Libur Sekolah
Dinas Dikbud Bone Bolango Ungkap Jadwal Libur Siswa dan Pembelajaran Selama Ramadan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo mulai menyiapkan skema libur sekolah dan pola pembelajaran
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-pembelajaran-di-SD.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sekolah akan libur awal Ramadan pada 16–20 Februari 2026, lalu kembali belajar selama tiga pekan. Ada jeda lagi 16–29 Maret sebelum masuk kembali
- Durasi jam pelajaran dikurangi (SD dan SMP), dengan tambahan penguatan keagamaan. Sekolah diarahkan menerapkan pola hidup sehat berbasis program K-I-H
- Ramadan bertepatan dengan persiapan TKA yang menjadi jalur prestasi siswa. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menyesuaikan kebijakan Badan Gizi Nasional
TRIBUNGORONTALO.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo mulai menyiapkan skema libur sekolah dan pola pembelajaran selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Meski hingga kini surat edaran resmi dari pemerintah pusat belum diterima secara tertulis, pemerintah daerah telah mengantongi informasi awal terkait jadwal libur serta pengaturan kegiatan belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango, Basir Noho, mengatakan pihaknya pada prinsipnya siap mengikuti dan mendukung kebijakan pemerintah pusat, sembari menunggu regulasi resmi yang menjadi dasar pelaksanaan di daerah.
“Kalau secara informasi memang sudah ada, tetapi secara tertulis kami masih menunggu. Namun pada dasarnya kami mendukung kebijakan tersebut,” ujar Basir Noho, Rabu (11/2/2026).
Basir mengungkapkan, berdasarkan informasi awal, sekolah akan menjalani libur awal Ramadan pada 16 hingga 20 Februari 2026.
Setelah itu, proses pembelajaran kembali berlangsung selama kurang lebih tiga pekan di bulan Ramadan.
“Setelah libur awal, pembelajaran berjalan selama tiga minggu. Kemudian pada 16 Maret ada jeda lagi dan masuk kembali pada 30 Maret untuk melanjutkan proses pembelajaran,” jelasnya.
Pengaturan jadwal ini, lanjut Basir, juga mempertimbangkan agenda nasional pendidikan yang berlangsung di waktu bersamaan, khususnya Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Tahun ini bertepatan dengan tahapan pelaksanaan TKA. Dulu dikenal sebagai ujian nasional, sekarang bentuknya assessment nasional dan tes kompetensi akademik,” kata Basir.
Ia menjelaskan, pelaksanaan TKA mengacu pada Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2005, yang mengatur tes kompetensi akademik murid.
Pemerintah daerah berharap ke depan hasil TKA dapat menjadi bagian dari penguatan assessment nasional, termasuk ANBK.
Jam Belajar Dikurangi Selama Puasa
Selama bulan Ramadan, satuan pendidikan di Bone Bolango akan menerapkan penyesuaian jam pelajaran.
Pengurangan durasi belajar dilakukan untuk menyesuaikan kondisi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.
“Di awal Ramadan, jam pelajaran memang dikurangi. Untuk SMP, dari 45 menit menjadi 30 menit per jam pelajaran. Di SD juga dilakukan penyesuaian,” terang Basir.
Selain itu, sekolah juga diarahkan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (K-I-H), yang menekankan pembentukan pola hidup sehat dan berkarakter.
“Kebiasaan seperti tidur lebih cepat, beribadah, berolahraga, makan bergizi, dan bermasyarakat, itu juga menjadi bagian dari skema pembelajaran selama Ramadan,” ujarnya.
Meski jam belajar dikurangi, Basir menegaskan peserta didik tetap diarahkan melakukan pengkayaan materi dan persiapan menghadapi TKA, mulai dari simulasi hingga geladi bersih.
Pola Pulang Sekolah dan Materi Pembelajaran
Dikbud Bone Bolango juga mengatur waktu pulang sekolah selama Ramadan, khususnya di jenjang sekolah dasar.
Untuk siswa kelas atas, pembelajaran direncanakan berlangsung hingga setelah salat Zuhur.
“Hampir semua satuan pendidikan, untuk SD kelas 4, 5, dan 6 pulang setelah salat Zuhur. Sementara kelas 1 sampai 3 kemungkinan tidak sampai Zuhur,” kata Basir.
Terkait materi pembelajaran, Basir menyebut kegiatan belajar tetap berjalan secara reguler, dengan penambahan penguatan keagamaan.
Namun, bentuk kegiatan seperti pesantren kilat masih menunggu arahan lebih lanjut.
“Apakah pesantren kilat dimasukkan dalam pembelajaran Ramadan atau menggunakan skema lain, itu masih kami tunggu arahannya,” jelasnya.
Hal ini karena pada Februari hingga Maret, Dinas Pendidikan tengah fokus pada persiapan pelaksanaan TKA yang puncaknya dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
Baca juga: Libur Sekolah Belum Pasti, Ortu Siswa Gorontalo Keluhkan Jadwal Pulkam Terganggu
TKA Jadi Jalur Prestasi
Lebih lanjut Basir menambahkan, TKA tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi akademik, tetapi juga membuka peluang jalur prestasi bagi siswa berprestasi.
“Nilai TKA yang tinggi bisa menjadi jalur prestasi. Untuk SMP bisa masuk SMA Garuda, sementara di jenjang SMA bisa menjadi jalur masuk perguruan tinggi,” ungkapnya.
Untuk materi TKA, jenjang SD meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika, sedangkan SMP ditambah Bahasa Inggris.
Program MBG Selama Ramadan
Menjawab pertanyaan terkait keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, Basir menegaskan kebijakan sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami menyesuaikan kebijakan BGN. Kalau tetap dilaksanakan, teknisnya bisa diantar atau dijemput di sekolah, atau guru yang mengantarkan. Itu sifatnya menyesuaikan,” katanya.
Ia menekankan, Dinas Pendidikan Bone Bolango hanya berperan sebagai penerima manfaat program.
“Kami ini penerima manfaat. Kebijakan penyelenggaraannya bukan di kami,” pungkas Basir.
Dengan skema yang tengah disiapkan tersebut, Dinas Pendidikan berharap proses pembelajaran selama Ramadan tetap berjalan efektif, sekaligus menjaga kesiapan siswa menghadapi agenda akademik nasional.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.