius. Sebab anak yang menikah di usia dini tidak siap secara fisik maupun mental.
"Resiko komplikasi kehamilan, anemia, dan lahirnya anak stunting jauh lebih besar. Ini harus kita hentikan,” tegasnya.
Dia menyoroti rendahnya kedisiplinan orang tua dalam memeriksakan kesehatan anak. Padahal Puskesmas dan posyandu dekat rumah, tapi banyak ibu-ibu yang tidak mau datang.
"Di sana ada makanan bergizi, ada susu, ada pemeriksaan. Namun kesadaran itu tidak tumbuh. Ini harus kita ubah.” ujarnya
Nurjana Yusuf mengatakan ditemukan hampir 1.000 anak tidak sekolah di Gorontalo Utara. "Ini berbahaya. Anak yang tidak sekolah rentan terhadap perkawinan dini, rentan dieksploitasi, dan masa depannya terancam," ungkapnya
Sehingga dia dan Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu telah menyiapkan program intervensi agar anak-anak kembali ke sekolah.“Ibu-ibu adalah garda terdepan. Kita punya jaringan luas, kita dekat dengan masyarakat, dan kita bisa mengubah pola pikir mereka. Ini tanggung jawab kita," tegasnya. (***/Pemkab)
| Bupati Gorontalo Utara Pimpin Safari Ramadan di Sumalata Timur, Ajak Warga Perkuat Takwa |
|
|---|
| Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu Hadiri Peluncuran Prodi Dokter Spesialis Anestesi di UNG |
|
|---|
| TPP dan THR 2026 ASN Gorontalo Utara Mulai Diproses, Pengajuan Dipacu hingga 13 Maret |
|
|---|
| Bupati Gorut Thariq Modanggu Beri Penghargaan ke Mahasiswa IAIN Gorontalo, Tanam 555 Pohon |
|
|---|
| Bupati Gorut Thariq Modanggu Akan Perbaiki Pasar Jajan Moluo: Tidak Ada Dana APBD |
|
|---|